Sistem Over Power

Sistem Over Power
Ternak Wanita ?


__ADS_3

Lidia dan Wina juga terkejut , mereka tidak menyangka jika Etan akan mengeluarkan kalimat yang membuat semua orang terkesiap.


Wina menyela " E..tan a..pa kamu serius dengan ucapanmu ?"


Lidia menimpali " Benar, tidak perlu berbohong pada kami "


Etan tersenyum " Jika kalian masih tidak percaya padaku ,sepertinya lebih baik kita tidak perlu membahas masalah ini lebih lanjut lagi " ucap Etan santai.


Bukan Etan sombong atau apa , tapi kenyataannya memang Etan memiliki uang sebanyak itu , jika saja Sistem sedang tidak di upgrade ,mungkin Etan akan menunjukannya langsung pada mereka.


Ronal tertawa lagi " Hahaha.... benar - benar anak yang menarik , Baiklah Tuan Clark ,senang bekerja sama denganmu " Ronal mengulurkan tangannya.


Etan menjabat tangan Ronal " Senang juga bekerja sama denganmu Tuan Glais !" ucap Etan tegas.


Srtelah mereka berbicara panjang lebar , mereka kemudian menikmati santap malam tanpa ada yang berbicara sedikitpun.


Wina yang memiliki banyak pertanyaan ,dia hanya bisa menunggu saat dia hanya berduaan dengan Etan.


Wina merasa jika Etan terlalu misterius , jikapun dia tidak berasal dari Bumi , tapi pengetahuannya terlalu cepat berkembang. Padahal waktu mereka bertemu Etan masih asing dengan semua yang berada di Bumi.


Banyak hal yang Etan tidak ketahui , tapi sekarang dia seolah tahu semuanya , apalagi dia sekarang sudah tahu tetang bisnis.


Wina secara diam - diam melirik Vivi " apa dia yang mengajari Etan " tanya Wina dalam hati.


Wina hanya bisa bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi , kenapa hanya dalam hitungan hari saja Etan mampu berkembang secepat itu.


Acara makan malampun selesai dengan kesepakatan Etan dan Keluarga Glais , Etan berencana akan langsung pulang.


Saat Etan pamit menyudahi pertemuan tersebut ,Wina menyela " Etan bolehkah aku ikut denganmu ?" ucap Wina malu - malu.


Ronal dan Lidia saling menatap , mereka berdua tersenyum bersamaan ,karena Wina tidak menyangka akan menawarkan dirinya pada Pria.


Etan melihat Orang tua Wina , keduanya terlihat mengangguk ,menandakan jika mereka setuju jika Wina pulang bersamanya.


Tapi kemudian Etan teringat jika mobilnya hanya untuk dua orang " Tuan dan Nona Glais , apa kita bisa bertukar Mobil ?, mobil saya tipe mobil sport ,hanya ada dua kursi " ucap Etan jujur.


Ronal bertanya " memangnya kamu membawa mobil apa ?"


" Ah .. cuma mobil sport murah kok " Etan tidak menyebut namanya ,karena dia juga tifak tahu nama mobil tersebut.

__ADS_1


Ronal tersenyum " Baiklah , ambil ini " Ronal meletakan kunci mobil Audi A6 nya pada Etan .


Etan juga menyerahkan kunci Mobil lamborghini Venenonya pada Ronal , karena Ronal bukan pecinta mobil sport dia tidak tahu jenis kunci mobil tersebut .


" Terimakasih Tuan Glais , kami permisi dulu " Etan membungkuk hormat dan meninggalkan mereka berdua.


Wina juga pamit dengan orang tuanya " Ayah ...." ucap Wina manja.


Ronal tersenyum " jangan sampai kamu melepaskan dia " ucap Ronal lirih.


Membuat Wina tersipu , wajahnya merah merona , Lidia kemudian berkata " cepat kejar Etan , nanti kamu ditinggal loh "


Wina mengangguk " Ayah , Ibu aku pergi dulu " Wina kemudian mengejar Etan yang sudah di depan pintu Resto.


Setelah Etan, Vivi dan Wina pergi meninggalkan Restoran tersebut , Ronal dan Lidia juga meninggalakan Restoran tersebut.


Saat di parkiran Restoran , Ronal menekan kunci Mobil Etan untuk mencari tahu dimana letak Mobil Etan berada.


Betapa terkejutnya mereka saat Mobil Mewah dihadapan mereka berbunyi " Bip..Bip ..!"


Karena Ronal tidak percaya jika Etan pemilik Mobil tersebut , dia menekan kunci lagi ,dan lagi - lagi mobil tersebut berbunyi.


****


Sementara itu didalam Mobil Etan ,dia bertanya pada Wina " Jadi.. kamu mau aku antar pulang Atau..." Etan sengaja memotong ucapannya.


Wina yang duduk disamping Etan dia menjawab dengan malu - malu " Aku mau ikut kamu "


Etan tersenyum " Baiklah..."


Etan mengemudikan mobilnya Ke Sunset Vila Miliknya , Wina yang tidak tahu jika Etan sudah membeli Vila tersebut ,dia kebingungan pasalnya jalan yang mereka tempuh bukan ke pemukiman Vruiz.


" Etan !, bukankah kamu salah jalan ?" tanya Wina pada Etan.


Etan hanya tersenyum ,dia sengaja tidak menjawab ucapan Wina , karena dia ingin memberika surprise untuknya.


Saat Wina tahu jika jalan tersebut menuju Sunset Vila , dia menatap Etan " Jangan bilang jika yang membeli Sunset Vila itu kamu ?!" tanya Wina kaget.


" Hanya Vila kecil ,tidak perlu terlalu berlebihan " ucap Etan santai.

__ADS_1


Wina benar - benar tidak tahu jalan pikiran Etan , dia terlalu boros menghabiskan uang . Wina menatap Etan tidak berdaya ,dia merasa kedudukannya dengan Etan semakin terpaut jauh.


Walaupun dia terlahir dari keluarga terkaya di kota Luton ,tapi kenyataannya Etan jauh lebih kaya darinya , semakin Wina memikirkan hal tersebut ,dia semakin prustasi, karena tidak tahu harus memperlakukan Etan seperti apa.


Mobil memasuki halaman Vila setelah security membuka gerbang , Wina takjub saat masuk ke Sunset Vila. Karena dia juga baru pertama kali memasuki Vila tersebut.


Banyak orang yang bermimpi jika ingin memiliki Vila tersebut , tapi mereka tidak seperti Etan , Walaupun keluarga Glais merupakan yang terkaya di kota Luton ,tapi faktanya Mereka hanya mendapatkan 200 hingga 300 juta dolar pertahun saja , jadi tidak mungkin bagi mereka untuk membeli Sunset Vila.


Setelah sampai didepan Vila , Etan ,Vivi dan Wina turun , Vivi yang dari tadi diam berkata " Tuan Clark ,saya mohon pamit " ucap Vivi sopan.


Setelah kepergian Vivi ,Wina bertanya dengan sedikit kesal " Dia juga tinggal disini Etan ?!"


Etan mengangguk " Yah..dari pada Vila ini sepi , lagian juga kamar disini sangat banyak " jawab Etan tanpa merasa bersalah.


Wina hanya bisa menghela napas , dia sekarang merasa mencintai orang yang salah , jika sekarang saja sudah membawa asistennya pulang , bukankah nanti akan lebih banyak wanita lagi disampingnya ?. Wina menatap Etan tidak berdaya.


Melihat Wina yang berdiam diri ,Etan menegur " kamu tidak mau masuk ?!"


Wina tersentak dan sadar " Eh... iya .." dia mengejar Etan yang masuk terlebih dahulu.


Baru Wina masuk sudah disambut Wanita Cantik lainnya " Selamat datang Tuan Clark , apa anda ingin dibuatkan sesuatu ?" tanya Ceril sopan.


" Tidak usah , aku baru saja makan malam , kamu istirahat saja !" Jawab Etan perhatian yang membuat Wina semakin marah.


Ceril mengangguk , dia kemudian meninggalkan Etan dan Wina , Ceril berhenti sejenak setelah sudah jauh dari Etan " Apa dia pacarnya Tuan Clark ?" Gumam Ceril sendu.


Wina menegur Etan " Etan !, apa kamu mau ternak Wanita disini ?"


Etan mengerutkan keningnya " kamu bicara apa sih ?, mereka itu sudah aku anggap seperti keluargaku , jangan berpikiran aneh - aneh !" ucap Etan tegas.


Etan menghampiri Wina , tatapan Etan berubah menjadi sendu , dia kemudian membisikan sesuatu pada Wina " Jika kamu seperti ini terus ,mungkin aku akan benar - benar berpaling darimu " ...


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2