
Saat Vivi akan membunuh Dorti dengan menghancurkan tulang rusuknya , seperti membunuh para pengintai keluarga Long dulu.
Etan menghentikannya saat kaki Vivi hampir menyentuh dada Dorti " Vivi !, jangan bunuh dia !"
" Wuuzzzz !!"
Kaki Vivi berhenti tepat waktu, sementara hembusan angin yang kuat menyapu tempat terbaringnya Dorti, membuat jantung Dorti berhenti berdetak selama satu detik akibat sangat ketakutan.
Sedetik kemudian jantung Dorting berdetak sangat kencang , dia yang tadinya menutup Mata ,sekarang membuka Matanya.
Dorti melihat seorang pemuda yang sedang berjongkok menatapnya , dia menelan ludah karena Etan tiba - tiba berada disampingnya.
" Jika kamu ingin hidup sebutkan namamu dan apa tujuanmu kenapa tiba - tiba menyerangku ?" ucap Etan dingin.
Dorti tersenyum " Tuan Clark saya Dorti Muse , kedatangan saya kemari jujur ingin melihat kekuatan anda !"
" Lancang !!!" Vivi berteriak marah.
Etan mengangkat tangannya " Vivi !" Etan memanggil namanya sambil menggelengkan kepala.
Etan mengangguk mengerti , Alasan Etan menghentikan Vivi membunuh Dorti karena dia tertarik dengan teknik Dorti Awalnya.
Tapi saat dia tahu jika Dorti anggota keluarga Muse , Etan punya alasan lain untuk membiarkan Dorti hidup , pasalnya Etan tahu jika di keluarga besar pasti ada pihak yang tidak setuju dengan usulan dari pemimpin dan Patriaknya.
Etan menduga jika Dorti merupakan ketua anggota yang tidak setuju itu , jadi dia membiarkan Dorti hidup ,agar semua keluarga Muse tahu siapa dirinya.
Etan mengeluarkan pil penyembuhan " Makanlah , setelah kamu sembuh pulang dan bilang kesemua anggota keluarga Muse , aku Etan Clark akan membuat keluarga Muse kalian menjadi Keluarga Nomor satu di antara keluarga lain.
Dorti tersentak kaget , pasalnya dia tidak menyangka jika Etan benar - benar akan membantu keluarga Muse , bukan untuk memperbudak mereka.
Dorti mengangguk mengerti , Etan menaruh pil penyembuhan di mulut Dorti .
__ADS_1
Walaupun Dorti sedikit takut jika pil tersebut adalah racun , tapi tidak ada pilihan lain , daripada dia harus mati menyakitkan masih mending mati dengan meminum racun.
' glek ' Dorti meminum pil tersebut bersama ludah yang bercampur darah.
Hanya sepersekian detik saja ,tiba - tiba tubuh Dorti memulihkan diri , Dorti terkejut " Ini...." dia menatap Etan penuh tanda tanya.
Tapi Etan tidak memberikan penjelasan , Etan langsung mengajak Vivi pergi " Vivi kita pergi dari sini , Nomor satu ,dua kembali !!" ucap Etan memberikan perintah.
Dorti kemudian bisa duduk , dia menatap punggung Etan dengan tatapan takjub " Masih muda tapi memiliki Harta ilahi seperti ini , pantas saja kekuatannya sungguh tidak masuk akal " Dorti membulatkan tekadnya untuk lebih menghormati Etan dimasa depan.
Anak buah Dorti yang babak belur oleh nomor satu dan dua , mereka dengan terhuyung - huyung menghampiri Dorti untuk menanyakan keadaannya.
Tapi mereka berdua terkejut ,karena ternyata Dorti tidak kenapa - napa, luka yang ada di tubuh Dorti juga menutup dengan sendirinya , membuat kedua anak buah Dorti sangat heran.
Sementara itu , Etan membawa Vivi pergi dari tempat tersebut , pasalnya jejak pertarugan mereka pasti akan membuat heboh polisi nantinya.
Jadi dia lebih baik pergi , sebelum pergi Etan menyuruh Vivi untuk menghapus semua rekaman CCTV yang berada di tempat tersebut dengan menggunakan kemampuan hackernya.
Di dalam mobil Vivi bertanya " Tuan... kenapa anda melepaskan dia ?, padahal dia harusnya tidak bisa diampuni karena dengan lancang menyerang anda "
Vivi memotong ucapan Etan " maka kubu yang menentang Tuan pasti akan langsung dikendalikan olehnya dan mereka lebih cenderung percaya pada pemimpin kubu yang menentang anda dari pada percaya pada kubu yang mau bekerja sama dengan anda secara baik - baik , apa benar seperti itu Tuan ?"
" Yap.. kurang lebih seperti itu , dengan ini rencanaku masuk ke Provinsi Burn baik - baik ,semuanya akan segera terlaksana " ucap Etan santai.
Vivi tersenyum " Semakin hari anda semakin menunjukan kemampuan anda Tuan , saya sangat senang karena anda mampu menebak kearah mana keluarga Muse akan berlayar " Ucap Vivi Lembut.
Etan menggendikan bahunya " Oh ..ya Vivi , kapan kamu akan membeli Helikopter dan Jet pribadi ?, kalau bisa peralatan perang juga harus di beli , aku ingin pasukan kusus Longtown di persenjatai dengan lengkap , misal beli Jet tempur , kapal selam , Helikopter perang dan yang lainnya , kamu diskusikan dengan Zarkov , beli semua keperluan untuk memperkuatnya !" ucap Etan tegas.
" Di mengerti Tuan !" jawab Vivi tegas juga.
***
__ADS_1
Sementara itu Dorti dan dua anak buahnya sampai di kediaman keluarga Muse saat sudah malam ,Dorti langsung meminta semua keluarga berkumpul.
Waktu melihat anak buah Dorti babak belur , Bralen sebenarnya khawatir jika Dorti telah menyinggung Etan terlalu jauh , pasalnya dia tahu jika keluarga Muse tidak akan bisa menanggung konsekuensinya.
Tapi saat melihat Dorti baik - baik saja ,tapi hanya bajunya yang robek disana - sini ,Bralen menghela napas lega.
Setelah semua anggota keluarga Muse berkumpul ,Bralen buka suara " Jadi apa kamu sudah melihatnya sendiri Dorti ?"
Dorti berdiri ,dia dengan suara lantang berkata " Aku Dorti Muse !!, dengan ini menyatakan Sumpah setiaku pada Tuan Clark , jika ada keluarga Muse yang berani menentang Tuan Clark , aku sendiri yang akan menghadapinya !!!" kata - kata Dorti penuh dengan keteguhan hati.
Semua anggota keluarga Muse sontak saja terkejut ,karena Dorti merupakan orang yang keras kepala , Patriaknya saja tidak mau dia dengarkan , apalagi orang lain.
Tapi kali ini Dorti membuat semua anggota keluarga Muse sangat kaget dengan kata - katanya.
Bralen juga tidak menyangka jika Dorti sampai akan mengucapkan Sumpah Setia , dia hanya menebak jika Dorti hanya akan mengakui keberadaan Etan.
Kubu yang menentang Etan langsung menunduk lesu , pasalnya orang yang mereka harapkan malah mengatakan sumpah setia padanya , jadi mereka harus dengan lapang dada menerima hal tersebut.
Duoloh Muse ,adik Dorti yang penasaran dia bertanya " Kakak ,bisakah kamu jelaskan kenapa kamu sampai mau tunduk padanya ?"
Semua orang mengangguk menatap Dorti , pasalnya mereka juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Duoloh.
Dorti duduk dengan tenang " Kalian tahu teknik khayalanku ?, Teknik tersebut hanya dianggap mainan oleh Asisten Tuan Clark !, dia tidak terpengaruh oleh teknikku , padahal di keluarga Muse hanya patriak yang bisa lepas darinya !"
Mata semua keluarga Muse melebar , rahang mereka menganga karena terkejut , pasalnya memang hanya Bralen yang bisa lepas dari teknik Dorti.
Dorti menghela napas " dan... sebenarnya aku sudah mati ,jika Tuan Clark tidak menyelamatkan aku didetik - detik terakhir saat aku menghadapi Asistennya , Kalian tahu kenapa aku masih memakai baju robek ini ?, ini semua bekas luka yang diberikan Asisten Tuan Clark untukku !"
Lagi - lagi semua anggota keluarga Muse terkejut , melihat pakaian Dorti yang begitu hancur , tentu saja mereka bisa membayangkan luka yang didapat Dorti.
.
__ADS_1
.
.