
Etan dan Ayah ,Ibunya mengobrol di kantin yang tersedia dilantai Bawah, tempat para pedagang Buah dan Sayur beristirahat.
" Sekali lagi terimakasih Tuan " Erwin membawakan segelas Esteh.
Etan tersenyum " Tidak perlu terlalu formal , panggil saja aku Etan !" ucap Etan ramah.
" Baiklah Etan " Ucap Erwin tidak mempermasalhkannya ,karena mereka masih seumuran.
Sintia yang dari tadi diam buka suara " kenapa kamu masih disini Etan ?"
" Ah.. aku sedang menunggu seseorang " Etan menggaruk kepalanya yamg tidak gatal karena dia berbohong.
Sintia Manggut - manggut percaya ,dia tidak meragukan kata - kata Etan sama sekali .
Etan bertanya pada Erwin " kamu kerja dimana ?"
Erwin tersenyum kecut " hehehe.. aku masih kuliah "
Etan menghela napas ,dia membatin " Apakah Ayah memang sekonyol ini waktu muda ?"
Etan pimir jika ayahnya adalah orang yang penuh Karisma semenjak dia muda , pasalnya Etan selalu melihat sosok ayahnya yang sangat sempurna dimatanya.
Karena di peradaban tingkat atas , Erwin selalu punya pemikiran yamg jauh kedepan , contohnya saja dia bagian dari pencipta Sistem, hal itu menunjukan jika Erwin sangat jenius.
Sintia dan Erwin yang terus menerus melihat Etan menghela napas , mereka berdua saling menatap ,karena mereka pikir jika Etan sedang banyak masalah.
Setelah mengobrol beberapa kata lagi dengan kedua orang tuanya , Etan kemudian berpamitan dengan mereka , Etan tidak lupa meminta nomor mereka berdua. Karena Etan berencana untuk mengundang mereka berjualan di Pertokoan Vruiz nanti.
***
Etan naik Ke lantai Atas Mall , dia masih mencari - cari hadiah untuk Vivi , tapi Etan seakan di buat frustasi , pasalnya Etan tidak melihat sesuatu yang menarik.
Etan duduk disebuah kursi yang ada didepan toko baju , dia menyenderkan tubuhnya pada kursi tersebut dengan wajah yang lelah.
" Beli apa yang Cocok Buat Vivi ? , arghhhhh !" Etan menggeram jengkel pada dirinya sendiri.
Tiba - tiba ada seseorang yang duduk didekatnya " Etan Clark , Kamu harus ikut denganku sekarang !"
Etan terkejut , pasalnya dia tidak merasakan keberadaan orang tersebut sebelumnya " Siapa kamu !" ucap Etan sedikit menjauhkan tubuhnya dari orang tersebut.
" Kamu tidak perlu tahu siapa aku , kamu harus imut aku baik - baik atau aku akan membawamu secara paksa !" ucap orang tersebut.
Sistem tiba - tiba memberi peringatan " [ Master , anda sebaiknya hati - hati orang tersebut sudah mencapai Ranah Dewa awal mendekati Ranah Akhir !]
Awalnya Etan ingin melawan , tapi saat dia mendengar suara Sistem Etan melupakan niatnya. Etan kemudian menganggguk , dia menerima ajakan orang tersebut tanpa melawan.
Etan di bawa orang tersebut kesebuah tempat rahasia , mata Etan juga ditutup dengan kain agar dia tidak bisa melihat jlan yang mereka lalui.
Tapi mereka salah mengerti dengan Etan , pasalnya dengan Sistem yang Etan miliki dia bisa pergi kemana saja dengan petunjuknya.
Mobil sampai disuatu tempat , pria yang membawanya turun dari Mobil , Etan menggunakan kesempatan tersebut untuk menggunakan kekuatannya " Sistem tingkatkan kekuatan Vitalitasku !"
[ Yes Master , Mulai Meningkatkan ......]
__ADS_1
Etan menahan dirinya sebisa mungkin agar tidak bereteriak walaupun energi spiritual yang berada didantiannya berkecamuk ,Etan sedikit lega karena ternyata siksaan yang dia terima tidak begitu menyakitkan.
Pada umumnya jika orang biasa yang melakukan terobosan , mereka akan diketahui oleh orang yang kekuatannya ada di atas mereka karena Energi spiritual yang bergejolak di dekat orang yang akan melakukan terobosan.
Tetapi Etan berbeda , karena terobosan dia dilakukan oleh sistem jadi tidak akan ada satu orangpun yang mengetahuinya.
Terdengar dentuman teredam.di Dantian Etan yang menadakan jika dia telah melakukan terobosan " Hos..hos.." Etan terengah - engah karena menahan rasa sakit yang di terimanya.
[ Peningkatan berhasil ]
[ status ]
sistem Versi : 4 / 0 / 1.000.000
Nama : Etan Clark
kekuatan : Dewa Awal / 0 / 5.000.000
Vitalitas : Dewa Awal / 0 / 5.000.000
poin Kekuatan :809.000
Koin : 993.699.8430.600.
Uang : 50.199.899.000 Varmos.
Teknik : Manipulasi Gravitasi/ petarung jarak dekat/ Langkah Cepat / Dimensi penyimpanan/
senjata : Asisten Robot / Durandal
Toko Sistem : -
inventory : Pil penyembuhan ( 5 ) ]
Etan menghela napas lega karena orang yang membawanya tidak curiga. Karena kotoran dalam tubuh Etan semuanya sudah dikeluarkan saat menjadi menerobos ke ranah setengah Dewa , jadi Etan hanya berkeringat saja saat melakukan terobosan.
Apa lagi sekarang Etan memiliki tubuh Dewa ,jadi dia juga tidak merasakan sakit yang seperti biasanya , karena tubuh dia sudah membiasakan dengan kekuatan Dewa.
Mobil tersebut bersa berjalan lagi , Etan dengan santainya tetap tenang didalam Mobil .
Tak berselang lama Mobil berhenti , Etan disuruh turun oleh pria tersebut , Etan menuruti perintah orang tersebut dengan tenang.
Etan mengerutkan kening saat melihat sepuluh orang kekar dihadapannya yang sedang berjejer rapi. dia melihat sekitar dan ternyata dia sedang berada diruangan tertutup, terlihat kaca satu arah diatas ruangan tersebut , Etan yakin jika atasan mereka sedang menonton disana.
Etan tahu apa yang akan mereka lakukan " Sistem deteksi kekuatan mereka !" ucap Etan dalam hati.
[ Yes Master , Mendeteksi...... Deteksi berhasil ,semuanya berada di ranah Setengah Dewa Awal Master !]
Etan tersenyum " Hei...!!, apa kamu yakin menyuruh mereka menghadapi aku ?!" Teriak Etan agar semua orang yang ada ditempat tersebut dengar.
Di balik kaca tersebut seorang pria paruh baya dengan seragam militer dan lencana yang bergelantungan di seragamnya menyeringai " Menarik " dia menatap Etan dengan tajam.
" Slaap !!"
__ADS_1
" Bang !
" Bang !
" Bang !
Etan menggunakan langkah cepatnya dan langsung menumbangkan sepuluh orang tersebut tanpa perlawanan.
Seketika sepuluh orang kekar tersebut terkapar berserakan diruangan tersebut , mereka bagaikan sampah yang tidak berguna dimata Etan.
Etan menatap kaca tersebut " Turunlah !, Sampah seperti mereka bukan lawanku !" Ucap Etan dingin.
Orang yang membawa Etan menggertakan giginya " Komandan biar saya yang melawannya !" ucap orang tersebut tegas.
Orang yang di panggil Komandan mengangguk , pria tersebut langsung memasuki ruangan , Etan menatap pintu ruangan tersebut yang terbuka.
Tanpa basa - basi pria tersebut langsung menerjang ke arah Etan.
" Wuuzzzz !"
" Mati kau !!" Pria tersebut menggunakan teknik pukulan besi.
Etan menyeringai , Saat pukulan orang tersebut tinggal sejengkal , Etan meangkap tangannya dan menggunakan trknik gravitasi miliknya.
" Tidak mung..." Pria tersebut terkejut , tapi belum selesai dia bicara Etan meringankan tubuh otang itu dengan teknik gravitasinya , karena semua yang disentuh Etan semuanya bisa dimanipulasi gravitasi olehnya.
" Wuungggg " Etan mengangkatnya tinggi dan membantingnya.
" Brooaaarrr !!!"
" Arghhhh !
" Hoekkk !" Pria tersebut menyemburkan seteguk darah di tempat dia jatuh , lantai tersebut retak karena benturan yang sangat keras.
" Ka..mu...." Pria tersebut pingsan ditempat.
" Prok
" prok
" prok
Pria yang dipanggil komandan bertepuk tangan , kaca yang tadi tertutup Membuka.
Terlihat banyak orang yang menyaksikan pertarungan tersebut , Etan menyipitkan matanya , dia paling tidak suka dijadikan kelinci percobaan.
" Slaaapp !" Menggunakan Langkah cepat dan teknik Gravitasinya Etan sudah berada di depan sang komandan , dia mencengkram leher komandan dengan Wajah menggelap .
.
.
.
__ADS_1
.