
Keluarga Muse benar - benar di buat merinding oleh Etan , pasalnya begitu banyak hal yang diam - diam sudah Etan siapkan.
Blaren menyikut Burdi ,Karena dari tadi Burdi tertegun , Burdi tersadar dia mencoba untuk menenangkan diri " kami tidak keberatan sama sekali dan kami akan menyambut baik kedatangan pasukan Khusus Tuan Clark dengan senang hati !"
Etan tersenyum " Baiklah kalau begitu ,jadi kita sudah sepakat " Etan mengulurkan tangannya.
Burdi bergegas menjabat tangan Etan " Senang bekerja sama dengan anda Tuan Clark "
Setelah basa - basi sebentar , Etan bertanya pada Burdi " Tuan Muse ..., sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya minta pada anda " ucap Etan serius.
" Jika masih bisa kami tangani , kami akan membantu anda dengan senang hati " jawab Burdi sopan.
" Saya ingin membuat pangkalan Militer di Provinsi Burn , tentu saja pangkalan tersebut akan di isi orang saya dan orang anda " Ucap Etan santai.
Tapi Burdi terlihat khawatir untuk menjawab pertanyaan itu , pasalnya jika Etan membuka pangkalan militer di Provinsi Burn , mereka takut jika Etan akan menguasai Provinsi Burn.
Etan merasakan Aura membunuh dari pengawal keluarga Muse pada dirinya, tentu saja Vivi merasakan hal tersebut , Vivi mau menerjang mereka langsung tapi Etan mengangkat tangannya untuk menahan Vivi.
" Tuan Muse ... apakah anak buah kalian sudah merasa hebat ?" tanya Etan sambil melayangkan sebuah kerikil di bawah kakinya yang hanya sebesar biji jagung.
" Wuuzzzz
" Slaaaappp
" Bruuggg !!" Seketika seorang pengawal roboh dengan lubang kecil di dahinya.
Bele yang notabenya tidak pernah ikut dalam medan pertempuran , dia sangat ketakutan saat melihat salah satu pengawal terbaik keluarga Muse tewas hanya dengan kerikil.
' glek ' Blaren ,Burdi dan yang lainnya menelan ludah , Etan mampu membunuh Ranah Dewa akhir tanpa terlihat oleh mata telanjang.
Blaren yang melihat gerakan Etan, jika Kerikil yang dilemparkan Etan di balut api , walau hanya sekilas ,tapi Blaren melihatnya dengan jelas.
" Tuan Clark ,kurasa ini hanya salah paham kami..."
__ADS_1
" Sudahlah tidak usah berbasa - basi lagi , aku beri kian waktu satu hari untuk berpikir , jika kalian tidak bisa berarti hubungan kerja sama kita mungkin akan sedikit lebih panas , maaf aku harus pergi ketempat lain !"Etan yang tadinya menaruh hormat , dia sekarang sedikit kesal , karena di keluarga Muse juga ada orang - orang yang sikapnya Etan benci , padahal dia bermaksud bersikap baik pada mereka.
Para tetua keluarga Muse saling memandang , Burdi menatap kepergian Etan dengan tidak berdaya " Kenapa kuta harus membawa mereka !, lihat semuanya di kacaukan kalian !! " Burdi meraung marah pada 13 pengawal yang tersisa.
" Ayah... apa artinya kita di musuhi Tuan Clark ?" Tanya Bele ketakutan.
Burdi menghela napas " Entahlah ... mari kita berdo'a agar Tuan Clark tidak marah pada kita "
Bele membulatkan tekadnya , dia berdiri dan lagsung mengejar Etan " Tuan Clark tunggu !" teriak Bele sambil berlari.
Etan dan Vivi menghentikan langkahnya ,dia menoleh kebelakang ,Terlihat gadis imut dengan gaun Warna Krem sedang mengejar mereka.
" Tuan Clark tolong maafkan kami , aku , aku.. rela menyerahkan hidupku untuk anda ,asal anda mau memaafkan kami " ucap Bele sambil bersimpuh di hadapan Etan.
Etan terkejut dengan tindakan Bele , begitu juga Burdi, Blaren dan yang lainnya , mereka.sebelumnya tidak lernah melihat Bele setakut itu , walaupun dia berhadapan dengan Keluarga Darknes yang notabenya keluarga Nomor satu ,dia tidak pernah menundukan kepalanya apa lagi bersimpuh seperti itu.
Etan menghela napas " Apa yang kamu lakukan cepat bangun !" Etan memapah Bele untuk berdiri , pasalnya Etan tidak suka menindas Wanita kecuali jika dalam kamar.
" Tuan Clark , aku hanya ingin anda memaafkan keluarga saya , saya yakin jika Ayah dan yang lainnya tidak bermaksud memusuhi anda , hanya ada sedikit kesalah pahaman " Ucap Bele lembut.
" Karena pengawal ta...."
Etan menggelengkan kepalanya memotong ucapan Bele " Karena kalian terlalu banyak berpikir tentangku , bilang pada keluargamu , aku orang yang simpel ,jiika di hargai aku akan menghargai , jika di curigai... kamu tahu sendiri jawabannya " Setelah mengatakan itu Etan langdung berlalu pergi bersama Vivi.
Bele terkejut dengan jawaban Etan , pasalnya Etan marah bukan karena dia merasakan hawa membunuh pengawalnya . Melainkan karena keluarganya tidak percaya pada Etan.
Burdi menghampiri Bele " Bele apa yang kamu lakukan ? "
" Ayah !, Apa benar kalau kalian tidak percaya dengan Tuan Clark ?" Bele malah balik bertanya pada Ayahnya.
" Bele apa maksud kamu ?" Burdi belum mengerit apa yang Bele katakan.
Bele menghela napas " Ayah .. itu tadi pertanyaan Tuan Clark , apa benar jika anda tidak percaya dengannya ?"
__ADS_1
Burdi membelalakan matanya tidak percaya , karena Etan ternyata bisa menebak semua isi pikiran mereka , Burdi menatap Mobil Etan yang sudah semakin menjauh dengan Sendu.
Sementara itu di dalam mobil ,Vivi bertanya pada Etan " Tuan Clark , apa anda yakin meninggalkan mereka begitu saja ?"
Etan tersenyum " Bukankah kamu sudah tahu jawabannya ?, Mereka bukanlah orang bodoh , aku yakin besok mereka akan menelpon kamu , Setelah itu keputusan aku serahkan kepadamu Vivi " jawab Etan Yakin.
Vivi mengangguk mengerti , pasalnya dia juga tahu jika Keluarga Muse tidak mungkin berani melawan Etan .
Mobil Etan melaju cepat menuju pemukiman Vruiz , Etan ingin melihat lagi bagaimana perkembangan pemukiman Vruiz.
Saat sampai disana Etan dikejutkan dengan bangunan pertokoan yang sudah hampir rampung , hanya tersisa beberapa Toko yang masih digarap , juga seper empat tanah yang di persiapkan untuk membangun sebuah taman.
Tenda - tenda juga terlihat sudah tidak ada , Semua warga sudah berpindah ke sebuah rumah yang sudah disiapkan oleh Levi.
Etan menatap kagum kantor pertokoan Vruiz , Walaupun Cuma berdiri delapan lantai , tapi kantor tersebut terlihat menonjol , pasalnya bangunan tersebut yang paling tinggi diantara yang lainnya.
Etan dan Vivi langsung menghampiri kantor , terlihat sudah ada karyawan disana , Lindri ,Wili dan Sindi juga sudah bekerja ditempat tersebut.
Mereka terlihat sangat sibuk , pasalnya walaupun kantor baru buka beberapa hari , tapi sudah ada beberapa pedagang yang langsung berebut tempat tersebut, termasuk orang - orang yang Etan rekomendasikan tentunya.
Etan tidak berniat mengganggu pekerjaan mereka , jadi dia hanya melihat sekilas dan mengunjungi Warga Vruiz.
Etan tersenyum saat melihat warga Vruiz yang sudah tidak terlihat dekil lagi , sekarang mereka mengenakan pakaian yang layak .tidak seperti pertama kali Etan bertemu mereka.
Etan menatap barisan rumah warga Vruiz yang tertata rapi , terlihat rumah paling besar disana , Etan sangat yakin jika rumah tersebut milik Sane , pasalnya Etan menyuruh Levi untuk membangun rumah Sane dua lantai , Karena Sane merupakan kepala desa dan orang pertama yang Etan kenal di Bumi , jadi Etan ingin berterimakasih dengan memberinya sedikit lebih dari yang lain.
.
.
.
.
__ADS_1
.