Sistem Over Power

Sistem Over Power
Awal Pertemuan dengan pemimpin Keluarga Kuat


__ADS_3

Di timur hutan Hill, dibawah lereng gunung, terlihat sebuah pedesaan yang mayoritas penduduknya pengguna kekuatan.


Kakak, beradik yang tadi mengawasi Etan dan Vivi sampai di Desa tersebut dengan tergesa - gesa.


Mereka berdua bergegas masuk kedalam rumah yang oaling besar diantar rumah lainnya.


Mereka berlutut sambil menangkupkan tinju " Patriak, salam !"


Pria sepuh dengan dengan rambut dan jenggot panjang yang sudah memutih mengangkat tangannya, menandakan jika dia menerima salam tersebut.


" Kalian terlihat ketakutan, ada apa ?" tanya pria sepuh santai.


Orang yang dipanggil kakak menjawab " Patriak, kami melihat seseorang yang mampu menggunakan teknik spesial tapi bukan cuma satu saja, dia menguasai berbagai teknik yang menakutkan !"


Si adik menimpali " Benar patriak!, kami melihat dengan mta kepala kita sendiri, orang tersebut benar - benar menakutkan !"


Patriak mengelus jenggot putihnya " Apakah kalian yakin dengan penglihatan kalian ?" tanya Patriak masih dengan suara yang tenang.


Kakak beradik tersebut mengangguk bersama, karena mereka memang melihat dengan jelas kekuatan Etan yang diluar nalar.


Tapi untung saja mereka tidak melihat kekuatan Etan yang Versi full power, karena saat mereka datang Etan sedang berlatih mengendalikan skala serangannya.


Jika kakak beradik tersebut melihat kemuatan Etan yang sebenarnya, mungkin mereka akan syok, karena hanya Etan yang memiliki teknik seperti itu di Bumi.


Patriak tersenyum " Kalian boleh pergi " ucap Patriak lembut.


Kakak beradik tersebut menangkupkan tinju kembali sebelum meninggalkan ruangan patriak.


Patriak menghampiri sebuah kamar, disana terlihat seorang Wanita cantik, parasnya bagaikan bidadari, dia terbaring lemah diranjang, tubuhnya kurus kering hanya tersisa tulang dan kulit saja.


" Cucuku, Kamu beruntung, sepertinya orang yang akan menyelamatkan keturunan keluarga kita telah muncul, kakek janji akan membawa dia kemari dengan cara apapun !" pria tersebut menggenggam tangan Wanita itu dengan penuh tekad.


****


Sementara itu Etan sudah dibawa pulang oleh Vivi, Vivi dengan telaten membasuh tubuh Etan dengan air hangat, dia juga menggantikan baju Etan.

__ADS_1


Etan belum membuka matanya, karena dia terlalu banyak kehilangan energi spiritualnya, Walaupun sebenarnya jika dia sadar, poin kemuatannya bisa digunakan untuk mengisi energi spiritualnya.


Etan terlelap sampai pagi, Vivi menemani Etan disampingnya, dia sudah seperti istri sah Etan.


Saat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, Vivi beranjak dari tempat tidurnya, karena dia menerima telepon dari Levi jika satu buah Helikopter yang diminta dikirim secepatnya sudah tiba di Lorian.


Vivi berniat mengambil Helikopter tersebut dan membawanya kehalaman belakang Vila yang tempatnya luas, sambil menunggu Etan bangun.


Benar saja setelah Vivi membawa Helikopter pada jam 10 siang di halaman belakang Vila, Etan yang mendengar suara Helikopter langsung terbangun.


Etan beranjak dari tempat tidurnya sambil memegang kepala, dia melihat keluar dari jendela untuk melihat Helikopter dihalaman belakang.


Etan tersenyum saat melihat Vivi keluar dari Helikopter, dia kemudian bergegas membersihkan diri.


Saat Vivi memasuki kamar, Etan sedang memakai pakaiannya " Tuan Clark, bagaimana kondisi anda ?" tanya Vivi lembut.


" Aku sudah tidak apa - apa, ayo berangkat !" ucap Etan tegas.


Vivi menganggukan kepalanya, Etan berpamitan pada Ceril terlebih dahulu, karena dia akan pergi keluar negeri.


Ceril mengangguk mengerti, pasalnya dalam pikiran Ceril, jika orang seperti Etan memang memiliki banyak pekerjaan seperti orang kaya pada umumnya, apa lagi sekarang Etan sudah memiliki Clark Industries yang menguasai seluruh provinsi Longtown, jadi Ceril yakin kalau Etan memiliki bisnis lainnya di luar negeri.


Hanya butuh waktu penyebrangan Laut selama setengah jam, Helikopter sampai di Provinsi Burn, pasalnya Provinsi Burn hanya dipisahkan oleh laut dengan Provinsi Longtown.


Jika nanti jembatan antara provinsi Longtown dengan Provinsi Burn sudah jadi, maka orang yang akan bepergian ke kedua provinsi tersebut akan sangat mudah.


Etan memandangi Kota yang ada di Provinsi Burn, dia sangat takjub karena kota - kota di Provinsi Burn sangat rapi dan bersih, tidak seperti kota - kota di provinsi Longtown.


Setelah Lima belas menit, akhirnya Helikopter sampai dikota Musin, tempat kediaman keluarga Muse berada.


Saat Helikopter Etan mendekat, terlihat Burdi, Dorti, Bralen dan beberapa anggota keluarga Muse menyambut mereka.


Helikopter mendarat dihalaman Mansion euarga Muse, Etan dan Vivi turun dari Helikopter dengan Santai.


Dorti bagaikan anjing yang bertemu dengan majikannya, dia langsung berlari menyambut Etan dengan hormat.

__ADS_1


Etan tersenyum puas, karena menurutnya Dorti bisa memegang kata - katanya, dia tanpa malu menunduk pada Etan yang notabenya masih lebih muda dari Dorti.


SetelahEtan sampai didepan anggota keluarga Muse, mereka semua menunduk hormat bagaikan bawahan yang bertemu rajanya.


Loan dan beberapa keluarga Kuat yang ikut dengannya mereka terkejut karena keluarga Muse benar - benar sudah tunduk pada Etan.


" Tuan Loan, sepertinya dia memang sangat kuat, saya tidak bisa melihat ranah kultivasinya " Ucap Lilian senang.


Loan menghela napas " kamu benar Lilian, dia bukan pemuda biasa, ingatlah jangan buat masalah degannya !"


Semua keluarga kuat yang ikut Loan mengangguk mengerti, karena jika Loan saja tidak berani menyinggungnya bagaimana dengan mereka yang notabenya masih lemah dibanding Loan.


Etan dan rombongannya masuk kekdiaman keluarga Muse dengan dipandu Bralen langsung, dia langsung dibawa ketempat pertemuan yang merupakan ruang rapat keluarga Muse.


Semua anggota keluarga kuat duduk, Loan yang awalnya duduk di kursi ketua, dia berdiri dan mempersilahkan Etan duduk ditempatnya.


Jelas saja tindakan tersebut membuat keluarga Lainnya sedikit tidak suka " Tuan Loan apa yang anda lakukan ?, dia belum pantas memimpin kita !" ucap Malvin sambil berdiri.


Vivi hampir saja meledak, dia sudah akan menerjang langsung Malvin, tapi Etan menahannya " tenanglah Vivi " ucap Etan santai.


Etan duduk ditempat Loan, dia sengaja ingin tahu siapa orang yang tidak punya sopan santun, walaupun mereka lebih tua, tapi Etan tidak berniat menghormati mereka jika dia juga tidak dihormati. Karena dengan begitu, tidak ada yang akan menganggapnya remeh.


" Anak muda kamu ja...." Suara Malvin tercekat ketika dia merasakan bahaya yang sedang mengincarnya.


Loan menatap Etan yang menodongkan jarinya bagai pistol pada Malvin, dia melihat Elemen angin dan Api sebesar kelereng yang berputar di pucuk jari Etan.


' glek ' Loan menelan ludah " dia juga bisa menggunakan dua Elemen secara bersamaan ?, astaga.. apakah dia monster !" gumam Loan dalam hati.


Kening Malvin berkeringat dingin, tapi Lilian berdiri dan menundukan kepalanya " Tuan Clark, mohon maafkan dia, mulutnya memang selalu lepas kendali " Lilian berkata dengan sopan.


Etan menghela napas " prinsipku, jika ingin menjadi musuhku aku akan langsung membunuhnya, jika menjadi temanku aku akan memberikan sesuatu yang menguntungkan untuknya !, Walaupun kalian lebih tua dariku, tapi jika kelakuan kalian seperti dia, sama saja kalian bagaikan orang bodoh di hadapanku !!"


Etan tidak mau berbasa - basi, karena dia bukan orang naif yang akan terus mengalah jika digertak !, kekuatanya sudah melampaui semua orang yang ada di Bumi jadi dia tidak takut dengan apapun.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2