Six Of Foxes (Enam Rubah)

Six Of Foxes (Enam Rubah)
Krista


__ADS_3

Pukul dua siang. jika dipikir-pikir, Lin belum akan memasuki Easd. Begitu pula Ken. Biasanya Krista bekerja di toko kue, Ken membuka toko kue di berbagai tempat, bisa dibilang dia pengusaha. Tapi di sudut pandang Krista, Ken adalah pencuri. Krista hari ini tidak punya tujuan untuk beraktivitas, dia tidak mungkin menunggu Lin berjam-jam di Easd. Krista juga sedang tidak ngantuk, jika mencoba untuk tidur matanya akan pegal. Krista berteriak lirih sambil menepuk kedua pipinya. Akhirnya, Krista memiliki sesuatu untuk dikerjakan, dia akan mencari tahu apa itu peninggalan Griech.


    Kali ini Krista tidak akan memanjat bangunan, memanjat akan membuatnya sampai di tujuan. Sedangkan Krista hari ini butuh sesuatu untuk menghabiskan waktu. Berjalan mungkin bisa membuatnya tenang. Krista akan menikmati setiap jalan yang dia lewati. Meskipun ramai, hal itu seperti sepele saja. Kebiasaan di Krisbow. Biarpun berjalan, Krista tetap akan menggunakan rute tercepat, malas tinggal di dalamnya,


    Perpustakaan yang besar, lantas Ken suka. Semakin dekat ke perpustakaan, semakin banyak pula kepolisian Kardolla. Bahkan di dalam perpustakaan. Krista memang buronan, tapi wajahnya tidak menjadi bukti untuk kejaran. Dia hanya dikenal sebagai si kucing Krisbow, datang diam-diam dan pergi tanpa ketahuan. Sejarah peninggalan ada di lantai dua, Krista sedang menuju dimana tempat biasanya Ken berada. Bagian buku-buku sejarah. Ken tahu segalanya, tapi dia tidak merasa puas. Jika sampai membuat dia menjadi kutu buku, pasti ada sejarah yang masih menjadi misteri menurutnya.


    Griech. Bukunya sangat tebal dan lebar. "Ternyata desaku benar-benar punya sejarah, apa jangan-jangan Ken sudah baca?" Krista membuka lembar demi lembar. Mencari isi yang penting-penting saja, tapi dia tidak sekilas seperti Ken. Tidak menemukan apa-apa. "Seharunya aku membacanya saja---" Krisa menemukan bab yang membuatnya penasaran. Kristal penghidupan. Bab itu sebanyak enam belas lembar dan, Krista harus membaca itu semua.


    Sekitar Seratus tahun yang lalu, ada bermacam-macam monster hebat di bangsa Kalterville, mereka berwujud manusia. Bisa dibilang bangsa para monster. Raja Air, Raja Tanah, Raja Angin, Raja Api, Raja Kemarahan, Raja Es, Raja Garam, Raja Bayangan, Raja Petir, dan Raja darah. Semuanya memiliki kekuatan karakteristik. Mereka muncul ketika ada belasan sesuatu seperti api jatuh dari langit, kejadian itu membuat gempa di berbagai bangsa dan membuat kerusakan parah. Setelah dua bulan berlalu, monster-monster bermunculan dan menyerang di bermacam-macam bangsa. Termasuk bangsa Kalterville.


    Raja Air dan Tanah memipmpin di bangsa ini, dan mempunyai ratusan monster besar sebagai pasukannya. Kalterville salah satu bangsa yang telah mencakup berita tentang bangsa para monster. Selama dua puluh tahun, para leluhur kita telah membangun lima lapis tembok dan, berkolaborasi dengan bangsa-bangsa lain yang masih aman. Knuddelbär adalah bangsa yang paling parah sejak awal. Sebagian besar kotanya dijatuhi tepat di tengah-tengah. Bangsa Bärchen, Juwel, dan Liebling telah habis dibantai. Para pahlawan bersatu untuk membasmi monster dan mengalahkan Raja Air dan Tanah. Jutaan manusia berguguran dan tokoh-tokoh besar juga telah hening.


    Generasi tiap generasi melawan monster berpuluh-puluh tahun. Dmitry, Gavriil, Marlen, Rostislav, Sasha, Kristina, dan masih banyak lagi. Konon para pahlawan kami berjuang berasama jutaan prajurit. Di saat keadaan benar-benar genting, salah satu prajurit milik *Sasha**mengalahkan kedua Raja tersebut. Orang itu adalah andalan Sasha sekaligus muridnya. Pertama-tama, mereka mengalahkan Raja Air lalu Raja Tanah, perlu jutaan orang untuk mengalahkan mereka. Setelah para Raja dikalahkan. Mereka menggunakan kekuatan para Raja untuk membunuh sisa-sisa monster yang masih berkeliaran, termasuk mengalahkan Raja. Setelah bertahun-tahun para pahlawan berperang, mereka menyimpan kekuatan itu dalam bentuk Kristal. Yang bernama Kristal Griech, menyuburkan tanah dan menjernihkan air*.

__ADS_1


    Itu kesimpulan yang Krista ingat.


>><<>><<>><<


    Krista mempunyai ingatan seperti gajah. Ken memberi tugas kepada krista semaksimal mungkin satu kali omongan. Lain cerita kalau Tera yang disuruh, minimal harus dua kali. Krista jarang membaca buku, selama ini apa yang dia baca sebenarnya tidak ada arti sama sekali. Jalan hidupnya ada di sini sekarang, bukan sebagai guru. Membaca tadi membuat mata Krista ingin menutup. Tapi Krista tidak tahu apakah ayah ibunya akan bangga dengannya. Yang dia inginkan adalah pulang ke rumah, tapi sebelum itu dia harus memburu para penjual budak.


    Hari menjelang sore, berpapasan dengan Krista yang sedang melewati dermaga. Sebelah kirinya adalah laut luas yang menuju ke Juwel jika pergi tepat ke arah barat. Matahari tenggelam itu seperti masa kecil, dipandang dengan heran bukan hanya karena indah tapi karena ia datang sebentar. Keindahan tidak bertahan lama. Seharunya jam segini Easd sudah ramai. Krista harus cepat-cepat pulang dan memberitakan kejadian tadi kepada Lin, atau Ken sudah memberitahukan kisahnya kepada Lin. Krista tetap tidak akan berjalan di atas genting, dia akan melewati jalan biasa layaknya orang yang sedang berjalan. Tapi jika Ken sendiri yang menyampaikan kejadian tadi, entah apa yang akan dia lakukan.


    Krista sampai di muka Easd. Seperti dugaannya, tempat itu akan ramai. Teman-temannya sedang berkumpul di sana, biarpun mereka penjahat, sifatnya tidak garing. Krista melihat Tera sedang menyaksikan adu panco di sana. Ia berjalan menuju kantor Lin, harus naik anak tangga yang berliku-liku. Krista mengetok pintu.


    "Pak, apakah Ken datang menemui anda?" Tanya Krista.


    "Tidak, mungkin dia sudah mati."

__ADS_1


    Bagus, pikir Krista.


    "Jika Ken tidak datang, apakah misinya gagal?" Lin bertanya dengan Krista, tapi matanya fokus membaca buku.


    "Benar, dia gagal."


    "Sangat mengagetkan," aslinya tidak bagi Lin, kelihatanya santai sekali.


    "Tapi dia sengaja," terus Krista. "Ken mengincar si aktor, dan ternyata si aktor selama ini tinggal bersama kita. Riper orangnya."


    Seketika menjadi hening, Lin mencampakkan bukunya dan menatap Krista. "Kalau itu tadi benar mengagetkan, aku jadi kehilangan pekerja handal, lagi. Ya sudah nak, beristirahatlah."


    Krista keluar dan menuju ke ruangannya yang kecil. Dia ingin sekali menatap bulan lewat cendela hari ini, minum teh, dan tidur dengan nyenyak. Tapi rasa cemas muncul dibenak pikiran Krista. Ken belum saja datang dan ini membuatnya sedikit cemas.

__ADS_1


    Lebih baik Krista mencari Ken. Dia seharunya sudah berada di kantornya, hal ini membuat Krista resah. Jika Ken benar-benar tidak ada, tujuan hidup Krista akan berakhir. Saat Krista keluar dari wilayah, dari kiri trotoar Ken berjalan menuju ke arahnya. Krista tersenyum tapi berpindah menjadi memfokuskan matanya ke dagu Ken. Anehnya dia berjalan dengan gembira, meski dia tidak tersenyum.


    "Demi Dewi Shi, kejadian apa yang menimpamu Ken?"


__ADS_2