Story Of Life

Story Of Life
My New Life


__ADS_3

Lizzy dan Winny menunggu pesanannya tiba.


" Winny?" tanya pria yang duduk disamping meja Lizzy dan Winny. Winny yang terkejut sontak menoleh ke arah sumber suara.


" Kevin? Apa kabar?" kata Winny yang langsung berdiri dari duduknya dan menyalami pria yang bernama Kevin itu.


" Baik Win.. Wahh kamu sama siapa itu? Cantik sekali." ujar Kevin.


" Ini putriku Vin, Lizzy kemari sayang." ucap Winny.


Lizzy pun menghampiri mamanya dan langsung menyalami teman mamanya itu.


" Lizzy." ucap Lizzy.


" Kevin Wang. Win, sudah lama sekali kita tak bertemu, duduk di mejaku saja, aku kebetulan sedang makan sendiri hari ini. Gimana?" tanya Kevin.


" Kamu gak keberatan kan sayang?" tanya Winny pada Lizzy.


" Enggak koq ma." jawab Lizzy.


Lalu mereka pun duduk bersama sambil menunggu makanan datang.


" Kamu udah pesen Vin?" tanya Winny.


" Udah, ini lagi nunggu juga koq." jawab Kevin.


" Nak, om Kevin ini seorang dokter juga loh, sekarang dia jadi pengusaha tapi masih dibidang medis juga, istrinya bernama Melani dia seorang apoteker juga dia juga CEO perusahaan obat." terang Winny.


" Emmm gitu mah.." saut Lizzy.


" Melan dimana Vin? Gak ikut dia?" tanya Winny.


" Biasa dia sibuk ngurus perusahaannya Win. Aku dah lama juga gak ketemu sama Randy. Kamu tuh ya udah lama gak ketemu tau tau ketemu bawa anak gadisnya hahaha." ujar Kevin.


" Iya aku sama Randy juga udah lama gak ketemu kamu sama melan.. Hahaha kan sekarang udah aku kenalin anakku sama kamu Vin. Oh iya anak anak mu gimana kabarnya?" tanya Winny.


" Mereka pada baik Win." jawab Kevin.


" Sekolahnya gimana?" tanya Winny.


" Anakku kuliah di Harvard Win." jawab Kevin.


" Wah, Lizzy juga mau kuliah di Harvard sama bidang kedokteran juga tuh." saut Winny.


" Hebat dong kalau gitu, nanti bisa ketemu kalian disana tapi dia kating kamu." kata Kevin.


" Haha iya om." jawab Lizzy dengan canggung.


Tak lama kemudian makanan merekapun datang, dan setelah makan dan berbincang bincang, mereka pun berpamitan. Lizzy dan Winny langsung berjalan menuju lobby dan menelepon pak Jarwo bahwa mereka sudah selesai.


Pak Jarwo menjemput mereka di Lobby mall dan segera melaju ke arah rumah keluarga Surya Atmaja. Setelah sampai rumah, ternyata Randy sudah pulang dari kantornya.

__ADS_1


" Hallo para malaikatku. Sudah beli keperluan yang papa suruh untuk besok?" sapa Randy.


" Hai pah, sudah koq, mama sudah membelikan ku barang barangnya pah. Terimakasih." ucap Lizzy sambil memeluk Randy.


" Sama sama sayang." kata Randy.


" Papa nya doang yang dipeluk? Mama enggak?" canda Winny.


" Hahaha aku sayang kalian." ucap Lizzy pada Winny dan Randy.


" Yasudah sayang, kamu istirahat gih pasti cape." kata Winny.


" Iya mah. Lizzy naik ke atas dulu ya." kata Lizzy.


" Oke sayang, selamat malam, istirahat yaa." kata Winny.


Lizzy pun masuk ke kamarnya dan tak lama terdengar ketokan dari luar pintu kamar Lizzy.


tok tok tok


" Masuk." saut Lizzy.


" Permisi non, ini belanjaan yang tadi, kata nyonya taruh di kamar non Lizzy saja." kata pak Jarwo.


" Oh iya pak, lupa saya, taruh saja di kursi itu. Terimakasih ya." kata Lizzy.


" Iya non sama sama." kata pak Jarwo sambil keluar dan menutup kembali pintu kamar Lizzy.


Setelah selesai mandi, Lizzy pun membawa barang barangnya dari kursi menuju kasurnya yang besar untuk dirinya yang tidur sendiri. Ia pun mengambil Iphone nya yang tadi dibelikan oleh mama Winny. Ia pun mulai mempelajari hal hal baru di Iphone tersebut.


Jam sudah menunjukkan jam 11 malam karena sangkin asiknya Lizzy melihat lihat Iphone dan laptopnya. Ia pun menaruh barang barangnya di samping tempat tidurnya dan ia pun tertidur.


################


Matahari telah terbit yang menembus kedalam kaca jendela kamar Lizzy yang terdapat balkon. Lizzy pun bangun dan ia pun duduk di balkon tersebut sambil melihat lihat keadaan perumahan pada pagi hari ini. Setelah puas melihat lihat view yang amazing, Lizzy masuk ke kamar mandi untuk memulai aktivitas paginya.


Lizzy turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tuanya, dan ternyata Winny dan Randy sudah lebih dahulu berada di meja makan.


" Morning pah, mah." ucap Lizzy.


" Morning sayang." saut orang tua Lizzy.


" Makan dulu sini sayang, abis ini mau bicara sama kamu." kata Randy.


" Oke pah" saut Lizzy.


Mereka pun sarapan, dan setelah selesai Lizzy ingin membawa piring bekas makannya ke dapur.


" Sayang, biar mbak nya aja yang beresin ya. Kamu ikut mama aja ke kamar mama dan papa." ajak Winny.


" Oke mah." jawab Lizzy.

__ADS_1


Dikamar orang tua nya, Lizzy melihat bahwa Randy sudah berada didalam kamarnya terlebih dahulu.


" Masuklah sayang dan duduklah di situ." kata Randy sambil menunjuk ke arah sofa besar yang di desain sebagai ruang tamu kecil dikamarnya.


Lizzy pun mengangguk dan duduk disana. Randy menghampiri Lizzy sambil membawa amplop berwarna cokelat.


" Zy sayang, ini papa sudah urus identitas mu dari Lizzy Gunawan menjadi Lizzy Surya Atmaja mengikuti nama keluarga papa, dan ini adalah Akta Lahir, KTP, SIM, serta Pasport atas nama kamu. Kamu bisa gunakan ini sebagai identitas kamu kedepannya." kata Randy.


" Wah, terimakasih pah, Lizzy jadi merepotkan papa." jawab Lizzy.


" Tak apa nak, dan ini adalah kartu kredit papa yang sudah papa serahkan atas nama kamu untuk kamu gunakan belanja apa saja yang kamu mau." ujar Randy sambil menunjukkan 5 kartu kredit dari 5 bank yang berbeda.


" Pah, ini terlalu berlebihan." ucap Lizzy.


" Ambil lah sayang, ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada anak kami satu satunya. Dan mulai sekarang kamu resmi menjadi anak kami nak." kata Winny yang duduk disamping Lizzy.


" Baik mah pah." kata Lizzy.


" Simpan ini baik baik nak di dalam kamarmu dulu, karena ini sudah menjadi hakmu. Dan turun kebawah setelah itu." kata Randy.


" Iya pah." saut Lizzy.


Lizzy pun kembali menuju kamarnya untuk menyimpan KTP, SIM, dan kartu kreditnya ke dalam dompet, dan menaruh pasport serta akta kelahirannya ke dalam nakas samping tempat tidur Lizzy. Setelah semuanya beres, Lizzy pun turun ke bawah.


" Ayo nak, kita keluar." ajak Randy.


Mereka berjalan menuju perkarangan rumah, dan terdapat mobil Honda HRV warna putih yang masih baru di halaman tersebut.


" Mobil siapa ini pah? Apakah kita kedatangan tamu?" tanya Lizzy bingung.


" Tidak sayang, itu adalah mobil kamu, kami membelinya untukmu. Dan ini kuncinya. Mulai sekarang, kalau kamu ingin kemana mana pakailah mobil itu." kata Randy.


" Tapi pah, aku gak bisa nyetir." kata Lizzy.


" Ya hari ini kamu belajar sayang, dan SIM yang papa berikan ke kamu itu adalah SIM nembak hahaha. Karena papa mu gak mau kamu ngulang ngulang terus saat test mengemudi." ucap Winny.


" Mah, pah, ini terlalu berlebihan, aku bisa naik ojol atau angkot koq." kata Lizzy.


" Tidak sayang, lebih irit untuk mengunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum." kata Winny.


" Terimalah sayang, ini adalah hadiah untuk kamu." kata Randy.


" Terimakasih banyak mah, pah." ucap Lizzy sambil menangis.


" Cup cup jangan nangis sayang." kata Winny.


" Aku gak nangis mah, hanya terhura, eh maksudnya terharu." jawab Lizzy.


Hahahaha yaudah yuk papa ajarin kamu nyetir.


Saat hari sudah sore, mereka pun kembali ke rumah dengan kondisi Lizzy yang sudah mulai lancar menyetir berkat ajaran papanya. Mereka pun bersiap siap untuk menuju acaranya Randy.

__ADS_1


*** Hay guys, terimakasih telah membaca novelku, semoga kalian suka yaa, kalau kalian suka klik tombol like nya dan jangan lupa komen yaa.. Happy reading 😊😘❤ ***


__ADS_2