
Mentari mulai menampakkan cahayanya melalui balik gorden jendela kamar Lizzy. Lizzy membuka matanya untuk melihat sekitar.
" Waduh, kemarin gw ketiduran brarti pas teleponan sama Yohan. Astagah ga enak banget deh jadinya." ucap Lizzy. Lalu ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga menggosok gigi, setelah selesai, ia pun bersiap untuk turun kebawah sarapan bersama orang tuanya.
" Morning ma, pa" ucap Lizzy.
" Good morning anak mama yang cantik." saut Winny.
" Morning sayang." ucap Randy.
" Duduk sini nak, sarapan dulu." ajak Winny.
" Oke mah." kata Lizzy dan duduk di mejanya untuk segera sarapan. Sarapanpun selesai dan Lizzy membawa piring kotornya termasuk punya Winny dan Randy ke dapur. Lalu Lizzy pun kembali ke ruang makan dan tak melihat mama papa nya disana, lalu ia pun melihat ke arah ruang tamu.
" Mah, Lizzy boleh gak olahraga di taman dpan komplek?" tanya Lizzy.
" Boleh sayang. Tapi maaf loh mama gak bisa nemenin kamu, soalnya ada temen papa yang mau dateng." jawab Winny.
" Iya mah gapapa Lizzy sendiri aja. Lizzy siap siap dulu ya mah." ucap Lizzy sambil berjalan ke atas menuju kamarnya. Lizzy pun mengganti outfit nya dengan celana sport hitam panjang, jaket hoodie hitam, dan juga sepatu olahraga yang berwarna putih, ia pun mengikat rambutnya dengan kuncir kuda. Setelah selesai berpakaian, Lizzy mengambil uang di dompetnya sebanyak 50rb lalu ia menaruhnya disaku celana serta juga membawa ponselnya dan juga membawa earphone untuk menemaninya. Lizzy pun turun ke bawah.
" Mah, Lizzy jalan dulu ya." ucap Lizzy.
" Iya sayang, jangan lama lama ya cepet pulang." saut Winny.
" Iya mama ku sayang." kata Lizzy sambil berjalan keluar gerbang. Ada garasi di belakang pintu gerbang yang sengaja dibuka untuk para pelayan bersih bersih disana. Lizzy melihat ada sepeda yang terlihat masih bagus. Lizzy pun ingin mencobanya dan menanyakan kepada Winny di dalam rumah.
" Mah, itu sepeda di garasi apakah masih terpakai?" tanya Lizzy.
" Masih sayang, kadang papa mu suka olahraga pakai sepeda itu untuk keliling di taman komplek. Kenapa?" kata Winny.
" Lizzy boleh pinjem gak mah? Mau bersepeda juga di komplek." kata Lizzy.
" Ya boleh dong sayang, apa sih yang enggak buat kamu? Tapi itu kan sepeda laki laki sayang, apakah kamu bisa pakainya?" tanya Winny.
" Bisa koq mah kan Lizzy bisa mengendarai motor, jadi Lizzy juga bisa sepeda kaya gitu hehehe." saut Lizzy.
" Yasudah hati hati ya jangan jatoh." kata Winny.
" Oke, mama tenang aja. Lizzy pamit dulu ya." kata Lizzy sambil mencium pipi Winny dan berjalan keluar. Winny yang melihat hal itu hanya tersenyum.
Lizzy pun mengambil sepeda itu dan menuntunnya ke luar pagar.
" Non Lizzy mau kemana?" tanya Pak Bambang yang adalah satpam di rumah Lizzy.
" Saya mau olahraga pak ke taman komplek." jawab Lizzy.
" Oh gitu. Yasudah. Hati hati ya non." kata Pak Bambang.
Lizzy pun mengangguk dan berjalan keluar rumah. Lizzy memasang earphone di telinganya dan sambil mengendarai sepeda. Karena ini hari minggu, taman di komplek rumah Lizzy pun ramai.
Lizzy pun berkeliling komplek rumah dengan sepedanya. Lizzy melihat ada tukang es krim di taman tersebut, karna ia itu ice cream lovers, ia pun membeli dan memakannya di taman itu.
###########
Di rumah keluarga Wang.
Keluarga Wang kedatangan tamu yang tak lain adalah Ivan dan Gina yang datang bersama anaknya juga yaitu Yohan. Lalu Kevin dan Melan pun menyambut mereka di halaman rumah keluarga Wang.
__ADS_1
" Selamat datang di rumah keluarga Wang Ivan, dan Gina. Silahkan masuk." kata Kevin.
" Hai Vin, Mel, apakabar?? Sangat sulit sekali untuk bertemu dengan kalian." sapa Ivan. Gina dan Melan pun saling berpelukan.
" Kita baik Van, hahaha kami sibuk untuk mengurus pekerjaan kami. Kalian kemana saja susah untuk dihubungi." saut Kevin.
" Aduh Vin, aku rasa kalian tidak meniat menghubungi kami untuk bertemu hahahaha." canda Ivan.
" Hai om, tante." sapa Yohan.
" Hai Yo. Kamu sudah besar ya hahaha." kata Melan.
" Iya tante masa kecil mulu hahaha. Oiya, Edward mana tante?" tanya Yohan.
" Ada di atas tuh, ke sana aja." kata Melan.
" Oke. Yohan ke kamar Edward dulu tante." kata Yohan sambil berjalan memasuki rumah keluarga Wang dan langsung naik ke atas kamar Edward.
Memang Yohan dan Edward telah bersahabat sejak kecil, karena umur mereka sama sehingga mereka pun satu sekolah dari TK sampai SMA dan berpisah karena mereka kuliah di tempat berbeda.
tok tok tok
" Masuk." kata Edward dari dalam kamarnya.
ceklek. Pintu pun terbuka.
" Hai bro, apa kabar?" sapa Yohan.
" Haii.. Baik baik. Lu apa kabar Yo? Gila udah lama banget kita gak ketemu sejak lulus SMA." kata Edward.
" Bukan sombong. Gw cuma males pulang ke Indo kalo lagi liburan. Kalo lost contact mah lu aja yang gonta ganti nomor mulu." kata Edward.
" Hahahaha tau aja lu kalo gw gonta ganti nomor terus." kata Yohan sambil tertawa.
" Sini duduk, ngapain lu berdiri terus disana." kata Edward.
" Iya gw kesana nih. Gimana kuliah lu bro?" kata Yohan.
" Biasa aja gak ada yg istimewa." saut Edward.
" Lu cari orang yang istimewa lah bro baru hidup lu, kuliah lu, dan yang lainnya jadi spesial." ledek Yohan.
" Yeehhh emangnya gw kaya lu apa yang mantannya berserakan dimana mana. Dasar playboy." kata Edward.
" Gw bukan playboy bro, tapi emang tampang gw cakep aja jadi cewe cewe pada nempel sama gw." canda Yohan.
" Alah lu nya aja yang kegatelan sama cewe." kata Edward sinis.
Merekapun berbincang bincang tentang banyak hal.
tok tok tok.
" Masuk aja." kata Edward.
" Wat, Yohan mana?" tanya mami Edward yang memang memanggil Edward dengan sebutan Wat Wang.
" Yo dipanggil mami tuh." kata Edward.
__ADS_1
" Iya, kenapa tante?" kata Yohan.
" Betah amat kamu disini Yo hahaha tuh mama kamu suruh kamu turun katanya mau pergi lagi ke rumah Surya Atmaja. Cepetan turun ya di tungguin Gina tuh." kata Melan sambil menutup kembali pintu kamar Edward.
" Iya tante, bentar lagi Yohan turun." kata Yohan.
"Bro, gw balik dulu ya." kata Yohan sambil mengambil ponselnya yang terletak di atas meja kamar Edward.
" Tumben lu mau ikut ikutan ke rumah temen keluarga lu biasanya juga males malesan." kata Edward.
" Ini spesial bro, gw mau jalan jalan sama keluarga Surya Atmaja beserta anaknya tante Winny." kata Yohan.
" Lah sejak kapan tante Winny punya anak?" tanya Edward.
" Ah lu aja yang gatau. Kabar beritanya juga udh kemana mana." saut Yohan.
" Oh ya? Koq gw gatau ya? Cwe atau cowo anaknya?" tanya Edward.
" Ya cewe lah mana semangat gini gw kalo anaknya tante Winny laki mah. Umurnya juga dibawah kita 2 taun tau." kata Yohan.
" Emmm gitu, yaudah sana lu pergi jangan kesini lagi." usir Edward.
" Jiah gw di usir nih?" ledek Yohan
" Iya, abisnya lu kalo ada cewe aja langsung lupa sama temen laki lo!!" kata Edward sinis.
" Yaelah bro, gw perginya juga sekeluarga. Mau ikut kaga bro?" ajak Yohan.
" Kaga ah yang ada gw jadi kambing conge, lagian kan keluarga gw gak ikut. Dah sono ah ntar gw di ocehin mami sangkanya gw nahan nahan lo jangan pergi." ucap Edward.
" Hahahaa yaudah, lain kali gw kenalin lu sama anaknya tante Winny. Jangan lupa kontak baru gw di save tuh. Gw jalan dulu ya." pamit Yohan sambil berjalan keluar kamar Edward.
" Oke tiati lu." saut Edward.
Ivan, Gina, dan Yohan pun pamit kepada Kevin dan Melan. Mereka pun langsung bergegas menuju kediaman keluarga Surya Atmaja. Setelah tamu di keluarga Wang pergi, Edward pun turun dari kamarnya untuk menemui mami dan papi nya.
" Mi, emang tante Winny sama om Randy punya anak?" tanya Edward.
" Entah, setau mami sih Winny gak punya anak." jawab Melan.
" Winny sama Randy sekarang punya anak mi, dia mengangkat anak perempuan. Dari berita yang papi denger sih katanya anak itu nyelamatin nyawa Winny. Kemarin lusa, papi ketemu Winny sama anaknya di mall lagi belanja." jelas Kevin.
" Kamu tau dari mana, Wat?" tanya Melan.
" Tadi si Yohan ngomong mi, katanya tante Winny punya anak perempuan." saut Edward.
" Anaknya Winny sama Randy cantik loh, Wat." ledek Kevin.
" Ih Wat ga nanya cantik atau jelek anaknya tante Winny pih." ucap Edward dengan kesal.
" Hahahaha, papi mau kerja sama nih sama perusahaannya si Randy sekarang dia udah sukses banget loh." kata Kevin.
" Iya pih kerja sama aja, kan dia di bidang pertanian tuh, bisa kerja sama sama mami juga lumayan lahan nya bisa dibuat nanam tanaman obat perusahaan mami." jawab Melan.
" Dah ah, kalian ngomongin bisnis mulu, Wat mau ke kamar aja males ngomong sama papi mami." kata Edward kesal yang langsung naik menuju kamarnya.
*** Jangan lupa klik LIKE nya yaa and COMMENT juga.. Semoga kalian suka, dan selamat membaca 😊😘❤ ***
__ADS_1