
Sehabis mengantarkan Lizzy, Edward pulang ke rumahnya dan melakukan hal hal yang seperti biasanya, mulai dari memasak, makan, mencuci piring. menyapu lantai, dan hal hal yang harus dilakukan lainnya. Edward harus membersihkannya sendiri karena ia tinggal seorang diri tanpa adanya asisten atau teman. Bahkan saat dulu Edward disuruh ikut test ke Harvard dan kuliah dibidang kedokteran, ia melakukannya sendiri dan memulai perkuliahan juga sendiri. Padahal sangat ingin dirinya berkuliah bersama Dave sahabatnya itu, tapi apalah daya Edward yang hanya bisa mengikuti keinginan orang tuanya.
Lizzy yang sudah lelah dengan hari ini yang ia habiskan seharian penuh dikampus untuk acara pembukaan tahun ajaran baru pun ingin segera untuk tidur dan beristirahat melepas penatnya.
drrrtttt drrrttt bunyi ponsel Lizzy yang segera di angkat oleh Lizzy.
" Hallo. Ini siapa ya?" saut Lizzy.
" Hallo, Zy ini nomor aku Edward, di save ya." kata Edward diseberang sana.
" Oh Edward, oke Wat aku simpen." jawab Lizzy.
" Aku ganggu ya?" tanya Edward.
" Enggak koq." kata Lizzy.
" Oh oke, kamu lagi apa?" tanya Edward lagi.
" Lagi mau istirahat aja. Kalo kamu?" saut Lizzy.
" Sama aku juga. Besok jangan lupa ya, kalo aku udah nyampe di parkiran nanti aku chat kamu." kata Edward.
" Ok, maaf ya Wat ngerepotin." ujar Lizzy.
" Sama sekali gak ngerepotin koq, kan aku yang mau juga jemput kamu hahaha jangan minta maaf." kata Edward.
" Hmm oke." kata Lizzy.
" Ok deh kalo gitu good night Zy see you tomorrow." pamit Edward.
" Iya good night too Wat." jawab Lizzy sambil mengakhiri panggilan di ponselnya.
############################
__ADS_1
Hari ini, adalah hari pertama Lizzy memulai perkuliahannya, dan semester akhir bagi Edward.
Lizzy dengan semangat mempersiapkan barang barang apa saja yang akan dibawanya, dan Edward juga yang biasanya malas malasan, menjadi semangat karena ada yang membuatnya bersemangat melakukan hal apa saja.
Pagi ini Edward segera mempersiapkan dirinya dan langsung menuju apartemen Lizzy karena sesuai dengan janjinya kemarin, Edward akan menjemput Lizzy. Setelah semuanya siap, ia langsung otw ke tempat Lizzy.
Lizzy yang masih membuat sarapan untuk dirinya dan juga membuat bekal untuk dikampusnya. Ia berkeinginan untuk membawakan bekal juga untuk Edward. Lizzy tau makanan dan biaya pengeluaran di luar negeri itu sangat mahal jadi ia harus berhemat dan tidak mau menyusahkan orang tuanya yang berada di Indonesia. Lizzy adalah orang yang menyukai barang gratisan, murah, dan juga diskonan.
Lizzy membuat sandwich untuk sarapannya, dan juga spageti yang ia beli setibanya di Amerika untuk bekal makan siangnya.
TING!!! ponsel Lizzy berbunyi.
Edward : Zy, aku udah di parkiran.
Lizzy : Ok Wat, tunggu, aku turun sekarang.
Edward : Ok.
Dari kejauhan Lizzy melihat seorang pria tampan yang tinggi menjulang sedang berdiri disisi pintu mobilnya dan melambai ke arahnya. Sesaat Lizzy dibuat terpukau oleh keindahan karya ciptaan Tuhan, namun Lizzy kembali pada perasaan bahwa dirinya berbeda kasta dengan Edward yang tampan, pintar, calon dokter, dan hidup mewah. Lizzy tak tau latar belakang Edward yang berasal dari keluarga mana.
Lizzy datang Menghampiri pria itu dengan membawa paper bag yang berisikan makanan.
" Heii. Good morning princess." sapa Edward.
" Hahaha apaan sih pake princess segala." kata Lizzy sambil tertawa.
" Yah, sapaan aku gak dijawab." kata Edward yang cemberut.
" Good morning too Edward." saut Lizzy sambil tertawa melihat tingkah Edward.
" Nah gitu dong, hari ini kamu lebih terlihat cantik Zy." kata Edward yang membuat Lizzy tertunduk malu dengan wajah merahnya.
" Thank you, kamu juga keliatan ganteng koq. Udah yuk langsung jalan aja." kata Lizzy.
__ADS_1
" Ok yu " jawab Edward.
Di parkiran kampus
Mobil Edward sudah terparkir dihalaman parkiran kampus. Saat keduanya hendak ingin turun, tiba tiba terdengar suara :
kroookkk kroookkk ( anggap saja bunyi perut hehe 😁🤭 ) bunyi perut Edward.
" Kamu gak sarapan tadi Wat?" tanya Lizzy sambil terkikik yang membuat Edward malu.
" Aku kalo pagi jarang sarapan Zy karna males masak hehehe." jawab Edward.
" Hahaha aneh aneh aja deh kamu." kata Lizzy.
Lizzy langsung membuka paperbag dan mengambil kotak sandwich yang sengaja ia bawa untuk dibagi ke temannya antara Edward atau Sandra yang kemungkinan tidak sarapan dan ternyata benar bahwa salah satu dari mereka tidak sarapan.
" Ini Wat, tadi ada sisa sandwich yang aku buat untuk sarapan." ucap Lizzy sambil memberi kotak bekal yang berisikan sandwich.
" Kamu nanti makan apa?" tanya Edward.
" Aku udah sarapan tadi Wat, dan buat makan siang, aku udah buat bekal juga. Ini aku juga bawain buat kamu, dari pada makan dikantin mulu hehe." kata Lizzy.
" Hehe yaudah sandwichnya aku makan ya Zy, makasih loh. Untuk bekalnya nanti aku ambil dikamu saat istirahat ya aku titip dulu. Maaf udah repot repot buatin aku bekal." kata Edward.
" Iya silahkan dimakan. Gak repot koq, emang sengaja aku mau buatin kamu." ujar Lizzy.
" Makasih ya." ucap Edward.
" Iya sama sama." jawab Lizzy.
Edward pun menghabiskan sandwich yang Lizzy bawa dan setelah selesai, mereka berjalan menuju dalam kampus. Edward mengantarkan Lizzy sampai ke depan kelasnya, dan Edward berjalan menuju kelasnya. Di jam istirahat, mereka juga makan bersama termasuk Sandra. Sandra terlihat cemburu karena mungkin ia tidak dibuatkan bekal oleh Lizzy atau mungkin juga karena hal lain. Namun, Lizzy dan Edward tak memperdulikan hal tersebut dan menjalani hari seperti biasanya.
*** Hallo maaf ya baru update. Semoga kalian suka dengan novelnya. Jangan lupa klik LIKE AND COMMENT di bawah. Satu like dari kalian para readers sangat berarti untukku hehe soalnya aku jadi lebih semangat untuk membuat novelnya. Thank you buat kalian semua and Happy Reading 😊😘❤ ***
__ADS_1