Story Of Life

Story Of Life
Keadaan membaik


__ADS_3

Alya dan Satya memberi putrinya nama yaitu Marceline Adity Sutomo. Adity dari nama keluarga Alya, dan Sutomo mengikuti nama keluarga Satya.


Setelah proses melahirkan kemarin, Alya terus mencari keberadaan Lizzy karena ia tidak melihat Lizzy menjenguknya. Pagi ini Vya datang sendiri menjenguk Alya yang sedang ditemani Satya, karena Febri sedang bekerja. Vya yang dulunya adalah sekretaris pribadi Febri, menjadi ibu rumah tangga karena setelah menikah dengan Febri dan hamil, suaminya menyuruh Vya untuk resign dari kantornya. Vya yang datang membawakan makanan untuk Alya, segera disambut oleh Alya.


" Halo keponakan aunty V." sapa Vya saat memasuki kamar rawat Alya.


" Hai onty V." saut Alya dengan nada lembut.


" Gimana keadaan lu Al?" tanya Vya.


" Dah mendingan sih, cuma masih rada sakit dibawah." jawab Alya.


" Cepet sembuh ya sahabat guee." ucap Vya sambil memeluk Alya.


" Thank you Vy." kata Alya.


" Nih gw bawain makanan kesukaan lu. Lu kan sukanya makan kentang goreng, gak doyan nasi." kata Vya.


" Aww tersentuh gue.. Masih inget aja sih lo." ujar Alya.


" Udah deh ga usah lebay gitu." kata Vya geli.


" Thank you banget ya Vy. Oh iya lu liat Lizzy gak? Kok dia belum jenguk gw ya ke sini?" tanya Alya.


" Mungkin dia sibuk sama pasiennya kali. Orang juga punya kesibukan masing masing Al. Nanti juga pasti kesini." jawab Vya dan Alya hanya mengangguk mengerti.


##############################


Hari ini, pasien UGD kemarin yang sudah dipindahkan ke ruang inap sekarang telah sadar. Lizzy pun segera memeriksanya.


" Selamat pagi." sapa Lizzy saat masuk ke ruangan pasien itu ditemani suster Line.


" Pagi dokter." saut pasien itu.


" Apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Lizzy.


" Kepala saya masih rada pusing dok, dan badan saya sakit sakit semua." saut pasien tersebut.


" Apa kamu udah melakukan scan seperti yang aku pinta kemarin, sus?" tanya Lizzy pada suster Line.


" Sudah dok, akan saya ambilkan hasilnya." ucap suster Line yang langsung pergi keluar mengambil hasil CT kemarin.


" Namamu Andy Sukmajaya?" tanya Lizzy.


" Iya dokter, kenapa?" saut pasien itu yang bernama Andy.

__ADS_1


" Kamu anak dari om Hery Sukmajaya?" tanya Lizzy lagi.


" Wah, ternyata saya sangat poluler ya. Hahaha. Bagaimana bisa kau tau?" saut Andy.


" Aku kenal dengan ayahmu. Om Hery adalah salah satu sahabat papaku." jawab Lizzy.


" Oh ya? Siapa nama papa dokter?" tanya Andy lagi.


" Papaku Randy Surya Atmaja. Bahkan om Hery menghadiri acara pembukaan rumah sakit ini loh." jawab Lizzy lagi.


" Om Randy? Aaahh aku juga kenal dengan om Randy. Berarti rumah sakit ini milikmu dok?" kata Andy.


" Iya RSH ini aku yang mengelolanya." saut Lizzy.


Lalu suster Line masuk ke ruangan Andy.


" Ini dok hasil CT nya." kata suster Line dengan memberikan amplop cokelat kepada Lizzy.


" Terimakasih sus." jawab Lizzy.


" Baik. An ini hasil scan kepalamu kemarin. Terdapat keretakan disini (menunjuk ke arah hasil CT). Dan kalau kebentur lagi, bagian ini akan rusak. Apalagi kamu sering balapan dan kecelakaan begini parah." jelas Lizzy.


" Dok, boleh minta tolong gak?" tanya Andy.


" Boleh, apa?" jawab Lizzy.


" Kenapa aku harus merahasiakannya?" tanya balik Lizzy.


" Aku takut ayahku marah dan mengambil aset yang dia berikan dok." tambah Andy.


" Kalau tau akan terjadi seperti itu, kenapa masih dilakukan?" tanya Lizzy lagi.


" Aku terpaksa dok. Dan sepertinya sekarang aku dijebak agar kecelakaan." ucap Andy.


" Baiklah akan aku rahasiakan." saut Lizzy.


" Terimakasih banyak dok." kata Andy.


" Tapi ada syaratnya." kata Lizzy.


" Apa itu?" tanya Andy.


" Jangan kembali ke sini dalam keadaan gawat darurat. Dan cari tahu siapa yang sudah menjebak dan membuatmu seperti sekarang." pinta Lizzy.


" Baiklah dokterku yang cantik." jawab Andy.

__ADS_1


" Aku permisi dulu ya." pamit Lizzy.


" Mau kemana dok?" tanya Andy.


" Jam istirahatku sebentar lagi, dan aku mau makan. Laper." jawab Lizzy sambil memegang perutnya.


" Makannya bisa disini aja ga dok?" tanya Andy lagi.


" Kenapa aku harus makan disini?" tanya balik Lizzy.


" Mengapa semua permintaanku di tanya kenapa dok?" tanya Andy lagi.


" Kenapa jadi nanya nanya semua? Aku mau makan diluar hari ini, dan ada keperluan. Maaf aku ga bisa istirahat disini." ucap Lizzy.


" Suster Line, temani dia makan disini. Jam istirahatmu juga masih lama kan? Aku keluar sebentar, dan beritahu William untuk menggantikanku mengunjungi pasien lain sampai jam 3 nanti. Dan aku akan segera kembali." ucap Lizzy pada suster Line.


" Baik dok." saut suster Line.


" Kamu cepat sembuh ya, aku permisi dulu." pamit Lizzy pada Andy sambil mengusap punggung Andy dan langsung keluar dari kamar rawat Andy menuju ruangan kerja Lizzy.


########################


" Halo? Ada apa beb?" saut Edward diseberang sana.


" Wat, jam istirahat kamu bisa ke sini ga? Aku mau minta temani beli perlengkapan bayi." tanya Lizzy.


" Ngapain kamu mau beli perlengkapan bayi? Kan anak kita aja belum jadi beb, udah mau persiapan aja." jawab Edward.


" Yeh ngaco. Jangan mikir kemana mana deh. Aku mau beli buat Celine." kata Lizzy.


" Hahahaha. Celine siapa tuh?" tanya Edward sambil bercanda.


" Marceline anak Alya, sayangku." jawab Lizzy kesal.


" Ohh anak Alya namanya Marceline?" tanya Edward lagi.


" Iya. Cepet deh jadi bisa nemenin aku atau engga? Kalau ga bisa aku pergi sendiri." ujar Lizzy.


" Jangan marah marah atuh beb, aku bisa kok. Apa sih yang ga bisa buat kamu?" ledek Edward.


" Gombal deh. Hahaha. Yauda aku tunggu di ruanganku ya." kata Lizzy.


" Siap. See you beb." pamit Edward.


" See you too." saut Lizzy sambil mematikan panggilannya.

__ADS_1


***bersambung***


JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT YA 😊


__ADS_2