
Seminggu sebelum pernikahan, Lizzy dan Edward tak di perbolehkan bertemu. Karena peraturan orang tua mereka yang menyuruhnya tak boleh bertemu dan juga tak di perbolehkan pergi kemana mana. Kata orang zaman dahulu itu takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Lizzy dan Edward sudah mengambil cuti untuk pernikahan mereka. Fitting baju pengantin, tempat pelaksanaan, dan juga dekorasi telah dilakukan dengan matang dan selesai.
#########################
Kediaman keluarga Wang.
Hari kedua setelah cuti, Edward yang telah terbiasa dengan hadirnya Lizzy, merasa gelisah bila tak bertemu dengannya. Edward ingin sekali bertemu dengan Lizzy. Karena ia juga merasa bosan, tak ada yang dikerjakannya. Papi dan maminya telah melarang Edward untuk bekerja sampai satu minggu kedepan. Tugas kantor Edward diserahkan kepada _____ sahabat dan sekaligus asisten pribadi Edward. Edward pun menghampiri orangtuanya yang sedang berada dan menyiapkan makanan di meja makan pagi ini.
" Pagi mi pi, tumben pagi pagi udah rapi aja." sapa Edward.
" Iya mami dapet jadwal dinas pagi nih." saut mami.
" Papi juga ke kantor hari ini?" tanya Edward lagi.
" Iya, papi ada meeting penting hari ini dengan para karyawan." saut papi.
" Yah, rumah sepi dong? Masa cuma aku sendirian sih mi di rumah?" rengek Edward dengan manja nya.
" Kan memang sudah biasa rumah ini sepi. Habis, penghuni nya pada kerja semua." jawab maminya.
" Mi, Wat bosen kalau harus berdiam diri dirumah. Apalagi sendirian gini."
" Biasa juga kamu sendirian Wat. Malu dong sudah mau nikah juga masih merengek sama mami. Seperti anak kecil saja."
" Mi, Wat kangen Lizzy mi, ingin bertemu."
" Di kasih tau sama orang tua suka membantah saja anak ini. Mami bilang gak boleh ya tidak boleh."
" Ayolah mi. Hanya sebatas lewat telepon deh."
__ADS_1
" Yasudah nanti kamu telepon saja. Jangan lama lama. Pamali."
" Yes, thank you mami." ucap Edward sambil mencium pipi maminya. Entahlah sejak kapan Edward menjadi manja dan juga banyak bicara dengan maminya.
" Sudahlah, mami mau berangkat dulu, kamu sarapan ya itu sudah mami siapkan."
" Hm, yasudahlah. Hati hati ya mi. Papi jam berapa berangkat ke kantor?"
" Sebentar lagi. Kenapa?"
" Gapapa. Papi ini sensi an banget sih, Wat kan cuma nanya."
" Kamu tuh kalau baik baik gini suka ada maunya. Sudah ah papi mau berangkat sekarang." ucap papinya sambil berjalan ke luar pintu rumah.
" Yah, rumah jadi sepi dong."
############################
Lizzy melihat sinar matahari telah menembus dari balik jendela kamarnya.
" Hoooaammm. Bosen banget deh dari kemarin cuma diam aja dirumah." celoteh Lizzy. Lalu ia pun berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah selesai, ia berjalan keluar kamarnya, menuruni anak tangga dan menuju ke arah ruang makan. Lizzy yang saat ini masih menggunakan piyama datang menyapa mama Winny dan juga papa Randy.
" Good morning mah, pah." sapa Lizzy.
" Eh calon pengantin sudah bangun." ledek Randy. Lizzy menanggapi hal itu dengan tersenyum.
" Sini sayang, kita sarapan dulu." panggil Winny.
Lizzy mengampiri mama nya dan duduk di meja makan.
__ADS_1
" Kamu kenapa lesu begitu?" tanya Randy.
" Gapapa kok pah."
" Kamu kangen sama Edward?" jelas Winny.
" Kok mami tau sih?" jawab Lizzy spontan karena kaget mendengar pertanyaan Winny. Sehingga membuat wajah Lizzy menjadi merah karena mengakui bahwa ia merindukan Edward.
" Hayooo, sabar sayang, beberapa hari lagi juga kalian bertemu. Dan disaat bertemu, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri." kata Winny.
" Iya, sabar ya nak. Papa mengerti perasaanmu saat ini. Kalau kamu rindu, kenapa tidak kamu telepon saja si Edward?" saut Randy.
" Memang boleh pah?" tanya Lizzy.
" Boleh, asal jangan video call ya. Dan itu hanya hari ini saja. Besok besok tidak boleh."
" Baiklah, terimakasih pah, mah."
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka. Setelah selesai sarapan, Lizzy mengantar mama papanya yang akan berangkat kerja ke depan pintu rumahnya.
" Kamu jaga rumah ya nak. Dirumah ada bi Nani kok. Kalau kamu butuh apapun, minta saja ke bi Nani." ucap Winny.
" Ok. Mama sama papa hati hati ya." kata Lizzy.
" Kami berangakat dulu ya sayang, jangan kemana mana ingat!." perintah Randy.
" Iya pah siap." saut Lizzy.
Winny dan Randy pun berangkat ke kantornya dan meninggalkan Lizzy dirumah.
__ADS_1
Bi Nani adalah salah pembantu dirumah keluarga Surya Atmaja. Bi Nani, menjadi pembantu kepercayaan Winny dan juga diangkat menjadi kepala pelayan di kediaman Surya Atmaja. Semenjak Lizzy berkuliah di Amerika, Winny membantu suaminya di kantor, sehingga ia tak mampu membersihkan rumah yang sangat besar sendirian.
*** bersambung ***