
Setelah mengurusi cuti, dan visa. Lizzy dan Edward bersiap siap dengan barang barang yang akan dibawanya. Bagi Lizzy ini adalah yang pertama kalinya ia ke Korea. Ia memang pernah melihat Korea melalui drakor yang ditontonnya. Lizzy memang k-popers. Ia banyak mengoleksi album album boyband korea seperti EXO, BTS, Big Bang, Seventeen, Winner, SF9, dll. Itu hanya sekedar hobi bagi Lizzy. Edward yang mengetahuinya juga menjadi ikutan k-popers seperti Lizzy. Edward hanya menyukai girlband. Namun, Edward tidak holic seperti Lizzy. Edward pun mendukung apapun keinginan Lizzy asalkan itu yang terbaik baginya.
Sedangkan bagi Lia, ia ingin honeymoon ke Korea karena ia ingin melihat Korea dimusim dingin. Lia juga memang k-popers makanya ia memilih honeymoon di Korea yang menjadi negara fairytale baginya.
###############################
Di bandara Soetta, Lizzy, Edward, Lia dan juga Al sedang menunggu untuk check in. Tujuan mereka adalah bandara Incheon Korea. Mereka tak lupa juga membawa baju hangat dan mantel karena di Korea sekarang adalah musim dingin.
Setelah check in mereka masuk ke dalam pesawat dengan maskapai Korean Airlines. Lizzy selalu menempati kursi pojok samping jendela karena Lizzy sangat senang melihat view yang bisa dilihatnya dengan naik pesawat. Menurut Lizzy, hal itu sangat indah. Edward duduk di samping Lizzy sambil memakai headset yang disediakan oleh maskapai untuk menemani penumpang selama perjalanan. Sementara Lia dan Al tertidur selama perjalanan. Sebelum berangkat, Edward telah memesan kamar hotel untuk mereka tempati selama di Korea. Lizzy, Lia, Edward dan Al juga menukarkan Rupiah menjadi Won mata uang Korea Selatan.
Tak lama, mereka tiba di bandara Incheon Korea Selatan. Dan benar saja pada saat mereka tiba di korea, saat itu sedang turun salju. Mereka langsung memesan 2 taxi yang membawanya ke hotel di Seoul yang sudah dipesan Edward. Taxi tersebut membawa mereka dari Incheon ke Seoul.
Sesampainya di Hotel, Edward langsung menanyakan kamar pesanannya. Namun, receptionist hotel tersebut tidak bisa bahasa Inggris, Edward pun kebingungan dengan hotel ini yang menempati seorang karyawan dibagian receptionist tetapi tidak bisa berbahasa internasional seperti bahasa Inggris. Edward dan Lizzy sudah pasti lancar berbahasa Inggris karena mereka berkuliah di Harvard yang berada di luar negeri itu adalah modal untuk mereka saat berada di luar negeri. Lizzy pun hanya bisa berbahasa Korea sangat sedikit karena menonton drakor. Dan mereka mengandalkan Google Translate untuk menterjemahkan yang Edward katakan ke dalam bahasa Korea.
Dengan susah payah, mereka akhirnya mendapatkan kunci kamar yang telah dipesan oleh Edward. Edward memesan 3 kamar. 1 untuk Lizzy, 1 untuknya, dan 1 lagi untuk Lia dan Al. Namun, tak ada 3 kamar kosong bersebelahan, adanya hanya 2 kamar bersebelahan dan 1 kamar lagi yang berada di lain. Saat mereka tiba, hari itu sudah malam di Korea karena mereka memilih flight siang dari Indonesia. Walaupun beda waktunya hanya 2 jam, tetapi mereka harus menyesuaikan dengan jam tidur mereka dengan jam tidur di Korea.
#############################
Hari pertama mereka di Korea adalah mereka traveling ke agensi agensi yang menampung Boyband dan Girlband. Mereka ke SM, JYP, YG, Bighit, dll nya.
Hari kedua mereka berburu kuliner yang terdapat di jalanan kota Seoul. Mereka memesan makanan di resto tersebut. Lizzy juga memesan 1 botol soju karena ia ingin mencobanya.
" Kamu yakin mau pesen soju?" tanya Lia.
" Aku mau nyobain kak hehe." jawab Lizzy.
" Emm yaudah." kata Lia.
Saat pesanan datang termasuk soju pesenan Lizzy, Lizzy pun menuangkan ke gelasnya dan mencicipinya sedikit.
" Aduhhh panas panas." kata Lizzy sambil memegang tenggorokkannya.
" Kenapa? Kan dah kakak bilang kamu yakin gak mau pesen soju." kata Lia sambil memarahi Lizzy.
" Nih minum air putih dulu. Udah jangan diminum lagi." kata Edward.
" Maaf kak. Aku cuma pengen nyobain. Gak taunya perih di tenggorokkan ku." saut Lizzy.
Lizzy memang memiliki amandel yang tidak biasa.
Di hari ketiga, sampai ke lima, mereka membeli oleh oleh dari Korea untuk diberikan ke teman teman mereka. Dan dihari terakhir mereka di Korea, jadwal mereka adalah mengunjungi Namsan Tower yang menjadi ikonik Korea Selatan. Lizzy memakai mantel coat tebalnya karena saat ini sedang salju dan itu sangat indah untuk dilihat.
Saat tiba di Namsan yang terdapat area seperti gembok cinta, Lizzy dan Edward memasang gembok disana dengan tulisan nama mereka, dan juga Lia. Namun saat sudah selesai membuang kunci gembok tersebut, Edward menatap Lizzy dengan tatapan serius.
" I love you Lizzy Surya Atmaja." ucap Edward.
" Love you too Edward Wang." balas Lizzy.
" Zy, aku mau nanya sama kamu." kata Edward.
__ADS_1
" Hmm tanya apa?" tanya Lizzy.
Edward merogoh saku nya dan mengeluarkan kotak merah dan berlutut dihadapan Lizzy. Lizzy terkejut dibuatnya.
" Wat, kamu ngapain?" tanya Lizzy gugup.
" Lizzy Surya Atmaja Will you marry me?" tanya Edward.
Lizzy terlihat meneteskan air matanya karena tak menyangka Edward akan melamarnya di Namsan seperti yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan.
Dari sisi lain, Melan, Kevin, Winny, dan juga Randy hadir di Namsan bersama dengan Lia dan Al.
Lizzy lebih kaget melihat keluarganya dan juga keluarga Edward di Korea.
" Will you marry me? " tanya Edward lagi.
" Yes! " jawab Lizzy dengan isak tangis haru.
" Thank you beb." ucap Edward sambil memasangkan cincin ke jari Lizzy.
Melihat lamaran anak mereka, Melan, Kevin, Winny, dan Randy pun sangat bahagia.
" Selamat ya dek. Nyusul cepet cepet. Hahaha" ledek Lia.
" Makasih kak." jawab Lizzy.
" Iya bang gak akan." jawab Edward.
" Anak kesayangan mama udah di miliki sama orang. Mama doakan yang terbaik untuk kamu sayang." ucap Winny.
" Makasih mah. Kok mama bisa disini?" tanya Lizzy.
" Edward yang nyusun rencana ini semua. Sekalian kakak mu honeymoon katanya." jawan Winny.
" Jadi ini semua ulah Edward mah?" tanya Lizzy lagi.
" Hmmm bisa jadi hahaha. Ini cara ngelamar yang dia mau." kata Winny.
Setelah cukup lama mereka di Namsan, mereka kembali ke hotel. Kecuali Lizzy dan Edward yang masih ingin berada di Namsan.
" Thank you so much Beb. I'm so glad to meet you in my life. You are my life, my future, for me you are my last. (Terimakasih banyak beb. Aku sangat senang bertemu denganmu di hidup ini. Kamu adalah hidupku, masa depanku, bagiku kamu adalah yang terakhir.)" kata Edward pada Lizzy.
" Aku bahagia bisa kenal kamu, aku bersyukur bisa bertemu dengan kamu, aku bersyukur punya kamu dihidupku. Makasih juga Wat buat apapun yang kamu kasih ke aku. Makasih kamu selalu ada buat aku. I love you." ucap Lizzy.
Edward memeluk Lizzy dengan erat, dan Lizzy pun membalas pelukan itu. Edward mendekatkan wajahnya ke wajah Lizzy. Lizzy mengerti maksud Edward dan memalingkan wajahnya.
" Wat, tunggu bentar lagi. Tunggu udah sah aja ya." kata Lizzy pada Edward.
" Ahh ok maaf sayang aku terbawa suasana." jawab Edward dengan wajah yang merah.
__ADS_1
" Maaf aku nolak Wat." ucap Lizzy dengan menundukkan kepalanya.
" Gapapa koq, aku ngerti." jawab Edward.
Lalu setelah itu mereka kembali ke hotel dan membereskan barang mereka dan bersiap kembali ke Indonesia besok.
Bagi Lizzy ia akan memberikan first kiss dan keperawanann nya hanya kepada orang yang sudah sah memilikinya.
#############################
Keesokkan harinya, pagi Lizzy sudah bersiap dan berniat untuk sarapan di cafe hotel, ia telah chat di grup tetapi tak ada yang menjawabnya mungkin Lizzy mengira mereka masih terlelap dalam mimpinya. Lizzy sangat lapar karena kemarin malam ia belum sempat untuk makan, ia pun turun ke cafe hotel sendiri.
Lizzy memesan makanan hangat karena cuaca pagi ini sangat dingin. Ia juga memesan teh korea. Setelah memesan, Lizzy pun menunggu pesanannta tiba.
drrrtttt ddrrttt bunyi ponsel Lizzy yang ternyata adalah panggilan dari Alya.
" Halo. Liz dimana?" tanya Alya.
" Hai Al. Gw lagi di Korea nih. Why?" saut Lizzy.
" Ah pantesan aja. Gw dateng ke RS gak ada lu. Enak banget lagi liburan." kata Alya.
" Ini juga cuti gw karna diajakin sama kak Lia. Ada apa Al ke RS?" tanya Lizzy.
" Hmm gw mau kasih undangan. Gw sama Satya mau nikah Liz." ucap Alya.
" Wahhh congrats ya Al.. Titipin aja ke William undangannya." kata Lizzy.
" Thank you beb.. Cepetan nyusul.. William mana lagi?" tanya Alya.
" Segera Al hahaha.. Tanya aja sama Reception mau ketemu dokter William wakil dokter kepala disuruh Lizzy gitu.." jawab Lizzy.
" Wah? Sudah selangkah maju nih Liz hahaha. Ok deh aku kasih William ya undangannya." kata Alya.
" Iya hehe. Ok Al. Thank you yaa.." kata Lizzy.
Lalu tak lama pesanan Lizzy tiba dan Lizzy melihat Edward menghampirinya dengan wajah khas bangun tidurnya.
" Morning sayang." sapa Edward sambil duduk di samping Lizzy.
" Ya ampun Wat mandi dulu sana. Keluar bukannya nyisir dulu ih." kata Lizzy.
" Disapa bukannya bales kek. Kenapa kamu malu punya calon suami yang kaya begini?" tanya Edward.
" Nggak. Kata siapa aku malu? Cuma, kalau mau keluar nyisir dulu Wat itu rambutnya astagah." kata Lizzy sambil menata rambut Edward dengan jarinya.
Setelah itu, Edward pun memesan makanan seperti Lizzy, dan juga mereka menghabiskan makanannya bersama. Lalu mereka kembali ke kamar masing masing dan bersiap menuju bandara dan segera kembali ke Indonesia dengan barang bawaan mereka seperti oleh oleh dan belanjaan mereka.
*** Semoga kalian suka dengan ceritanya.. Jangan lupa klik LIKE AND COMMENT nya yaa kalau suka hehe.. Happy reading guys 😊😘❤ ***
__ADS_1