Story Of Life

Story Of Life
Hari pertama


__ADS_3

Setelah mandi, Lizzy berpamitan kepada Edward untuk pergi menuju dapur. Lizzy yang saat ini hanya memakai kaos biru dan hotpant putih merupakan kebiasan yang ia lakukan seperti biasa dirumah orang tuanya.


Ketika ia membuka kulkas, kulkas itu hanya berisi beberapa botol air mineral dan minuman kaleng bersoda.


" Wat, kamu belum beli bahan makanan?" tanya Lizzy ketika melihat Edward yang menghampirinya.


" Oh iya aku lupa sayang. Entar kita pergi belanja ya." saut Edward.


" Tapi aku laparnya sekarang. Aku mau masak." kata Lizzy.


" Tunggu sebentar lagi juga ada yang jualan sayur keliling." kata Edward.


Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba, penjual sayur yang diomongin pun mulai berteriak khasnya " Sayur.... Sayur segar..." itulah jargon nya.


" Tuh yang. Baru juga diomong udah lewat. Beli untuk makan sarapan aja ya. Sisanya kita ke supermarket entar." ujar Edward.


" Sebentar ya aku ke atas dulu." pamit Lizzy kepada Edward.


Lizzy pun kembali ke kamarnya dan membawa dompetnya.


" Yang, ambil uang di dompet aku aja." kata Edward saat melihat Lizzy kembali dengan membawa dompet dan HP nya.


" Ssstttt... Aku titip HP ya sayang. Aku keluar sebentar dulu." kata Lizzy sambil menaruh HP nya di meja.


#


#


#


Ternyata yang membeli sayur di penjual itu adalah ibu ibu komplek Edward. Dan saat itu karna hari minggu, membuatnya menjadi ramai.


" Silahkan neng dipilih sayurnya. Masih seger seger loh ini." kata si abang sayur.


" Iya bang." jawab Lizzy canggung.


" Panggil bang Karim aja. Dikomplek sini ibu ibu juga manggil saya bang Karim." kata si abang sayur yang ternyata namanya Karim.


" Neng, udah pindahan? Dari kapan?" sapa salah satu ibu yang sedang berbelanja sayur juga.


" Sudah bu. Baru kemarin malam." saut Lizzy.

__ADS_1


" Oh, kenalin saya bu Samad. Suami saya ketua RT disini. Pak Edward kenal kok sama saya." kata ibu tadi yang ternyata adalah bu RT.


" Ini siapa bu RT?" tanya ibu yang lain.


" Ini loh, isterinya pak Edward itu tetangga yang rumahnya diseberang pak Deni." saut bu RT.


" Selamat pagi ibu ibu. Nama saya Lizzy." sapa Lizzy.


" Wah pak Edward pinter yah pilih isteri. Cantik putih bening begini." kata bu RT.


" Hehehe terimakasih bu."


Lizzy pun memilih sayur yang akan ia beli selagi ibu ibu itu sedang mengobrol satu sama lain. Disisi lain, Edward yang merasa Lizzy sangat lama membeli sayur, segera menyusul Lizzy yang sedang berada diseberang rumahnya.


" Wah ini nih, pengantin baru kita." kata bu RT ketika melihat Edward yang keluar rumah hanya mengenakan kaos dan celana pendek.


" Permisi ibu ibu." sapa Edward.


" Wah, bener ya ceuk warga di dieu, pak Edward teh kasep pisan." kata salah satu ibu.


" Ah si ibu bisa aja." kata Edward.


Lizzy yang melihat Edward jadi idola ibu ibu pun hanya tertawa dibuatnya. Setelah membayar sayur yang dibelinya, Lizzy menghampiri Edward.


" Iya ga papa pak. Maklum ya bu, namanya juga pengantin baru pasti maunya nempel terus." sindir bu RT.


################


Setelah perbincangan diluar, Lizzy segera masuk ke dalam rumah. Lizzy langsung memasak sayur yang dibelinya tadi dan segera sarapan dengan Edward.


" Enak ya sekarang makan berdua, tidur berdua, mandi berdua, apa apa serba berdua. Kalau tau kaya gini mah dari dulu aku pengen nikah."kata Edward.


" Kalau kamu nikah dari dulu, berarti bukan nikah sama aku." jawab Lizzy.


" Tapi aku mau nikahnya dari dulu sama kamu sayang."


" Alah gombal."


mereka pun melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan dan mencuci piring, Lizzy dan Edward duduk di sofa ruang keluarga yang memiliki tv ukuran besar.

__ADS_1


" Wat, aku mau liat bagian bagian rumah ini."


" Ayo, aku temenin." saut Edward.


Edward pun mengantarkan Lizzy mengenali rumah barunya dan membuatnya untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Edward menunjukkan kamar kamar yang berada dilantai bawah, gudang, hingga taman belakang yang dilengkapi kolam renang.


" Wat, ini rumah gede banget." kata Lizzy.


" Ini? Engga ah ini biasa aja." saut Edward.


" Gede banget buat aku."


" Rumah mama kan lebih gede dari ini loh."


" Iya sih rumah mama memang lebih gede, tapi penghuninya juga banyak Wat. Aku ga bisa ngurus rumah ini sendirian."


" Kata siapa ngurus rumah ini sendirian?"


" Aku ga mau pakai jasa ART ya Wat."


" Iya kita ga pakai ART. Kita urus rumah ini sama sama ya?" bujuk Edward sambil merangkul pundak Lizzy.


Lizzy pun mengangguk.


" Oiya sayang, sepupu aku dari China mau lanjut study di Indonesia dan mama papa nya ga bisa ninggalin bisnisnya disana. Boleh ga tinggal bareng kita aja disini?" tanya Edward.


" Boleh dong, justru aku seneng kalau rumah ini ramai penghuninya." saut Lizzy.


" Wah, makasih sayang. Love you." ucap Edward sambil mengecup bibir Lizzy sekilas.


" Udah deh ah. Kapan mereka datang?"


" Aku juga belum tau."


Tiba tiba bel pintu rumah berbunyi.


" Biar aku aja." kata Lizzy.


to be continue


Jangan lupa like comments nya ya readers hehe

__ADS_1


terimakasih udah baca part ini 🙏❤😘


__ADS_2