Story Of Life

Story Of Life
Niat menolong tetapi jadi Bencana II


__ADS_3

*** Di ruang administrasi ***


" Pasien atas nama Lizzy." panggil Admin rumah sakit.


" Iya saya mba." saut Bu Winny.


" Silahkan bu, di isi dulu formulir persetujuan operasinya." suruh Admin RS itu.


" Apakah ibu orang tuanya Lizzy?" sambung Admin RS.


" Iya saya ibu nya." jawab Bu Winny.


" Oke baik, di tanda tangani ya bu." kata Admin RS.


Bu Winny pun mengisi form tersebut sesuai dengan data yang di ketahui oleh Bu Winny, dan menanda tanganinya sebagai Ibu Kandung dari Lizzy.


" Sudah mba." kata Bu Winny sebari menyerahkan form tersebut.


" Baik bu, selanjutnya ibu melakukan pembayaran ke kasir ya bu, dan operasi akan dilakukan pada pukul 3 dini hari nanti ya bu." kata Admin RS.


" Oke terimakasih mba." kata Bu Winny.


" Iya sama sama bu." saut Admin RS.


Setelah melakukan pengisian form dan pembayaran yang tak murah, Bu Winny kembali ke ruangan Lizzy dan menunggu disana karena sekarang masih pukul 11 malam. Bu Winny pun menelepon suaminya.


drrrttt drrrrttrr


" Hallo pa." kata Bu Winny.


" Iya hallo ma, mama dimana?" kata Pa Randy.


" Pa, mama sekarang di Rumah Sakit Flamboyan. Papa ke sini ya, nanti mama ceritakan semuanya." kata Bu winny.


" Iya iya ma sekarang papa sekarang ke RS Flamboyan. Mama tunggu papa jangan kemana mana." kata Pa Randy panik.


" Iya hati hati pa." kata Bu Winny sambil menutup teleponnya.


Dan tak lama kemudian Pak Randy datang bersama supirnya Pak Jarwo. Bu Winny yang sudah menunggu di Lobby RS menghampiri suaminya itu.


" Ma, mama gak papa kan? Kenapa di RS?" tanya Pak Randy dengan panik.


" Mama gapapa koq pah, tadi mama di palak sm preman di jalanan dan preman itu ngambil barang mama dengan kekerasan, untung ada Lizzy dateng, tapi dia di pukulin preman pah dan kepalanya kebentur trotoar dengan sangat keras, setelah mama teriak minta tolong warga setempat. Sekarang Lizzy kritis pah dia harus di operasi karena ada keretakkan di tengkoraknya." cerita Bu Winny kepada suaminya dengan jelas.

__ADS_1


" Huh papa baru tenang, karena mama gapapa. Bikin papa panik aja sih mama, dikira papa, mama kenapa kenapa." kata Pak Randy.


" Bukan mama yang kenapa kenapa, tapi anak mama. Lizzy." saut Bu Winny yang membuat Pak Randy terkejut.


" Lah lah gimana ceritanya gadis yang menolong mama jadi anak mama?" tanya Pak Randy.


" Mama mau angkat dia sebagai anak pah, mama berhutang nyawa sama dia, seharusnya mama udh mati kali pah di keroyok preman itu, sekarang malah Lizzy yang kritis gara gara nolongin mama." ujar Bu Winny.


" Yaudah kita tunggu dia sembuh dulu baru kita tanya tanya ke dia. Siapa nama lengkap anak itu ma?" tanya Pak Randy.


" Lizzy Aprilia Gunawan pah namanya." saut Bu Winny.


" Pak Jarwo, kasih tau Pak Tio suruh dia cari tau siapa Lizzy Aprilia Gunawan dan sejarah keluarganya." kata Pak Randy.


" Baik pa, saya permisi." kata Pak Jarwo.


Pak Randy dan Bu Winny pun menunggu hingga jam 3 subuh di ruang inap Lizzy karena pada jam tersebut Lizzy akan dioperasi. Dokter datang ke kamar Lizzy.


" Permisi pak, bu, Lizzy akan dibawa ke ruang operasi." kata dokter.


" Baik dok, silahkan, lakukan yang terbaik untuk anak saya dok." kata Bu Winny.


" Iya bu, saya akan berusaha semaksimal mungkin. Ibu dan bapak juga harus tetap berdoa bu biar operasinya berjalan lancar." kata dokter.


" Baik, saya permisi masuk ke dalam dulu. Ibu dan bapak silahkan tunggu kabar selanjutnya dari saya." kata dokter.


Selama kurang lebih 4 jam Lizzy berada di ruang operasi, dan dokter keluar serta memindahkan Lizzy ke ruangannya kembali dan mengabari Bu Winny dan Pak Randy bahwa operasi berjalan lancar.


"Tinggal tunggu Lizzy sadar dari pasca operasinya saja pak, bu. Saya permisi dulu." ujar dokter.


" Baik dok, terimakasih banyak sekali lagi." ucap Pak Randy kepada dokter yang dibalas dengan senyuman dari dokter.


Lizzy dipindahkan ke kamar inapnya sekitar pukul 8 pagi. Sejak pukul 7 pagi, Pak Randy pulang untuk persiapan menuju kantornya untuk bekerja dan meninggalkan Bu Winny di rumah sakit bersama Lizzy. Pada pukul 11 siang, HP Lizzy yang di pegang oleh Bu Winny menerima panggilan masuk yang tertera namanya Bos Felix.


drrrttt drrrttt


" Halo, lu dimana Liz? Gak masuk kerja? Udah jam berapa ini?" kata Felix.


" Hallo, maaf ini siapanya Lizzy?" kata Bu Winny.


" Saya bosnya Lizzy dari resto Tirai Bamboo. Ini siapanya Lizzy?" tanya balik Felix.


" Ini mama nya Lizzy, maaf Lizzy sedang dirawat di rumah sakit jadi dia hari ini tidak bisa masuk kerja." jawab Bu Winny.

__ADS_1


" Oh Lizzy lagi sama mama nya, maaf tante saya gak tau kalau Lizzy masuk rumah sakit, gara gara apa? Dan dirawat di rumah sakit mana ya?" tanya Felix.


" Iya, Lizzy kecelakaan, dan sekarang dirawat di RS Flamboyan." saut Bu Winny.


" Oke baik tante, nanti kalo ada waktu saya dan karyawan lainakan menjenguk Lizzy. Terimakasih atas infonya." ucap Felix.


" Iya sama sama." saut Bu Winny sambil menutup telepon.


Tak lama kemudian Bu Winny melihat tangan Lizzy bergerak, dan segera Bu Winny memanggil dokter. Dokter pun langsung segera datang ke kamar dan memeriksa Lizzy. Lizzy yang baru membuka matanya dan penglihatannya masih buram berkata,


" Dimana aku?" kata Lizzy.


" Kamu di rumah sakit sayang. Gimana dok keadaan Lizzy?" tanya Bu Winny.


Lizzy yang mendengar suara asing itu, mengumpulkan tenaganya hingga penglihatannya benar benar normal.


" Anak ibu baik baik saja, dan sekarang ia sudah sadar. Hanya tinggal pemulihan pasca oeprasi saja. Saya akan menyuruh suster memberikan obat untuk Lizzy. Saya permisi dulu bu." ujar dokter itu.


" Baik dok terimakasih." kata Bu Winny dan dokter pun langsung segera pergi.


" Apa yang kamu rasakan nak?" tanya Bu Winny kepada Lizzy


" Aku masih sedikit pusing. Maaf ibu siapa ya? Dan saya dimana?" tanya Lizzy


" Aku orang yang kemarin kamu tolong nak, saat itu aku di palak preman, dan kamu menolongku. Nama ku Winny Surya Atmaja, dan sekarang kamu di rumah sakit. Maaf ya gara gara aku kamu jadi masuk rumah sakit dan harus di operasi." kata Bu Winny sambil menangis.


" Tidak apa apa bu, ibu jangan menangis. Saya yang meminta maaf sudah merepotkan ibu membawa saya kerumah sakit." kata Lizzy.


" Jangan panggil aku ibu, panggil aku mama saja. Mulai sekarang kamu adalah putriku Lizzy. Kamu mau kan jadi putriku? Aku berhutang nyawa padamu." kata Bu Winny.


"Tentu saja aku mau bu eh maksudnya mah, terimakasih atas segala kebaikkan mama buat aku." jawab Lizzy.


" Keluarga mu tinggal dimana Zy?" tanya Bu winny.


" Aku tinggal sendiri disini ma, tapi aku punya kakak perempuan bernama Kak Lia, ia tinggal di luar kota, dan mama ku tinggal bersama om ku sejak aku kecil dan kalau papa aku tidak tau keberadaannya dimana." jawab Lizzy.


" Mulai sekarang aku akan menjadi orang tuamu, dan Lizzy akan tinggal sama mama dan papa mu. Anggap aku sebagai orang tua kandungmu nak, aku akan menyayangimu seperti anakku sendiri." ucap Bu Winny sambil memeluk Lizzy.


" Iya mah terimakasih banyak." jawab Lizzy.


" Oke sekarang kamu harus fokus sembuh dulu dan istirahat yaa, mama keluar sebentar. Kamu jangan kemana mana." ucap Bu Winny.


" Iya ma." jawab Lizzy.

__ADS_1


*** Haiii maaf yaa kalau ceritanya kurang gereget.. Hope you guys like it. And Happy Reading gaiss 😊😘❤ ***


__ADS_2