
Hari berganti hari, Lizzy telah siap untuk segera ke kampusnya dengan menggunakan bus. Hari ini adalah hari pertamanya menuju kampus untuk mengikuti program pengenalan kampus lebih lagi.
Lizzy tiba di depan kampusnya dan segera mencari fakultas kedokteran. Setelah menanyakan kepada siswa lain, ia pun duduk di antara kerumuman mahasiswa kedokteran baru.
" Hello, are you from asian?" tanya seorang siswa perempuan kepada Lizzy.
" Yes, I am from Indonesia." jawab Lizzy.
" Wah, gw juga dari indo." saut orang itu dengan semangat.
" Waw akhirnya ada orang dari indo juga. hahaha." kata Lizzy.
" Nama gw Alexandra panggil aja Sandra, nama lu siapa?" tanya Sandra.
" Lizzy." jawab Lizzy sambil tersenyum.
" Lu dari Indonesia mananya?" tanya Sandra lagi.
" Dari Jakarta, kalo lu?" kata Lizzy.
" Gw dari Pontianak hahaha." jawab Sandra.
" Pantesan ada orientalnya." ujar Lizzy.
" Muka lu juga ada keliatan oriental nya gimana sih." kata Sandra sambil tertawa.
" Iya ya hahaha. San, ke sana yuk udah mau mulai pengenalannya." ajak Lizzy.
" Yuk." jawab Sandra sambil bangkit dari duduknya menuju ke tengah lapangan.
Acara pengenalan kampus dimulai dan Lizzy melihat banyak mahasiswa dari berbagai negara yang ada di Harvard. Senior pun menyuruh juniornya untuk berbaris dengan rapi dilapangan.
" San, gw ke toilet bentar ya." ucap Lizzy.
" Ok, mau ditemenin?" tanya Sandra.
" Gak usah, gw sendiri aja titip tas gw ya bentar, lu dengerin aja dulu senior ngomong apa nanti kasi tau gw. Ok?" kata Lizzy.
" Ok Liz siap." jawab Sandra.
Lizzy pun berlari kecil dengan mencari toilet, ia pun melihat tulisan toilet dan langsung lari. Namun ketika di pertigaan jalan, Lizzy bertabrakan dengan seseorang yang sedang membawa banyak barang ditangannya, Lizzy pun terpental dengan posisi duduk dan orang tersebut melihat barang bawaan nya tercecer kemana mana.
" Sorry sorry." ucap Lizzy yang masih belum bangkit dari duduknya.
" JALAN TUH PAKE MATA." ketus orang tersebut dengan lancar.
Lizzy yang mendengar pria tersebut menggunakan bahasa Indonesia sontak terkejut dan menatap orang itu.
" Edward?" kata Lizzy bingung.
" Lizzy?" tanya balik Edward.
" Sorry aku gak sengaja." ucap Lizzy sambil berusaha untuk bangkit berdiri dan mengambil barang Edward yang tercecer.
" Lah kamu ngapain di sini Zy. Udah gapapa biar aku aja yang beresin." kata Edward.
" Gapapa aku bantuin ini kan salahku juga. Aku kuliah disini Wat." jawab Lizzy yang menaruh karton serta kertas kertas di dalam kardus.
" Kuliah disini? Kedokteran dong?" tanya Edward.
" Iya, baru masuk. Kamu juga ngapain disini?" jawab Lizzy.
" Hahaha gak nyangka banget ya, aku juga kuliah disini Zy, cuma gw senior lu." kata Edward.
" Oh gitu.. Wat, udah bereskan? Sorry banget ya." tanya Lizzy sambil berdiri setelah membantu Edward membereskan barang yang terjatuh tadi.
" Udah kok. Gpp kali sans aja. Thanks ya udah dibantuin." jawab Edward.
__ADS_1
" Ok, aku pergi dulu ya buru buru. Sekali lagi sorry banget." kata Lizzy sambil berlari ke arah toilet.
" Jangan lari lari nanti nabrak orang lagi." teriak Edward sambil tertawa.
Edward pun berjalan ke lapangan dengan membawa barang barang yang jatuh tadi. Sejak kedatangan Edward ke lapangan, banyak mahasiswa perempuan yang teriak teriak sendiri karena terkagum dengan wajah Edward yang sangat tampan dengan postur tubuh yang tinggi dengan tinggi badan 189cm itu. Wajah Edward yang sangat kental dengan oriental nya karena ia merupakan keturunan Taiwan. Bahkan Edward pun lahir di Taiwan dan besar di Indonesia.
Lizzy udah kembali dari toilet, langsung menghampiri Sandra dan duduk di sampingnya.
" Thanks ya San." kata Lizzy.
" Ok, lama banget sih lu tadi." ujar Sandra.
" Iya tadi ada insiden dikit. Sorry." lanjut Lizzy.
" Ok ok gapapa." kata Sandra.
Edward diberi kesempatan untuk berpidato di hadapan mahasiswa baru karena ia salah satu mahasiswa tingkat akhir yang menempuh waktu kuliah hanya 4 tahun di bidang kedokteran karena kepintarannya. Sekarang, ia sedang mengambil gelar profesi nya dengan waktu 1 tahun lagi. Lizzy melihat Edward yang sedang berpidato di depan dan terkagum karena kepintaran Edward. Ia pun bertekat akan mengikuti jejak Edward yang lulus kuliah dengan waktu singkat.
Selama Edward berpidato, Edward mencari keberadaan Lizzy yang berada di kerumunan mahasiswa baru. Namun hasilnya nihil karena jumlah mahasiswanya sangat banyak. Edward pun selesai berpidato dan segera pergi ke kantin fakultas yang ada di fakultasnya karena ia sangat lapar. Edward memang tinggal sendiri di rumahnya sehingga membuat Edward terbiasa memasak sendiri dan segalanya serba sendiri, namun hari ini ia sangat malas untuk sarapan, makanya dia sarapan di kantin.
Mahasiswa baru dipersilahkan untuk istirahat sejenak dan segera berhamburan memenuhi kantin. Lizzy dan Sandra pun ke kantin untuk makan. Mahasiswi baru banyak yang histeris karena melihat Edward sedang makan dikantin sendiri. Lizzy dan Sandra mencari tempat duduk untuk menyantap makanannya, tetapi tidak menemukannya, ada juga tempat kosong tetapi itu adalah untuk para senior. Edward yang melihat Lizzy sedang mencari tempat duduk pun memanggil Lizzy.
" Zy!!" panggil Edward dengan kencang yang didengar oleh beberapa mahasiswi.
Lizzy pun menoleh dan melihat Edward serta menghampirinya. Sandra hanya mengikuti Lizzy.
" Duduk sini aja, kita makan bareng." kata Edward.
" Gak enak ah Wat ini kan tempat untuk senior." jawab Lizzy.
" Udah gapapa kan ada aku." kata Edward.
" Tapi ak......." kata Lizzy yang langsung dan langsung di sambung Edward.
" Udah duduk." kata Edward dengan penekanan.
" San, kita duduk sini aja." ajak Lizzy.
" Ok." ucap Sandra yang langsung duduk.
Lizzy duduk di samping Edward. Sedangkan sandra duduk di hadapan Edward. Mereka menjadi pusat perhatian dari mahasiswi baru yang sangat mengidolakan Edward dan maupun juga senior yang baru pertama kali melihat Edward dekat dengan mahasiswi. Itu pun mahasiswi baru. Setelah selesai makan, merekapun memulai obrolan.
" Lu orang indo juga?" tanya Edward pada Sandra.
" Iya. Gw kira lu bukan indo tau, muka nya gak keliatan Indo banget." jawab Sandra.
" Muka gw doang yang kaya bukan orang Indo, tapi cara bicara gw and life style gw tuh Indo banget." saut Edward.
" Kalian pacaran bukan?" tanya Sandra pada Edward dan Lizzy yang membuat mereka melotot ke arah Sandra karena kaget.
" Enggak. Kita cuma pernah ketemu di Jakarta, terus dia nolongin aku pas di bandara and pesawat, and tadi aku nabrak dia." jelas Lizzy.
" Belom juga nembak udah di tolak." kata Edward sinis kepada Lizzy.
" Ohh gitu. Terus temenan dong?" tanya Sandra lagi.
" Bukan juga, orang kita baru kenal." jawab Lizzy jengkel.
" Yaudah sekarang kita temenan." jawab Edward dengan tiba tiba dan ekspresi datarnya.
" Tuh Liz di ajakin temenan. Kapan lagi coba temenan sama cowok cakep yang di idolakan sefakultas ini." ledek Sandra.
" Temenan tuh jangan liat segalanya San. Temenan sama siapa aja. Ok sekarang kita temenan." kata Lizzy.
" Iyaiya Liz, gw ke toilet dulu ya bentar jangan kemana mana." kata Sandra.
" Ok." saut Lizzy.
__ADS_1
" Zy, sekarang kan kita temenan, boleh minta nomor kamu gak?" tanya Edward sambil merogoh saku nya untuk mengambil ponsel.
" Boleh. Bukan temen juga kalo minta aku kasih." jawab Lizzy yang langsung mengambil ponsel Edward.
" Jangan diumbar ke orang lain nomor tuh, ini Amerika. Kalo ada yang minta nomor kamu apalagi pria, jangan kasih. Kecuali aku." kata Edward.
" Lah kok harus gitu? Udah nih." tanya Lizzy sambil memberi kembali ponsel Edward.
" Nanti takut ada apa apa soalnya kehidupan disini beda, Zy. Gak sama kaya indo." jawab Edward.
" Hmmm oke." kata Lizzy.
Sandra pun kembali dari toilet, dan senior mengumumkan bahwa kegiatan selanjutnya adalah di dalam kelas.
" Yuk, aku anter ke kelas kamu." kata Edward pada Lizzy.
" Gak usah gapapa aku bisa sendiri. Kamu gak ada jadwal kelas emang?" tanya Lizzy.
" Kan aku panitia mahasiswa baru Zy jadi mana ada jadwal kelas." kata Edward.
" Oh iya ya." kata Lizzy.
" Udah ayo." ucap Edward sambil menarik tangan Lizzy.
Lizzy telah sampai dikelasnya. Ia berbeda dengan Sandra. Ia sangat bosan dikelasnya karena fans fans Edward sangat sinis terhadapnya. Hingga acarapun selesai dan mahasiswa dikumpulkan di lapangan kembali. Senior mengumumkan bahwa mulai sekarang, mahasiswa baru sudah resmi menjadi junior mereka dan memulai semester pertamanya pada esok hari. Setelah pengumuman selesai, maba pun diperbolehkan pulang.
Saat hendak pergi dari lapangan, Lizzy langsung di hadang oleh Edward.
" Pulang bareng yuk." ajak Edward.
" Emm aku sendiri aja deh." jawab Lizzy.
" Gapapa, ayo kan sekalian kita lebih deket lagi." kata Edward yang langsung menarik tangan Lizzy untuk mengikutinya. Edward biasa membawa mobil ke kampusnya. Setelah sampai di parkiran, Edward membuka pintu mobilnya.
" Silahkan masuk." kata Edward.
" Aku gak enak Wat." saut Lizzy.
" Udah enakin aja. Aku anterin sampe depan rumah kamu dengan selamat." ucap Edward dan Lizzy langsung masuk ke dalam mobil Edward dan duduk di samping Edward. Lizzy pun memberi alamat apartemen nya kepada Edward.
Tak lama, Lizzy dan Edward pun tiba di parkiran apartemen Lizzy.
" Kamu tinggal sama siapa disini?" tanya Edward.
" Sendiri." jawab Lizzy.
" Ohh dikirain sama mama papa kamu." kata Edward.
" Enggak, mereka di Indo. Kamu mau mampir dulu?" tanya Lizzy.
" Enggak deh, aku langsung pulang aja, lain kali aku mampir. Oh iya besok aku jemput ya kita ke kampus bareng." kata Edward.
" Aku berangkat sendiri aja Wat, aku udah terbiasa sendiri koq." jawab Lizzy.
" Hahaha, aku jemput besok karna kan sekalian juga ke arah kampus." kata Edward.
" Yakin nggak ngerepotin?" tanya Lizzy.
" Yakin 10000% sama sekali gak ngerepotin." kata Edward.
" Emm yaudah kalo gitu aku masuk dulu ya, makasih udah dianterin. Kamu hati hati jangan ngebut." kata Lizzy.
" Iya sama sama. Ok, kamu masuk dulu nanti aku baru jalan." ujar Edward.
" Ok." kata Lizzy yang keluar dari mobil Edward dan langsung masuk ke dalam apartemen nya. Edward yang melihat Lizzy sudah masuk dengan selamat, langsung beranjak pulang ke rumahnya.
*** hallo para Readers. Jangan lupa klik LIKE AND COMMENT nya yaa.. Aku sangat berterimakasih buat kalian yang sudah menyempatkan waktunya membaca novel ini. Selamat membaca 😊😘❤ ***
__ADS_1