
Lizzy, Randy, dan Winny pun bersiap siap setelah mengajari Lizzy mengendarai mobil.
Randy sudah bersiap terlebih dahulu dan menunggu di ruang tamu. Winny juga yang telah bersiap menghampiri Lizzy yang cukup lama bersiap siap. Lalu Winny pun berinisiatif untuk melihat Lizzy dikamarnya.
tok tok tok
" Sayang, boleh mama masuk?" tanya Winny.
" Tentu mah, masuk saja." saut Lizzy.
" Kamu koq lama banget sih nak siap siapnya?" tanya Winny sambil berjalan memasuki kamar Lizzy menuju kamar mandi.
" Maaf mah, aku gak PD berpakaian seperti ini." jawab Lizzy.
" Wah sayang, kamu keliatan cantik dengan ini semua. Percaya dirilah nak, siapapun yang melihatmu akan terpukau hahaha." canda Winny.
" Ih mama, kan Lizzy jadi malu" menutup mukanya yang merah.
" Gak usah malu sayang, coba sini deh mama make up in kamu biar tambah cantik sedikit." kata Winny.
Lizzy pun di make up in oleh mama nya, setelah selesai, mereka pun turun ke bawah menghampiri Randy. Lizzy yang memakai gaun putih off shoulders panjang sampai kaki yang bercahaya dengan glitter yang menempel di gaunnya itu menampilkan pundaknya yang mulus dipadukan dengan high heels berwarna gold setinggi 5cm yang membuatnya terlihat lebih tinggi, sebenarnya Lizzy memiliki tinggi 170cm, dan juga membawa sling back gold dengan riasan wajah sederhana.
" Waww anak papa cantik sekali." ujar Randy yang terpukau.
" Ah papa, sudahlah, Lizzy jadi malu." saut Lizzy.
" Hasil pilihan mama itu pah." bangga Winny.
" Iya iya mama itu paling the best deh kalo urusan kaya beginian. Udah yuk kita berangkat sekarang takut telat." kata Randy.
Mereka pun menggunakan mobil Alphard yang biasa digunakan oleh keluarga Surya Atmaja sebagai kendaraan pribadi khusus. Perjalanan dari rumah ke hotel berbintang lima yang menjadi tempat pesta acara tersebut kurang dari 1 jam.
Setelah mereka sampai, pak Jarwo pun memberhentikan mobilnya di lobby hotel. Lalu mereka bertiga turun dari mobil dan berjalan menuju grand ballroom tempat acara tersebut.
Karyawan karyawan kantor Randy pun menjadi petugas penerimaan tamu. Ternyata ini adalah acara hari jadi di dirikannya perusahaan Randy dengan hasil kerja kerasnya sejak ia muda dulu.
" Selamat datang keluarga tuan Surya Atmaja. Silahkan masuk." sapa karyawan kantor Randy.
" Terimakasih, yuk masuk." ucap Randy kepada Winny dan Lizzy. Lizzy berada di tengah antara Winny dan Randy berjalan menuju meja khusus untuk keluarganya yang telah disiapkan oleh panitia pesta. Selama menuju meja khusus, mereka tak luput dari pandangan rekan rekan bisnis dan kenalan Randy yang mengarah ke arah mereka ber 3.
Konsep dari acara ini adalah keluarga, makanya karyawan dan rekan bisnis serta lainnya membawa keluarga mereka ke pesta ini.
" Silahkan duduk tuan, nyonya, dan nona." ucap pelayan sambil menarik kursi untuk mereka tempati.
" Terimakasih." ucap Lizzy sambil tersenyum.
Mereka pun duduk di meja tersebut sambil menunggu acara mulai.
" Rand, apa kabar?" ucap pria paruh baya yang datang menghampiri Randy bersama keluarganya.
" Hai Van, gw baik. Lu gimana?" tanya Randy kepada pria yang bernama Ivan tersebut.
" Baik gw jugaa hahaha udah lama banget ya gak ketemu, oh Winny bawa siapa?" tanya Ivan.
" Oh ini Lizzy anak gw. Zy, kenalin ini Ivan Kurniawan, rekan bisnis papa. Itu istrinya om Ivan, Gina Kurniawan" saut Randy.
" Lizzy om, tante." ucap Lizzy sambil menjabat tangan mereka.
" Cantik sekali kamu nak, sama seperti Winny." ujar Gina sambil memegang pipi Lizzy.
" Terimakasih tante." ucap Lizzy gugup sambil tersenyum.
" Van, anak lu mana gak ikut?" tanya Randy.
" Tuh, dateng koq, lagi ambil makan dulu tadi dia." ucap Ivan sambil menunjuk kepada seorang pria tampan berpostur tubuh tinggi dan putih yang sedang menghampiri mereka.
" Hallo om Randy, tante Winny." sapa anak Ivan sambil menjabat tangan Winny dan Randy.
" Hai sayang, kamu makin ganteng aja. Hahaha" sapa Winny.
" Siapa dulu dong orang tuanya, dia tuh ganteng bawaan dari mama papa nya hahaha." canda Gina.
" Ini anak tante?" tanya anak Ivan pada Winny.
" Iya sayang, kenalan dulu dong." kata Winny.
" Hai kenalin nama gw Yohan." kata anak Ivan yang ternyata bernama Yohan sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Lizzy.
" Hai, nama gw Lizzy." jawab Lizzy tersenyum sambil membalas salam dari Yohan.
" Zy, papa kesana dulu ya mau berbicara dengan teman papa yang lain." kata Randy.
" Iya pah. Mama ikut?" saut Lizzy.
" Iya sayang mama mendampingi papa, kamu disini aja ya takut nanti cape, kamu kan belum sembuh total." kata Winny.
" Iya mah Lizzy disini aja." jawab Lizzy.
" Yohan, tolong temenin Lizzy dulu ya nak, tante, om sama mama papa kamu mau berbicara tentang bisnis dulu ya dengan tamu tamu yang lain. Nanti kalau udah selesai mama telepon kamu ya Zy." kata Winny.
" Oke tante, siap." jawab Yohan.
" Ok mah." jawab Lizzy.
Randy, Winny, Ivan dan Gina pun pergi menghampiri tamu tamu pesta yang lainnya.
__ADS_1
Suasana canggung pun terjadi diantara mereka berdua. Karena mereka baru kenal satu sama lain, dan Lizzy yang merasa gugup karena ini adalah acara pesta pertama yang ia kunjungi.
" Udah makan?" tanya Yohan yang memecah keheningan diantara mereka.
" Belum." jawab Lizzy.
" Yuk, ambil makan kesana, gw juga mau makan." kata Yohan.
" Bukannya lu tadi udah ambil makan?" tanya Lizzy.
" Gak jadi, tadi rame, males antri gw." ucap Yohan.
" Oh gitu, yaudah yuk." ajak Lizzy.
Mereka pun mengambil makan dan setelah mengambil nasi, lauk pauk, dan minuman, mereka membawanya ke meja yang menjadi meja khusus keluarga Surya Atmaja. Lalu mereka makan dan menghabiskan makanannya. Setelah menghabiskan makanannya, Lizzy mengecek ponselnya karena takut ada yang chat dia ataupun menelepon dia.
" Lu umur berapa?" tanya Yohan.
" 18 jalan 19." jawab Lizzy sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
" Ohh gitu, dlu gw sering main ke rumah tante Winny sm om Randy tapi koq jarang liat lu ya?" kata Yohan.
" Iya, gw anak angkatnya Surya Atmaja." jawab Lizzy jujur.
" Emm sorry sorry gw gatau bneran." kata Yohan.
" Iya gpp koq sans aja. Btw lu umur brp?" tanya Lizzy.
" Gw 20. Lu kuliah dimana?" tanya Yohan.
" Ohhhh.. Baru mau kuliah." saut Lizzy.
" Baru mau masuk? Dimana?" tanya Yohan.
" Iya, maunya sih di Harvard. Tapi belum tentu lulus testnya, soalnya kan persaingan untuk masuk kampus di luar negeri gede." kata Lizzy
" Wah bagus tuh. Jangan pesimis dulu, gw juga terbilang anak yg bodoh di SMA dulu karena rangking 20an bisa lulus masuk Oxford karna gw rajin belajar. Lu belajar yg giat biar lulus test." kata Yohan.
" Oh ya? Hebat lu. Pasti koq gw belajar dengan giat. Lu ambil jurusan apa di Oxford?" tanya Lizzy.
" Ambil bussines. Lu mau ambil apa?" kata Yohan.
" Emm.. mau ambil kedokteran." saut Lizzy.
" Bagus tuh, bisa nambah koleksi temen gw yang berprofesi sebagai dokter nantinya. hahaha." canda Yohan.
Lizzy hanya membalasnya dengan senyuman.
" Oh iya, gw boleh gak minta kontak lu buat nambah temen?" tanya Yohan sambil mengeluarkan ponselnya.
" Boleh koq." jawab Lizzy.
" Udah." kata Lizzy sambil membalikkan ponsel Yohan.
" Thanks ya, nanti gw chat lu." kata Yohan.
" Oke, sama sama." kata Lizzy.
" Mau gw kenalin ke temen temen gw disana gak? Mereka anak anak rekan bisnis bokap lu juga." ajak Yohan.
" Gak ah, malu, gw disini aja." kata Lizzy sambil menggelengkan kepalanya.
" Yehh, gpp ayo, ada gw kan. Mereka juga kenal bokap nyokap lu koq. Ayo." kata Yohan sambil menarik tangan Lizzy untuk ikut bersamanya.
Lizzy pun terpaksa mengikuti Yohan karena tangannya di pegang dan di tarik oleh Yohan agar mengikutinya.
" Hy guyss.. Apa kabar?" sapa Yohan kepada sekumpulan anak anak pengusaha yang sedang berkumpul.
" Hy Yo, kita semua baik bro.. Lama gak ketemu dateng dateng bawa gandengan nih?" kata salah satu dari mereka.
" Hush so tau lu, dia ini Lizzy Surya Atmaja anak om Randy Surya Atmaja." kata Yohan.
" Wah sorry sorry gw gatau, abisnya gak terliput media sih. Kenalin nama gw Christ." saut teman Yohan yang bernama Christ tersebut.
" Liz, kenalin ini Christian Hadinata anak pengusaha kelapa terkenal, ini Alex anak pengusaha roti, ini Gerry anak pengusaha sabun." kenal Yohan.
" Lizzy." sapa Lizzy dan menyalami mereka satu persatu.
Lalu mereka pun berbincang bincang seru dan Yohan berkata bahwa walaupun mereka anak pengusaha, tetapi mereka bersahabat satu sama lain walau usia mereka yang berbeda beda. Hingga Lizzy mendapat telepon dari Winny.
drrrrttttt drrrttt
" Halo ma? Mama dimana?" tanya Lizzy.
" Mama udah ada di meja tadi sayang, kamu kesini ya." kata Winny.
" Oke ma, Lizzy otw ke sana." kata Lizzy sambil menutup teleponnya.
" Emm sorry yaa gw kesana dulu, udah disuruh mama soalnya." kata Lizzy.
" Oke gpp koq Liz sans." kata anak anak pengusaha itu.
" Gw anterin ya." kata Yohan.
" Gak usah, gw sendiri aja bisa koq." kata Lizzy.
__ADS_1
" Udah gapapa, tadi kan lu kesininya sama gw, lagian tante Winny nitipin elu ke gw, masa lu kesana sendiri, nanti gw dimarahin tante Winny." kata Yohan.
" Yaudah iya." saut Lizzy.
" Guys gw anter Lizzy dulu ya, entar balik lagi." kata Yohan.
" Tumben lu peduli sama cewe, sampe dianterin segala cuma kesana doang. hahaha." ledek Alex.
" Sialan lo, dia tanggung jawab gw, soalnya mamanya nitipin ke gw. Udah yuk Liz gw anter." kata Yohan.
Lalu Lizzy dan Yohan pun berjalan meninggalkan teman temannya tersebut menuju meja keluarga Surya Atmaja.
" Mah." sapa Lizzy dan Winny pun menoleh senyum.
" Nak Yohan, makasih ya udah nemenin Lizzy tadi, maaf tante ngerepotin kamu." kata Winny.
" Gapapa tante, malahan Yohan seneng bisa punya temen baru di geng Yohan hehe. Oh iya tante, Yohan balik lagi ke temen temen Yohan dulu ya." kata Yohan.
" Oh iya nak silahkan." kata Winny.
" Gw balik ke sana dulu ya Liz, entar gw chat." kata Yohan disamping Lizzy.
" Oke, makasih ya." ucap Lizzy sambil tersenyum ke arah Yohan. Dan Yohan membalasnya dengan senyuman kembali serta kedipan sebelah matanya.
" Nak ayo kita kesana dulu, papa nunggu katanya mau ngenalin kamu sama temen temennya. Abis ini kita pulang. Udah malem soalnya takut kamu kecapean." ajak Winny
" Iya mah, ayo." kata Lizzy.
Winny dan Lizzy pun berjalan menuju tempat Randy dan teman temannya sedang mengobrol. Lalu Randy pun memperkenalkan Lizzy sebagai anak satu satunya kepada teman teman dan rekan bisnis Randy. Setelah sudah selesai, mereka pun berpamitan dengan yang lain dan berjalan keluar menuju lobby hotel yang terlihat bahwa mobil khusus keluarga nya telah terparkir untuk menjemput mereka kembali ke rumah keluarga Surya Atmaja.
Akhirnya merekapun sampai dirumah pada pukul 11 malam. Lizzy pun pamit ke kamarnya untuk beristirahat karena ia sudah lelah. Sesampainya Lizzy dikamar, ia langsung membuka high heels nya dan gaunnya untuk segera membersihkan dirinya ke kamar mandi. Selesai mandi, Lizzy pun ingin turun ke dapur untuk membuat susu karena dirinya sudah lapar lagi karena kelelahan diacara pesta itu.
Saat Lizzy hendak membuka pintu kamarnya, ponsel Lizzy pun berbunyi dan yang menelepon adalah nomor tidak terdaftar, Lizzy pun mengangkat telepon tersebut.
" Hallo?" kata seseorang di sebrang sana.
" Iya hallo, ini siapa ya?" kata Lizzy.
" Hayo tebak ini siapa?" tanya orang tersebut.
" Jih? Koq malah balik tanya sih? Gak jelas." kata Lizzy marah sambil turun ke dapurnya yang ternyata telah sepi.
" Hahahaha, yaudah jangan marah marah." kata orang tersebut.
" Ih ngeselin, udah nelepon orang malem malem, mau jawab gak ini? Kalo engga dimatiin nih." ancam Lizzy.
" Eh jangan dimatiin dong, yaudah ini Yohan." kata orang yang menelepon ternyata adalah Yohan.
" Ih Yohan, ngeselin aja." kata Lizzy yang sudah berada di dapur sambil mencari susu bubuk nya di lemari makanan.
" Sorry deh, ini nomor gw Liz, save yaa." ucap Yohan.
" Iya nanti gw save." jawab Lizzy.
" Okee.. Udah sampe rumah?" tanya Yohan.
" Udah. Lu? kata Lizzy.
" Oh bagus deh kalo udah. Gw masih di jalan." kata Yohan.
" Emm gitu. Di jalanan tuh jangan teleponan Yo." kata Lizzy.
" Hahaha bokap gw yang nyetir bukan gw Liz. Kalo gw yang nyetir mah gak bs teleponan dong, gimana sih?" kata Yohan.
" Ohhh dikira Yohan yang nyetir." kata Lizzy.
" Bukan lah.. Lagi apa Liz?" tanya Yohan.
" Lagi bikin susu." saut Lizzy.
" Lah? Buat siapa?" kata Yohan.
" Ya buat gw lah. Masih laper soalnya hahaha." kata Lizzy.
" Dasar, kaya anak kecil aja masih minum susu." ledek Yohan.
" Ihh emang anak kecil aja yang minum susu." jawab Lizzy.
" Lu kan kaya anak kecil Liz hahaha." kata Yohan.
" So tau aja." ucap Lizzy sambil meminum susunya habis dan segera menaruh gelas kotornya di tempat cuci piring dan segera kembali ke kamarnya.
" Emm besok Lizzy ada acara gak?" tanya Yohan.
" Enggak. Kenapa?" kata Lizzy yang telah berbaring di tempat tidurnya.
" Besok Yohan mau ke rumah Lizzy, Lizzy ada dirumah kan?" tanya Yohan.
" Iya." jawab Lizzy singkat karena ia sudah sangat ngantuk dan tak enak bila mematikan telepon dari Yohan, dan tanpa sadar Lizzy pun terlelap sambil memegang ponselnya.
" Yaudah besok Yohan kesana, tunggu Yohan yaa, Lizzy gak tidur?" tanya Yohan namun tak mendapat jawaban dari Lizzy.
" Hallo?" kata Yohan.
" Hallo? Lizzy?" tambah Yohan.
__ADS_1
" Udah tidur ya? Yaudah deh gpp, Good night Lizzy, see you tomorrow." ucap Yohan sambil mematikan teleponnya.
*** Hallo guys, silahkan di klik LIKE nya yaa kalau suka dengan part ini hehe and jangan lupa juga COMMENT biar bisa dijadikan refleksi untuk author. Hope you guys like it.. Happy reading 😊😘❤ ***