Story Of Life

Story Of Life
Andy


__ADS_3

Andy POV


Andy hendak ingin tidur, tetapi ia mendengar suara ketukan pintu. Dikira Andy, yang datang adalah teman teman club balap nya sehingga ia malas untuk menyuruhnya masuk. Sehingga Andy berpura pura sedang tidur.


Namun, orang yang mengetuk pintu itu, malah masuk ke dalam kamarnya. Andy pun penasaran, sehingga ia mengintip sedikit saat yang dilihatnya adalah dokter Lizzy. Andy melihat bahwa dokter Lizzy sedang memeriksa laju infusnya. Andy sangat senang melihat dokter Lizzy datang untuk memeriksanya. Dokter Lizzy hendak keluar kamar Andy dan disaat yang bersamaan Andy ingin menahan dokter Lizzy untuk tidak keluar dahulu. Namun, dokter Lizzy keburu sadar dengan getaran ponselnya. Dan membuat Andy terduduk di ranjang pasien. Dokter Lizzy tidak memperhatikan Andy yang berada di belakangnya. Dan Lizzy pun menjawab panggilan tersebut. Andy pun mengurungkan niatnya untuk memanggil dokternya itu. Andy mendengar dokter Lizzy berbicara kepada seseorang diteleponnya dengan sangat lembut seperti ia berbicara dengan pasiennya.


" Halo, ada apa?"


" Ok. Entar aku pulang telat. Kalau kamu mau duluan gapapa."


" Ok. Nanti kabari aku lagi aja." jawab Lizzy.


" Hahaha. Kamu juga. Udah ya aku mau lanjut periksa pasien lain nih."


Panggilan pun berakhir.


Andy terkejut mendapati dokter Lizzy yang tertawa dengan kepada seseorang diteleponnya. Bahkan Andy pun tidak pernah melihat dokter Lizzy tertawa seperti itu baik kepada dirinya maupun kepada suster Line yang merawat Andy.


Andy POV END.


Saat selesai berbicara dengan Edward melalui telepon, Lizzy menengok kembali ke kasur Andy karena ia merasa bahwa ada yang memperhatikannya. Ia melihat Andy yang terduduk di kasurnya dan melihat ke arah dirinya.


" Oh kamu sudah bangun? Maaf ya kalau suaraku mengganggu tidurmu." ucap Lizzy menghampiri Andy yang berada dikasurnya.


" Tidak dok. Aku memang sudah bangun saat kau hendak keluar. Dan maaf aku menguping pembicaraanmu." jawab Andy.

__ADS_1


" Ah gapapa kok. Itu bukan sesuatu yang privat." saut Lizzy.


" Apakah kepalamu masih sakit?" sambung Lizzy.


" Sudah tidak dok." jawab Andy singkat.


" Biar aku lihat dulu bekas jahitannya." suruh Lizzy.


Andy pun membelakangi Lizzy. Lizzy langsung membuka perbannya.


" Ini sudah tidak terlalu parah. Besok aku akan membuka bekas jahitmu. Dan tak lama lagi kamu sudah bisa pulang." kata Lizzy.


" Baiklah dok. Terimakasih." saut Andy.


" Ok. Aku permisi dulu ya An. Cepatlah sembuh." ucap Lizzy yang berjalan menuju pintu keluar. Andy pun hanya bisa menatap punggung Lizzy yang semakin menjauh darinya.


###########################


Edward POV


Edward kembali dari kantor ke rumahnya untuk membersihkan dirinya dan juga berganti baju. Ketika memasuki rumah, Edward berpapasan dengan mami nya.


" Tumben langsung pulang, Nak?" sapa maminya.


" Ia mi, Wat mau langsung ke rumah sakit lagi soalnya." saut Edward.

__ADS_1


" Mau jemput Lizzy?" tanya mami.


" Nggak mi. Wat mau besuk sahabat Lizzy yang lahiran, dan juga mau besuk si Andy dia kecelakaan masuk rumah sakit." jawab Edward.


" Ohh. Andy yang mana maksud kamu?" tanya maminya lagi.


" Andy temen aku mi. Anaknya om Hery." jawab Edward.


" Oh anak si Hery itu. Kamu dekat lagi sama dia?"


" Enggak dekat mi. Hanya kemarin saat aku mau jemput Lizzy di RS aku ketemu dia dan dia menyapaku. Yah sebagai teman yang pernah dekat aku sih hanya ingin menjenguknya karena sudah lama juga gak ketemu sejak aku kuliah." jelas Edward.


" Jangan terlalu dekat dengan anak si Hery. Mami sudah dengar segalanya. Dia anak pembangkang dan kelakuannya itu ga bener. Mami gak mau kamu jadi kebawa dia." ucap mami dengan tegas.


" Iya mamiku sayang. Tenang aja. Yasudah, aku mandi dulu ya mi. Mau ketemu calon istri masa bau hahaha." canda Edward.


" Kamu ini. Biasanya juga ketemu Lizzy dalam keadaan dekil, kumel, bau gitu." ledek maminya.


" Astaga mami. Ngejelekin anak aja nomor satu. Tapi aku kan tetep anak mami yang paling ganteng." saut Edward dengan manja.


" Iya aja deh buat anak mami yang bentar lagi mau nikah mah." jawab mami. Edward tak memperdulikannya dan langsung ke kamarnya untuk segera bersiap siap dan membersihkan diri.


Edward pun segera bersiap siap setelah ia kembali segar. Edward mengambil undangan pernikahannya yang telah tercetak dan berniat untuk memberikannya kepada Andy karena ia ingin mengundang Andy ke pestanya. Edward hanya memakai kaos putih dan celana jeans serta sandalnya dengan gaya santai tetapi tetap mempesona segera berangkat kembali ke rumah sakit. Namun, ia akan berhenti dulu di supermarket untuk membelikan Andy buah. Setelah itu Edward langsung melaju ke RSH karena Lizzy sudah menunggunya di lobby RSH.


Edward POV END

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2