
Hari ini adalah hari bahagia bagi Lizzy dan Edward. Setelah beberapa hari tidak bertemu, akhirnya mereka bisa bertemu di atas pelaminan. Mama Winny dan Mami Melan juga sudah sibuk selama beberapa hari terakhir untuk mempersiapkan pernikahan anak tunggal mereka.
Papa Randy dan papi Kevin hanya berdiam diri saja dan menyerahkan tugas dekorasi dan acara pernikahan anak mereka kepada para mama.
##################
Para tamu mulai berdatangan memenuhi ruangan yang akan menjadi tempat pengikatan janji suci Lizzy dan Edward. Yup, para tamu tak lain adalah teman bisnis orang tua dari kedua mempelai dan juga teman teman dari kedua mempelai.
Acara akan segera di mulai. MC mulai menyapa para hadirin.
" Selamat Siang para hadirin sekalian, terimakasih telah datang ke acara pengikatan janji suci Lizzy Surya Atmaja dan Edward Wang yang telah kita nanti nantikan ini untuk menjadi saksi dan bagian dari acara ini." ucap MC acara itu.
Terlihat mobil BMW putih series terbaru dan juga mobil setipe dengan warna hitam dibelakangnya.
Dari mobil hitam itu, keluarlah kedua orang tua Edward yaitu Mama Melan dan papa Kevin. Mami Melan tampil elegant dengan gaun warna emas dan juga papi Kevin yang memakai tuxedo hitam. Dan dari mobil putih, keluarlah sang mempelai pria yang sangat mempesona dengan tuxedo silver yang membuatnya terlihat sangat menawan. Ya siapa lagi kalau bukan Edward Wang.
Mereka berjalan menuju ke arah pintu ruangan. Edward terlihat sangat gugup.
" Senyum dong sayang, jangan gugup gitu." ucap mami Melan.
" Iya mi." saut Edward sambil tersenyum.
" Papi dulu juga gitu kok Wat. Tenang aja, kita ini laki laki, gak boleh takut." jelas papi Kevin.
__ADS_1
Mereka telah tiba di depan pintu yang tertutup.
" Baiklah, ini adalah saat yang paling di tunggu, mempelai pria dan keluarganya akan memasuki ruangan. Dipersilahkan untuk pintu dibuka." ucap MC.
Pintu pun terbuka dan Edward yang berjalan sendiri didepan menuju Altar yang tak lupa dengan senyuman diwajahnya dan diikuti oleh kedua orang tuanya dibelakang.
Para tamu yang hadir takjub akan ketampanan Edward dan ada juga beberapa dari mereka yang mengabadikan momen tersebut.
" Oke, pengantin pria sudah berada didepan altar. Kita akan segera melihat pengantin wanita memasuki ruangan ini. Pengantin wanita, dipersilahkan memasuki ruangan." kata MC.
Terlihat Lizzy yang di dampingi oleh papa Randy berjalan menuju Altar dengan gaun pengantin nya yang berwarna putih mengembang dengan ekor yang panjang.
Edward yang sudah beberapa hari tidak melihat Lizzy menjadi takjub akan kecantikan pasangannya itu. Edward terlihat meneteskan air matanya begitu Lizzy dan papa Randy yang menggandeng tangan Lizzy tiba dihadapannya.
" Papa berikan Lizzy kepada kamu untuk dijaga, disayangi, dan dicintai sebagaimana papa menyayanginya selama ini. Papa telah membuat keputusan untuk mempercayai kamu untuk menjaga Lizzy. Papa mohon dengan sangat kepada kamu Wat, jangan pernah sakiti Lizzy dalam bentuk apapun juga." ujar papa Randy sambil menyatukan tangan Lizzy dan Edward. Air mata Edward yang tadinya hanya menetes pelan, seketika menjadi deras. Edward menangis.
Lizzy yang melihat hal tersebut menjadi haru. Ia juga terlihat meneteskan air matanya. Lizzy memegang wajah Edward dan mengusap air mata nya.
" Kamu cantik." kata Edward saat menatap Lizzy yang berada dalam gandengannya.
" Kamu juga terlihat tampan." saut Lizzy.
#################
__ADS_1
" Saya bersedia mengambil Lizzy Aprilia sebagai istri saya dan berjanji akan selalu setia menemani, menjaga, mengasihi, dan mencintai Lizzy dalam kebahagiaan, kesusahan, dan kesedihan." ucap Edward.
" Saya bersedia mengambil Edward Wang sebagai suami saya dan mengubah nama belakang saya mengikuti nama keluarganya dan berjanji akan selalu menemani, mengasihi, dan mencintai Edward dalam kebahagiaan, kesusahan, dan kesedihan." ucap Lizzy juga.
" Baiklah, silahkan kalian memakaikan cincin pada pasangan kalian sebagai pengikat hubungan kalian."
Edward mengambil cincin dari kotak yang telah disiapkan dan memakaikannya di jari manis Lizzy. Lizzy juga memakaikan cincin dengan jenis yang sama dijari manis Edward.
" Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Silahkan kalian menunjukkan tanda cinta kalian."
Edward memegang tangan Lizzy dan berkata " Sayang sekarang aku sudah resmi menjadi suami kamu. Bolehkah sekarang aku menciummu sebagai tanda cintaku?" tanya Edward. Memang Lizzy pernah berkata akan memberikan ciuman pertamanya kepada orang yang telah resmi menjadi suaminya kelak didepan altar pernikahan.
" Boleh." saut Lizzy sambil tersenyum kepada Edward.
Edward dan Lizzy pun berciuman sebagai tanda dan bukti cinta mereka. Terdengar sorak dan tepuk tangan dari para hadirin.
" Silahkan kepada pengantin untuk mengucapkan beberapa kata didepan para hadirin." ucap MC sambil memberikan mic kepada Edward.
" Ekhem. Baik, terimakasih saya ucapkan kepada semua tamu undangan yang sudah berkenan hadir di acara pernikahan saya dengan Lizzy. Terimakasih kepada mama Winny dan papa Randy yang telah memberikan saya kepercayaan untuk menjaga anak perempuannya. Saya juga berterimakasih kepada mami dan papi saya yang telah membesarkan saya sehingga saya dapat seperti sekarang ini. Dan juga saya berterimakasih kepada orang yang telah resmi menjadi istri saya. Terimakasih telah mengerti saya, menyadarkan saya, memberikan saya cinta selama ini. Saya sangat bersyukur dapat bertemu dengan kamu. Terlebih lagi terimakasih telah menepati janji untuk memberikan your first kiss untuk saya. I love you." ucap Edward. Para tamu pun menjadi baper dengan kata kata Edward.
" Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang telah datang, dan untuk mama dan papa saya yang telah membesarkan saya selama ini. Terimakasih juga kepada mami dan papi yang mau menerima saya sebagai anaknya, dan mempercayai saya untuk mendampingi putra kalian kedepannya. Saya bersyukur memilih Edward sebagai suami saya. Terimakasih untuk segalanya Wat. I love you too." ucap Lizzy.
Edward pun langsung mencium kening Lizzy karena bahagianya.
__ADS_1
" Baiklah acara akan janji suci telah selesai. Dan akan dilanjutkan dengan acara resepsi. Jangan lupa datang nanti sore. Terimakasih atas waktunya." ucap MC.
to be continue