Story Of Life

Story Of Life
Before Married part 2


__ADS_3

Setelah Lizzy mengantarkan orang tuanya, Lizzy kembali masuk ke dalam rumah.


" Non, ingin bibi buatkan apa?" tanya bi Nani.


" Tidak bi, terimakasih. Tadi saya sudah sarapan. Saya ingin istirahat saja di kamar. Bibi kalau tak ada pekerjaan, bibi istirahat saja gak papa kok."


" Baiklah non. Terimakasih."


" Saya ke kamar dulu ya bi." pamit Lizzy.


" Iya silahkan non." saut bi Nani.


Lizzy pun menuju ke kamarnya untuk istirahat kembali karena ia sangat bosan. Ia berencana tidur kembali karena menjadi seorang dokter, harus siap menanggung resiko jadwal tidur yang tidak menentu dan juga memiliki waktu yang sedikit untuk beristirahat. Walaupun hari sabtu dan minggu Lizzy libur, namun ketika ada tugas memanggil, Lizzy segera ke rumah sakit. Dan juga terkadang waktu libur yang dipakainya untuk jalan jalan bersama keluarganya ataupun bersama Edward.


Tak terasa, Lizzy pun terlelap. Mungkin karena ia merasa bosan tak diperkenankan melakukan kegiatan pekerjaan seperti biasanya. Tanpa Lizzy ketahui, layar ponselnya menyala dan menunjukkan bahwa ada panggilan masuk. Memang sebelum ia tidur, Lizzy terbiasa men silent keadaan ponselnya karena ia tak suka bila seseorang mengganggu waktu istirahatnya. Ternyata panggilan masuk itu dari Edward. Dan Edward pun menelponi Lizzy berkali kali hingga tak terhingga.


##


Lalu pada siang hari sekitar pukul 14 an, Lizzy terbangun dari tidurnya karena ia sudah merasa sangat kenyang tidur dan merasakan perutnya yang sangat lapar. Lizzy keluar dari kamarnya tanpa memandang ponselnya dan turun ke bawah menuju dapur untuk memasak makanan.


" Non, ingin bibi masakkan apa?" tanya Bi Nani.


" Gak usah bi, biar saya sendiri saja yang masak." jawab Lizzy.


" Jangan non. Nanti nyonya marah kalau tau si non masak." saut bi Nani.


" Haha mama gak akan marah kok bi, tenang aja. Mama tau kalau anaknya ini memiliki hobbi memasak."


" Baiklah non, tapi kalau butuh bantuan kasih tau bibi ya."


" Siap bi, terimakasih."


" Oh iya non, tadi ada telepon dari den Edward." sambung bi Nani.


" Edward? Dia nelpon ke rumah bi?" tanya Lizzy.


" Iya non, katanya nelpon ke ponsel non Lizzy ga di jawab."


" Ok deh nanti biar saya telepon balik. Terimakasih ya bi."

__ADS_1


" Iya non sama sama."


Setelah itu, bi Nani pun kembali ke kamarnya yang terletak di belakang rumah. Lizzy pun melihat isi kulkas dan persiapan bahan makanan yang tersedia. Ia pun mendapati ada udang di dalam freezer kulkasnya, ia pun berniat untuk memasak udang goreng saus asam manis kesukaannya. Karena ia pernah bekerja di resto dan hidup mandiri, ia pun ahli dalam memasak.


Tak lama kemudian makanan pun siap untuk di santap. Lizzy yang sudah kelaparan langsung mengambil nasi dan menaruh hasil masakannya di meja makan dapur yang luasnya memang minimalis, karena ia sedang makan sendirian. Bila bersama keluarganya, mereka akan makan di meja makan depan yang berada didekat ruang tamu.


######


Setelah selesai makan dan mencuci piringnya, Lizzy mengambil gelas dan juga jus jambu di kulkas untuk ia minum. Setelah menuangkan jus jambu tersebut ke dalam gelas, dan berniat untuk meminumnya, telepon rumah pun berbunyi. Lizzy pun menebak bahwa itu adalah rekan kerja papanya. Ia pun menjawab.


" Halo." sapa Lizzy.


" Halo, Win apa kabar?" tanya seseorang di seberang.


" Mohon maaf ini siapa ya?" tanya Lizzy bingung.


" Ini siapa?"


" Saya Lizzy." jawab Lizzy.


" Ya ampun Lizzy, apa kabar sayang? Ini tante Gina."


" Kabar tante sangat baik sayang. Cie yang sebentar lagi nikah."


" Ehehe tante bisa aja, oh iya tante dateng ya. Papa udah kasih undangannya kan melalui om Ivan?"


" Tante sudah menerima undanganmu sayang. Pasti dong tante harus datang ke pernikahan kamu. Oh iya mamamu mana?"


" Mama ikut papa dari tadi pagi dan sekarang belum pulang tante."


" Oh begitu. Kamu gak ke RS sayang?"


" Aku cuti tante, kan sedang di karantina sama mama hehehe."


" Hahaha memang harus seperti itu sayang, baiklah, nanti sampaikan pada mamamu ya, ada hal yang ingin tante bicarakan dengan mamamu."


" Ok tante nanti Lizzy sampaikan."


" Terimakasih ya sayang. Dan sampai bertemu di pelaminanmu."

__ADS_1


" Ok tante."


Saat Lizzy hendak berdiri dari sofa tadi dan ingin meraih gelas minumnya yang berada dimeja, ia pun mendengar kembali telepon rumahnya berbunyi. Karena dikira Lizzy, Gina melupakan hal lain, ia pun segera mengangkat telepon itu.


" Halo." saut Lizzy.


" Hai sayang kemana aja? Aku telepon dari tadi ga di angkat sama kamu. Kamu ga kangen aku ya?"


" Edward?"


" Iya ini aku, kamu kira siapa lagi? Kamu mengharapkan telepon dari orang lain ya?"


" Hush sembarangan kamu. Tadi aku tidur, dan bangun tadi aku kelaparan dan tidak mengecek ponselku. Dan bi Nani bilang kalo kamu menelepon ke rumah kaya orang jaman dulu aja deh kamu."


" Abisnya aku kangen sama kamu sayang. Masa kita ga dibolehin ketemu sih."


" Ya aku juga kangen, sabar ya 2 hari lagi kok kita ketemu."


" Ah 2 hari tanpamu itu bagaikan 2 tahun bagiku, itu lama sekali."


" Lebay kamu. Sabar ya demi cinta kita dan kehidupan baru, kita harus bisa melewati ini semua."


" Iya mami Lizzy. Ucapanmu itu seperti orang tua aja."


" Mami mami, emang aku mami kamu?"


" Bercanda Lizzy sayang."


" Aku tau, oh iya Wat kamu dapet nomor telepon rumah dari mana?"


" Sangat mudah untukku mengetahui nomor telepon rumahmu sayang. Papiku dan papimu itu kan sahabatan, jadi pasti lah nomormu tersimpan di buku telepon rumahku."


" Wah, luar biasa calon suamiku ini. Sampai sebegitunya kamu mengetahui itu hahaha."


Percakapan mereka pun mengalir seperti air. Dan karena dirasa sudah cukup lama dan orang tua mereka telah kembali ke rumah, Lizzy dan Edward pun mengakhiri panggilannya.


*** Next Episode is Wedding Day ***


Mohon dukungan Like nya yaa terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca novel ini.

__ADS_1


__ADS_2