Story Of Life

Story Of Life
Surprise part 2


__ADS_3

" Mah, kita mampir ke rumah siapa?" tanya Lizzy denganw wajah polosnya.


" Ini rumah kita sayang, kita tinggal disini." jawab Winny.


" Ini rumah mama sama papa?" tanya Lizzy lagi.


" Iya Zy, ini rumah keluarga Surya Atmaja. Mungkin kamu belum tau Surya Atmaja itu siapa, nanti di dalam papa jelaskan. Yuk turun dulu." ucap Randy.


" Yuk sayang, turun dulu, hati hati kepalamu." tambah Winny.


Mereka berjalan memasuki rumah dan diikuti oleh pelayan dari keluarga Surya Atmaja.


" Selamat datang Nona Lizzy." sambut pelayan tersebut.


" Terimakasih." saut Lizzy sambil tersenyum.


" Nak, kamu duduk dulu disini ya, biar kamarmu di bereskan oleh mama dan mbak mbak ini dulu." kata Winny.


" Iya mah." jawab Lizzy sambil duduk di sofa ruang tamu.


" Zy, jadi papa kamu ini adalah seorang CEO di perusahaan yang bergerak dibidang pertanian. Perusahaan papa ada Asia, Amerika, dan juga Eropa. Papa berhasil menjadi orang sukses berkat hasil kerja papa sendiri loh. Dan papa dikenal sebagai Randy Surya Atmaja. Mungkin kamu gatau papa ini siapa karena kamu bukan orang yang berkecimpung di dunia bisnis." jelas Randy.


" Ohh begitu pah, berarti papa adalah boss di perusahaan gedung gedung gitu dong?" ujar Lizzy.


" Iya Zy, dan sekarang papa ingin bertanya nama lengkap mu apa?" tanyaRandy.


" Lizzy Aprilia Gunawan pah." jawab Lizzy.


" Apakah kamu keberatan jika sekarang namamu mengikuti nama mama dan papa menjadi Lizzy Aprilia Surya Atmaja?" tanya Randy kembali.


" Lizzy tak keberatan pah, tapi Lizzy tak pantas untuk menyandang nama itu." saut Lizzy.


" Kenapa kamu tak pantas nak? Mulai sekarang kamu kan anak mama Winny dan papa Randy Surya Atmaja. Dan nama kamupun berganti, biar orang orang tau kalau kamu adalah anak dari keluarga Surya Atmaja. Turuti saja ya Zy apa kata papa?" kata Randy.


" Baiklah pa. Aku akan turuti apa kata papa dan mama." jawab Lizzy.


" Zy, kamu anak yang rendah hati. Papa dan mama bangga punya anak seperti kamu." kata Randy.


" Hahaha aku tidak seperti itu koq pah, jangan berlebihan. Aku yang bangga punya orang tua sebaik kalian. hehe" kata Lizzy.


Randy pun hanya tersenyum dan membelai kepala anaknya itu. Tak lama Winny datang.


" Nak, mama ingin bicara serius denganmu. Suruh kakakmu datang kemari jika ada waktu. Mama ingin kenal dekat dengan keluargamu nak." kata Winny.


" Iya mah, nanti akan Lizzy suruh kak Lia untuk datang kemari." saut Lizzy.


" Kamu gak usah kerja di resto itu lagi ya nak? Papa sanggup untuk membiayakan kamu. Kamu kan sekarang sudah memiliki orang tua, dan kami sanggup nak." kata Randy tiba tiba.


" Tapi pah, Lizzy bisa membiayai hidup Lizzy sendiri koq. Lizzy sudah terbiasa dari dulu hidup mandiri pah. Terimakasih." ucap Lizzy.


" Tidak nak, kamu harus kuliah dulu baru kerja, setelah kamu lulus kuliah, papa janji akan membiarkan kamu kerja nak, gimana?" ujar Randy.


" Tapi pah, Lizzy gamau ngerepotin mama sama papa." ucap Lizzy.


" Kamu sama sekali tidak merepotkan kami sayang, biarkan kami sebagai orang tua mu yang bertanggung jawab menkuliahi kamu. Bagaimana?" tanya Winny.


" Baiklah ma, pah, Lizzy akan kuliah." kata Lizzy.


" Oh iya sayang, kamu bercita cita ingin menjadi apa?" tanya Winny.

__ADS_1


" Lizzy ingin jadi dokter mah biar bisa memberikan pelayanan kesehatan buat orang orang yang tidak mampu." jawab Lizzy.


" Mulia sekali cita citamu nak. Mama tau kampus terbaik di bidang kedokteran." kata Winny.


" Dimana itu mah?" tanya Lizzy.


" Di Harvard University. Itu adalah universitas terbaik untuk dunia medis sayang, gimana?" jawab Winny.


" Tapi mah, itu kan di luar negeri dan pasti biayanya mahal serta masuk ke sana persaingannya berat mah." kata Lizzy.


" Untuk masalah biaya kuliah dan hidupmu disana papa yang urus Zy, apakah kamu lupa kalau papa mu ini seorang pengusaha sukses? kalau untuk persaingannya kamu harus berusaha agar masuk kesana." kata Randy.


" Tidak pa, aku tidak lupa, aku hanya tidak ingin merepotkan kalian." jawab Lizzy.


" Jangan berkata kalau kamu merepotkan kami sayang, kami ini orang tua mu, ayolah tak apa. Kami juga ingin melihat anak kami sukses." kata Winny.


" Baiklah ma, pa, aku sangat berterimakasih dan bersyukur memiliki orang tua seperti kalian yang menyayangiku." saut Lizzy.


Mereka bertiga lalu berpelukan dengan haru.


" Sudahlah sayang, kamu istirahat saja dulu, besok kamu ke Resto Tirai Bamboo dan bilang yaa kalau kamu mengundurkan diri. Kamarmu diatas ya, mbak tolong antarkan Lizzy kekamarnya." kata Winny.


" Baik nyonya, mari nona saya antar kekamar nona." ucap mbak Tyas.


" Iya mbak sebentar, aku ke kamar dulu ya mah, pah." kata Lizzy.


Setiba di kamar Lizzy, Lizzy terkejut karena kamarnya begitu besar, bahkan bisa dibilang ini cukup untuk membuat rumah baginya yang ada dapur dan yang lainnya.


" Ini kamarku mbak?" tanya Lizzy tak percaya.


" Iya non ini kamar nona, dan bila nona butuh sesuatu bilang saya kepada saya ya non, namanya Tyas." kata mbak Tyas.


" Baik, mbak Tyas, terimakasih sudah mengantarkanku ." kata Lizzy


Lizzy hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Wah aku gak percaya ini kamarku, warna yang di dominasi oleh warna tosca hingga kasur dan juga spreinya adalah warna kesukaanku. Coba ah liat kamar mandinya, buset gede banget bahkan ada bathup nya dan juga ada air panasnya, oiya perlengkapan bajuku juga sudah dibawa kemari dari kosan. Wah masih gak nyangka aku sekarang telah menjadi anak dari keluarga Surya Atmaja." ucap Lizzy tak percaya dan ia segera mandi lalu tertidur karena ia masih merasa lemas dan tak percaya akan segala halnya.


Keesokan harinya, Lizzy bangun pagi dan turun kebawah untuk memasak di dapur.


" Selamat pagi mbak." sapa Lizzy kepada para pelayan.


" Pagi nona. Ada yang bisa saya bantu non?" saut pelayan.


" Tidak ada mbak, saya ingin memasak untuk mama dan papa." kata Lizzy.


" Saya saja yang menyiapkannya nona. Kata tuan dan nyonya, nona tidak boleh cape cape dulu." kata pelayan.


" Tidak apa apa mbak, saya sudah sehat, dan saya ingin memasak untuk mama dan papa." jawab Lizzy.


" Baiklah nona." kata pelayan itu yang akhirnya pasrah atas keinginan Lizzy.


Lizzy pun memasak, dan setelahnya ia menghidangkannya di meja makan. Winny dan Randy pun keluar dari kamarnya dan Randy telah bersiap untuk ke kantornya.


" Pagi mah, pah." sapa Lizzy.


" Pagi sayang." ucap Winny dan Randy yang sambil mencium kening Lizzy secara bergantian.


" Ma, pa, Lizzy ke kamar dulu yaa kamu siap siap ke resto." ujar Lizzy.

__ADS_1


" Oke Zy, kamu dianter sama pak Jarwo ya." kata Randy.


" Gapapa pah, aku bisa naik angkot koq." saut Lizzy.


" Sudahlah, angkot berbahaya buat kamu, dan nanti kamu pulang cepet ya sayang mama mau ajak kamu jalan jalan." kata Winny.


" Ya mah. Lizzy siap siap dulu ya." kata Lizzy.


Mama dan papanya hanya mengangguk.


" Masakan siapa ini mbak?" tanya Randy


" Non Lizzy yang masak tuan." saut pelayan.


" Enak loh mah, cobain deh." ucap Randy sambil menyodorkan nasi goreng.


Winny pun mengambil piring dan menaruh nasi goreng di piring tersebut serta melahapnya.


" Iyah pah enak loh masakan Lizzy. Bangga mama dengan segala kelebihan dia." kata Winny.


" Beruntung kita mah, dikasih putri seperti Lizzy. Oiya mah papa hari ini mau urus surat surat Lizzy yang menjadi bagian dari keluarga kita." ujar Randy.


" Sangat beruntung pah. Oke nanti kalau papa butuh apa apa, telepon mama aja ya." kata Winny.


" Siap mah." ucap Randy sambil kembali dengan makanannya.


Lizzy segera bersiap siap. Dia terbiasa dengan tampilan sederhana dan wajah polos tanpa make up nya. Lalu dia pun turun ke bawah untuk bergabung dengan orang tuanya.


" Maaf mah, pah, Lizzy lama." ucap Lizzy.


" Gapapa sayang, kamu pinter masak ya ternyata." kata Winny.


" Iya masakan kamu enak loh Zy." kata Randy.


" Makasih pah mah hahaha padahal aku cuma pengen buatin kalian sarapan doang." kata Lizzy.


" Kami juga makasih sayang udah dimasakin sama kamu hehe." kata Winny.


" Iya mah, nanti Lizzy masakin mama sama papa lagi." kata Lizzy.


" Papa udah harus berangkat nih, ada meeting sm investor." ucap Randy.


" Oke pah hati hati yaa. Sukses meetingnya pah." ucap Lizzy.


" Iya pah hati hati ya, Love you." ucap Winny.


" Love you too mah, papa sayang Lizzy. Yasudah papa berangkat dulu." ucap Randy sambil mencium kening Winny dan Lizzy.


Lalu mereka berdua pun kembali ke meja makan. Setelah Lizzy selesai sarapan, Lizzy pamit kepada Winny untuk memberitahu Felix bahwa ia akan mengundurkan diri.


" Mah, aku pamit yaa." ucap Lizzy.


" Iya hati hati sayang, cepet pulang yaa. Abis urusan kamu selesai, mama mau ajak kamu jalan jalan." kata Winny.


" Iya mamaku sayang, aku langsung pulang kalo udah beres. Aku berangkat dulu ya mah." pamit Lizzy.


" Oke. Pak bawa mobilnya pelan pelan ya." kata Winny.


" Baik nyonya." saut Pak Jarwo.

__ADS_1


Lalu mobil Alphard putihpun melaju dari perkarangan rumah keluarga Surya Atmaja.


*** Ditunggu sesi Edwardnya yaa kawan.. Hope you guys like it. Happy reading. 😊😘❤ ***


__ADS_2