
Hari senin pun tiba. Hari cuti telah berakhir bagi Lizzy dan Edward. Begitu pula dengan Jason dan Jessie yang harus memulai sekolahnya.
" Ko, aku ke bawah duluan ya. Baju, sama sepatu kamu udah aku siapin. Jas sama dasi aku bawa ke bawah." ucap Lizzy kepada Edward yang masih berada di kamar mandi.
" Oke." saut Edward.
Lizzy pun turun ke bawah dengan blouse yang dipadukan celana jeans dan high heels. Rambut beachwavenya yang ombre di urai. Ia membawa tas, perlengkapannya, dan juga jas serta dasi Edward dan menaruhnya di meja makan. Sebelumnya ia telah menyiapkan sarapan. Jason serta Jessie pun keluar kamarnya menggunakan seragam yang diberikan Dave kemarin.
" Good morning." sapa Jessie dengan memeluk Lizzy.
" Good morning sayang. Kalian sarapan dulu ya, nanti cici yang antar ke sekolah karna ini kan hari pertama kalian." saut Lizzy.
" Ok." jawab Jessie.
" Ci itu jas dokter punya siapa?" tanya Jason.
" Punya cici." jawab Lizzy.
" Ci Izy dokter? Wah hebat. Jessie mau kaya ci Izy." saut Jessie.
" Dokter apa?" tanya Jason lagi.
" Dokter bedah." jawab Lizzy.
" Bukan dokter lagi. Ci Izy itu Professor loh. Selain itu, dia juga pemilik rumah sakit." timpal Edward yang berjalan menuju meja makan.
" Wah." kata Jason terkagum.
" Sarapan dulu nanti telat." kata Lizzy.
Selesai sarapan, Lizzy pun mengkikatkan Edward dasi. Dari zaman mereka pacaran pun Edward tidak bisa memasang dasi dan sering kali menyuruh Dave mengikatkan dasinya. Tak lupa ia juga memakaikan jasnya.
" Hei kalian. Ini uang saku." kata Edward sambil mengeluarkan uang 100rb dan 50rb dari dompetnya.
" Kami dikasih dari mami papi ko." saut Jason.
" Ga papa ambil aja. Uang dari mami papi, kalian simpan." jawab Edward dengan memberikan uang 100rb kepada Jason dan 50rb untuk Jessie.
" Thanks ko." ucap JJ siblings yang di jawab senyuman oleh Edward.
" Sayang, aku berangkat dulu. Hati hati bawa kemudinya I love you." pamit Edward dengan kecupan di kening Lizzy.
" Kamu juga hati hati ko I love you more." saut Lizzy.
" Ci Izy sama ko Wat so romantic." ledek Jessie.
Edward dan Lizzy berpisah mobil karna Lizzy harus mengantarkan sepupunya.
###########################
Lizzy, Jason, dan Jessie tiba di Sekolah Garuda.
" Jason, kamu mau sendiri atau perlu cici antar ke unit kamu?" tanya Lizzy.
" Antar aku ke ruang kepala sekolahnya aja ci." saut Jason.
" Yuk."
Lizzy pun bergandengan dengan Jessie berjalan ke unit SMA. Mereka berjalan ke kantor kepala sekolah. Setelah menemukan ruangan kepsek, Lizzy pun mengetuk pintu. Karna mendapat jawaban dari dalam, Lizzy pun memasuki ruangan kepsek tersebut.
" Yohan?"
" Lizzy?"
" Jadi kepsek lo?" tanya Lizzy.
" Di suruh bokap gua. Oh iya kata si Dave sepupu laki lo mau sekolah di sini?" kata Yohan.
" Gila ga nyangka lo bisa beralih profesi Yo. Son, ini kepseknya." kata Lizzy.
" Pagi pak." sapa Jason.
" Pagi." saut Yohan.
" Gua harus antar Jessie nih. Kepsek SD namanya siapa Yo?" tanya Lizzy.
" Bu Dahlia." saut Yohan.
" Lo tolong urus sepupu gua ya si Jason. Gua ada jadwal di OR (Operation Room)." pinta Lizzy.
" Siap santuy." jawab Yohan.
" Thanks banget Yo. Gua duluan ya." pamit Lizzy pada Yohan.
" Son, cici ke unit Jessie dulu ya. Kalau kamu udah pulang naik ojol aja ke Rumah Sakit Harapan, cici ada disitu." pamit Lizzy.
" Oke ci hati hati." saut Jason.
__ADS_1
Lizzy pun keluar dari ruangan Yohan dan berjalan ke unit SD. Ketika ia melihat tulisan ruang kepsek, ia pun segera mengetuk.
tok tok tok
" Masuk."
" Permisi selamat pagi bu, saya Lizzy wali Jessica Vandela Wang."
" Silahkan duduk bu." saut kepsek.
" Kemarin teman saya Dave sudah mendaftarkan Jessie ke sekolah ini." jelas Lizzy.
" Dave yang temannya pak Yohan pemilik yayasan ini ya?" tanya Bu Dahlia.
" Iya benar bu." saut Lizzy.
" Baik, mari Jessie saya antar ke kelasnya."
" Maaf bu, Jessie belum begitu lancar bahasa Indonesia. Ia hanya mengerti bahasa mandarin dan inggris saja." ucap Lizzy.
" Ga papa bu, disini tugas kami untuk menjadikan siswa memiliki ilmu."
" Bu, saya titip adik saya."
" Jessie, kamu sekarang belajar dulu, nanti siang kamu dijemput ko Edward. Ci Izy berangkat kerja ya." pamit Lizzy yang mendapat pelukan dari Jessie.
" Oke." saut Jessie.
" Bu Dahlia, saya permisi." pamit Lizzy.
Lizzy pun segera pergi dari Sekolah Garuda menuju RSH.
##########################
Di jam makan siang, Edward seperti biasa membawakan makanan untuk Lizzy. Namun, kali ini Edward menggendong Jessie. Karena pegawai RSH mengetahui bahwa Edward dan Lizzy baru usai cuti menikah dan Edward sudah menggendong anak kecil. Banyak suster, pegawai dan para dokter lain pun memperhatikan Edward yang berjalan ke ruangan Lizzy.
Saat masuk ke ruangan Lizzy, pemilik ruangan tidak ada ditempatnya. Edward keluar dan menanyakan kepada suster Line.
" Suster, Lizzy mana?"
" Ada di OR pak." sautnya.
" Belum selesai operasi?"
" Sebentar lagi akan selesai."
" Terimakasih." ucap Edward. Ia pun segera kembali ke ruangan Lizzy.
" Maaf ya nunggu lama." ucap Lizzy.
" Ci Izy you are so awesome kalau pakai baju itu." kata Jessie.
" Thank you sayang." balas Lizzy dengan mengecup pipi Jessie.
" Yang dicium Jessie doang?" tanya Edward dengan tatapan sinis.
" Iri aja, malu ada Jessie." saut Lizzy.
" Jessie udah terbiasa lihat orang ciuman." kata Jessie.
" Jessie, kamu masih kecil. Jangan ikut kaya papi Jefrie mesum." jawab Edward.
Jefrie Vandelo Wang adalah ayah Jason dan Jessie serta om dari Edward. Umur om Jefrie hanya berjarak 10 tahun dari Edward, itulah sebabnya Edward mengenal Jefrie dengan sangat baik.
Edward menutup mata Jessie dengan telapak tangannya dan mencium Lizzy.
" Kyaa!!!!" teriak Lizzy sambil melotot kepada Edward.
" Ciee." ucap Jessie.
" Kamu!! Malu tau ih diliat Jessie." ucap Lizzy.
" Jessie ga liat." saut Edward.
" Tau ah." balas Lizzy.
Mereka pun akhirnya selesai makan siang bersama. Edward kembali ke kantornya, sedangkan Jessie berdiam di ruangan Lizzy.
TING! bunyi ponsel Lizzy.
Ia mendapat pesan dari perawat ICU.
" Jessie sayang, ci Izy harus ke ICU mau cek kondisi pasien. Kamu disini aja ya." pinta Lizzy dan Jessie pun menganggukkan kepalanya.
##########################
Jason sudah kembali dari sekolahnya. Sekarang ia berada di RSH dengan menggunakan seragam putih abunya.
__ADS_1
" Permisi sus, ruangan dokter Lizzy dimana ya?" tanya Jason.
" Mau berobat dik?"
" Em saya disuruh dokter Lizzy kesini."
" Dokter William, tolong antarkan adik ini ke dokter Lizzy." pinta suster itu ketika melihat William sedang melewatinya.
" Ayo ikut saya." saut William.
" Liz ada yang cari ni." kata William. Lizzy pun menoleh ke arah William dan melihat Jason.
" Udah pulang? Tunggu ya sebentar lagi kita pulang." saut Lizzy yang langsung mendapat anggukkan.
" Jason mau makan dulu?" tanya Lizzy.
" Nanti aja dirumah." sautnya.
" Kalau makan dirumah tunggu ko Edward pulang sore loh. Udah makan dulu aja yuk." ajak Lizzy.
" Will thanks ya." ucap Lizzy.
" Terimakasih dok." ucap Jason.
Lizzy dan Jason pun berjalan menuju ruangan Lizzy untuk mengambil dompetnya dan juga sekalian mengajak Jessie.
Mereka pun pergi ke cafe di seberang RSH.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, artinya Lizzy akan pulang.
" Yuk pulang." ajak Lizzy.
Dan mereka pun pulang.
Sesampainya dirumah, mereka bertiga memasuki kamar masing masing.
###################
Jam 6, Edward kembali ke rumah.
" Sayang aku pulang." kata Edward.
Lizzy yang sedang berada di ruang keluarga segera berhambur ke arah pintu.
" Hy Zy!" sapa Dave.
" Hy Dave." jawab Lizzy.
" Sayang, tadi aku minta Dave beli mobil baru. Mobil lama buat si Jason sekolah aja." terang Edward.
" Kan bisa pakai mobilku aja kenapa harus beli baru lagi?" tanya Lizzy.
" Mobil kamu kan hadiah dari mama dan papa. Udah ga apa ya aku lagi ada rezeki kok." kata Edward.
" Hm gimana kamu aja deh." saut Lizzy.
" Wat, Zy, gua cabut dulu ya." pamit Dave.
" TTDJ bro and thanks udah bantu gw." kata Edward.
" Hati hati Dave." saut Lizzy.
" Perhatian banget sih sama Dave."
" Kamu tuh ya memicu pertengkaran aja. Dave kan sahabat kamu berarti sahabat aku juga." saut Lizzy.
" Just kidding baby." ledek Edward.
Lizzy pun memukul lengan Edward.
" Aku ke kamar dulu ada kerjaan yang harus aku selesaikan." pamit Lizzy.
" Jason." panggil Edward. Yang dipanggil pun segera menghampiri.
" Itu mobil lama ko wat buat kamu. Ini kunci dan STNK. Kata om Jefrie kamu udah punya SIM kan?" sambung Edward.
" Ada. Tapi ini ga berlebihan ko?" tanya Jason.
" Engga. Udah kamu pakai aja dulu untuk sekolah nanti kalau ada rezeki ko wat beliin mobil baru." kata Edward.
" Bukan gitu ko, Jason cuma ga mau ngerepotin ko wat sama ci izy."
" Kalau kamu ga ambil justru kamu lebih ngerepotin istri ko wat karna harus antar kamu."
" Ok Jason terima. Thanks ko."
" Nah gitu dong. Ko wat mau ke kamar dulu." kata Edward yang langsung beranjak ke kamar.
__ADS_1
To be continue......
Jangan lupa like ya 💞