
Setelah berpamitan dan keluar gedung, Edward menjemput Lizzy yang berada di lobby hotel dengan masih menggunakan gaun pengantin putihnya.
Tak lama kemudian, Edward bersama mobik putihnya memasuki area lobby hotel. Lizzy yang melihatnya kemudian langsung masuk kedalam mobil karena cuaca malam yang dingin ditambah dengan baju gaun Lizzy yang terbuka di bagian atasnya, membuatnya sedikit kedinginan. Edward pun mengemudikan mobil.
Gaun pengantin Lizzy.
Gaya rambut Lizzy.
Setelan Tuxedo Edward.
###################
Ditengah perjalanan pulang, Edward melihat Lizzy tertidur karena kelelahan dikursi samping kemudi Edward.
" Ya dia tidur. Ga papa deh entar malam kita begadang ya sayang." ucap Edward sambil membelai kepala Lizzy.
###############
Mobil telah berhenti disebuah rumah mewah berlantai tiga yang berada di daerah perumahan elit ditengah kota.
" Sayang, bangun yuk kita udah sampai." ucap Edward sambil memegang kepala Lizzy.
Lizzy pun mengejapkan matanya dan mengumpulkan kesadaran. Setelah kesadarannya penuh, Lizzy melihat ada yang aneh dengan rumah ini. Ini bukan kediaman keluarga Surya Atamaja ataupun keluarga Wang.
" Yang, ini rumah siapa? Udah malam, ngapain bertamu ke rumah orang?" tanya Lizzy.
" Ini rumah kita sayang, aku beli rumah ini dengan hasil kerja kerasku sendiri loh. Aku memang udah berencana untuk menempati rumah ini ketika kita sudah menikah." jelas Edward.
" Tapi ini gede banget Wat. Bahkan lebih gede dari rumah mama." kata Lizzy.
__ADS_1
" Di rumah mama sepi jarang ada penghuninya, kalau rumah ini nanti kita isi penghuninya. Yuk masuk, aku cape." ajak Edward.
Lizzy pun menginjakkan kakinya dirumah baru itu. Rumah itu terlihat terawat. Saat pintu terbuka, Lizzy melihat ruang tamu yang luas dengan berisikan sofa yang lembut. Lizzy pun duduk di sofa itu. Edward pun mengunci pintu gerbang dan pintu tengah karena tidak akan ada yang datang lagi.
" Sayang, kamar kita di lantai 2, yuk naik. Aku tunjukkin kamar kita." ajak Edward.
" Aku ingin liat liat rumah dulu ya?" pinta Lizzy.
" Besok aja yah liat liatnya sekarang udah malam. Ayo kita ke atas." ajak Edward lagi.
" Baiklah, ayo." ucap Lizzy.
Edward menarik pergelangan tangan Lizzy untuk mengikutinya.
Di lantai 2 terdapat balkon menuju ke lantai bawah. Dan terdapat satu kamar di sebelah kanan yang terlihat besar dan megah. Edward pun membawa Lizzy kedalam kamar itu dan menyalakan lampu.
Dikamar tersebut terlihat ada satu buah springbed king size yang dipadukan dengan wallpaper berwarna monokrom. Ruang baju, dan kamar mandi yang berada terpisah dari kasur dan memiliki pintu samping terlihat begitu luas. Edward langsung membuka jas Hitamnya.
Lizzy terlihat sedang duduk dimeja rias dan membuka perhiasan dan juga mahkota yang ia pakai di atas kepalanya. Ia terlihat kesulitan membuka jepit rambut yang banyak di kepalanya.
" Butuh bantuan?" tanya Edward yang sedang berbaring di atas kasur.
Edward pun langsung bangkit dari tempatnya dan berjalan menuju ke arah Lizzy. Setelah semuanya selesai Edward kembali duduk di sofa yang ada di kamar itu.
" Kamu mau mandi duluan?" tanya Edward.
Lizzy hanya menjawab nya dengan anggukkan.
Di ruang baju, Lizzy menghabiskan 30 menit untuk membuka resleting gaun pengantinnya yang ada dibelakang. Edward yang merasa bahwa Lizzy mandi cukup lama dan tidak mendengar suara air pun menghampirinya di ruang baju dan melihat Lizzy sedang kesusahan membuka gaunnya.
" Kalau butuh bantuan, panggil aku aja." ucap Edward. Lizzy yang merasa terkejut sekaligus malu yang terciduk Edward hanya bengong menatap Edward. Edward menghampiri Lizzy.
" Putar badanmu." suruh Edward.
" Ga papa aku bisa sendiri." jawab Lizzy.
__ADS_1
" Kamu mau begadang karna ga bisa buka gaun ini?"
Lizzy terdiam mendengar pertanyaan Edward.
" Udah kamu diam aja." Edward pun melihat secara dekat punggung indah dan mulus milik Lizzy. Ia hanya bisa menelan saliva nya.
" Udah belum? Lama banget sih." Kata Lizzy. Edward langsung menarik resleting Lizzy ke arah bawah dan gaun Lizzy terbuka sepenuhnya menampilkan bagian belakang Lizzy.
" Udah sana kamu keluar dulu. Aku mau mandi." suruh Lizzy.
" Langsung aja yuk." ajak Edward. Lizzy yang mengerti maksud dari perkataan Edward langsung masuk kedalam kamar mandi karena sebenarnya Lizzy juga belum siap untuk merasakan kesakitan malam ini.
" Dasar. Entar juga aku liat semuanya tau. Jangan malu malu." teriak Edward dan berjalan keluar menuju kamar.
#####################
Lizzy yang setelah selesai mandi baru sadar bahwa ini adalah rumah baru mereka dan baju Lizzy belum dipindahkan ke sini. Sehingga ia keluar hanya memakai bathrobe dan berjalan menuju kamar dengan rambut basahnya dan ingin mengeringkan rambutnya.
Edward yang melihat penampilan Lizzy seperti itu langsung menghampiri Lizzy dan memeluk Lizzy dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut Lizzy.
" Kamu sengaja ya keluar pakai bathrobe aja. Mau mengujiku?" tanya Edward.
" Apaan sih. Aku lupa kalau bajuku belum dibawa kesini. Mandi dulu sana. Aku mau ngeringin rambut dulu." suruh Lizzy.
Edward sebenarnya sudah membawa baju Lizzy ke rumah ini dibantu dengan mama Winny.
" Ok. Habis aku mandi kamu jangan ngehindar." ancam Edward. Lizzy pun merasa bulu kuduknya berdiri mendengar perkataan Edward dan juga ia memikirkan bahwa ini adalah malam pertamanya.
" Kamu punya hair dryer gak disini?" tanya Lizzy lagi.
" Ada di laci meja rias. Kamu cari aja." ucap Edward sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Lizzy pun mengeringkan rambutnya selagi Edward mandi. Rambut Lizzy sudah kering dan juga Edward selesai mandi dan keluar dengan rambut basahnya dan memakai kaos polos dan juga celana pendek.
" Duduk sini aku keringin rambut kamu." suruh Lizzy. Edward pun duduk di tempat meja rias dan Lizzy pun mengeringkan rambut Edward.
__ADS_1
to be continue
hayoooooo udah pada gak sabar ya nunggu kelanjutannya????? Ditunggu ya 😘😘