Story Of Life

Story Of Life
Niat menolong tetapi jadi Bencana


__ADS_3

" Gadis cantik itu bahkan tidak marah dengan perlakuan gw yang kurang sopan seperti tadi. Tak tega gw sampe bikin dia nangis kaya gitu. Tapi bodo amat lah gw gak bikin dia nangis koq. Dia aja yang terlalu lebay." pikir Edward dalam hatinya.


Edward berjalan menuju dapurnya dan membuka makanan dari resto Tirai Bamboo yang di pesan oleh Dave. Lalu setelah itu, Edward pun memakannya sampai habis karena ia sejak dari Amerika alias di pesawat ia tidak makan apa apa selain roti dan minum, karna Edward tidak bisa makan makanan berat yang maskapai sediakan di pesawat.


" Wah enak juga nih masakan di resto sono. Kali kali gw kudu kesana langsung nih." ujar Edward sendiri.


Setelah menghabiskan makanannya Edward langsung membersihkan piring dan gelasnya yang telah ia gunakan untuk makan. Yah memang rumah yang ditinggali oleh Edward tinggal dengan mami papi dan adiknya yaitu Albert ini tidak memiliki pembantu, mereka melakukan apa apa dengan sendiri. Karena dirumah ini kebanyakan laki laki maka mau tidak mau walaupun Edward dan Albert laki laki mereka harus melakukan pekerjaan rumah juga.


Albert adalah adik Edward satu satunya, Albert berbeda 9 tahun dengan Edward ya pasti karena berbeda jauh umurnya Edward sangat menyayangi adiknya ini.


*kan ada pepatah bilang, kalau sodaraan beda jauh umurnya pasti kakaknya sayang banget sama adiknya hehe*


Lizzy pov


Menjadi seseorang yang terlahir miskin itu bukan keinginan ku. Tetapi aku akan berusaha agar generasi penerusku tidak akan miskin seperti diriku. Itulah yang menjadi tujuan hidupku.


Lizzy sampai di resto Tirai Bamboo.


"Lama amat Liz, belok ke tempat lain dulu ya?" tanya Felix.


" Enggalah bos masa aku berani mampir mampir ke tempat lain sih, tadi susah nyari alamatnya, abisnya tuh perumahan gede banget. Dan aku kan baru pertama kali kesana." jawab Lizzy.


"Ohh bagus deh kalo gak belok kemana mana. Oh iya mata lu kenapa bengkak gt? Abis nangis lu?" tanya Felix.


"Enggak koq, kelilipan doang tadi kena debu." bantah Lizzy karena tak mungkin ia menceritakan yang sebenarnya, bisa di amuk bos Felix dia.


" Oh yaudah gw mau ke belakang dulu." lanjut Felix


"Oke bos silahkan." saut Lizzy.

__ADS_1


"Masa gw harus bilang iya gw nangis karena pesenannya di bilang salah alamat dan gw harus bayar tuh makanan mana gw ada duit coba, buat makan aja masih susah masa mau tanggung kesalahan yang bahkan gak gw lakukan." ucap Lizzy dalam hatinya.


Setelah resto tutup, Lizzy pun pulang ke kosan nya karena memang Kak Lia tinggal dilain kota dengan Lizzy yang bekerja di Ibu Kota.


Saat di perjalanan pulang, Lizzy melihat wanita paruh baya yang sedang di palak oleh para preman jalanan. Dan para preman tersebut berusaha melepaskan perhiasan yang si ibu pakai dengan paksa bahkan sampai mencekik si ibu hingga si ibu sesak napas. Sontak hal itu membuat Lizzy terkejut dan bukannya kabur, Lizzy malah berniat menolong si ibu tersebut.


Lizzy pun menghampiri preman itu.


" Wah gila, sama perempuan aja kalian berani malak?" kata Lizzy dengan nada mengejek.


" Ya suka suka gw lah, ini daerah gw, lu siapa anak kecil berani beraninya ikut campur urusan gw?" jawab salah satu preman tersebut.


" Aku cuma kasian sama ibu itu. Dan kalau kalian mau uang, kalian bisa cari kerja. Jangan malak orang apalagi ibu ibu. Dosa tau." sambung Lizzy.


"Ini gw lagi kerja. Kerjaan gw ya malak orang,lu tuh anak kecil gatau apa apa gak usah ikut campur, mending lu pergi dah sebelom gw marah sama lu." kata preman itu.


Si ibu itu hanya melihat saja karena ia panik ketakutan.


" Alah banyak bacot lu!! Jangan ngomong tentang orang tua deh, gw gak peduli tua atau muda siapapun orang yang bakal gw palak. Gw juga cari makan! Ga usah so jagoan lu anak bau kencur!" ucap preman itu sambil ingin memukul Lizzy dengan tangannya.


Karena Lizzy mengetahui bahwa preman itu ingin memukulnya, Lizzy menghindar dan menendang kaki preman itu.


" Sialan nih bocah, berani beraninya dia berurusan sama gw!! Pegang dia! Jangan harap buat hidup lu bocah so jagoan!!" ucap preman yang di tendang Lizzy.


Preman yang lain langsung mengepung Lizzy dan preman yang di tendang tadi memukul kepala Lizzy dengan keras sehingga Lizzy merasakan pusing dan kepalanya berdarah karena terkena pukulan tangan preman tadi yang memakai batu cincin.


"TOLONG TOLONG ADA RAMPOK, SIAPAPUN TOLONG TOLONG" ujar si ibu yang di tolong Lizzy.


Preman tadi tak peduli dan semakin membabi buta memukuli Lizzy.

__ADS_1


Dan ketika warga mulai berdatangan, para kumpulan preman tersebut berlari dan mendorong Lizzy sehingga kepalanya terbentur keras terkena trotoar jalanan dan Lizzy pingsan.


Si ibu yang panik melihat Lizzy pingsan dengan bersimbah darah dari kepalanya, menelepon supirnya dan langsung membawanya ke rumah sakit.


Saat di tiba di rumah sakit, si ibu tersebut langsung membawa Lizzy yang bersimbah darah begitu banyak dari kepalanya ke IGD. Setelah di periksa, dokter memberitahu si ibu.


" Maaf bu, kami harus segera mengoperasi anak ibu, karena terdapat keretakkan di tengkorak." kata dokter yang keluar.


" Lakukan apa saja dok selamatkan anak ini." saut si ibu itu.


" Apakah ibu adalah keluarganya? Kami harus meminta tanda tangan ibu untuk formulir persetujuan dilakukannya operasi ini." kata dokter itu lagi.


" Iya dok saya adalah ibunya. Tolong selamatkan anak saya dok. Apapun yang dapat saya lakukan akan saya lakukan demi anak saya selamat dok." jawab ibu itu.


" Baiklah, ibu segera ke bagian administrasi dan mengisi formulirnya dan saya akan segera mengoperasi anak ibu setelah persyaratan administrasi sudah selesai." sambung dokter itu.


" Baik dok. Terimakasih banyak. Tolong selamatkan anak saya." kata si ibu itu.


" Iya bu akan saya usahakan. Ibu tetap harus berdoa bu untuk kesembuhan anak ibu. Saya permisi dulu." ucap dokter itu dan langsung segera pergi.


" Permisi nyonya Win Ini tas dari gadis tadi." ujar pak supir pribadi dari si ibu.


" Bawa kemari tasnya gadis itu, pak Darso. Saya ingin mencari tahu tentang dia untuk keperluan administrasi. Dan jangan bilang kepada siapapun bahwa saya bukan ibunya. Biarlah pihak rumah sakit mengetahui bahwa saya adalah ibunya. Saya berhutang nyawa sama dia." kata bu Winny


" Baik bu." saut supir itu.


Si ibu itu adalah Winny Surya Atmaja. Istri dari seorang CEO Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian Randy Surya Atmaja. Keluarga Winny sangat harmonis walaupun ia tidak memiliki anak untuk meneruskan segala aset miliknya. Yah Winny adalah wanita mandul yang tidak bisa memiliki keturunan. Tetapi Randy sangat mencintai istrinya itu sehingga ia pun tetap bersama Winny apapun yang terjadi.


*** Hallo gaiss.. Jangan lupa klik likenya yaa jika kalian suka dan comment. Hope you guys like it. Happy reading 😊😘❤***

__ADS_1


__ADS_2