Story Of Life

Story Of Life
Permintaan


__ADS_3

Flashback


Selama Edward kuliah S2 nya di Amerika, Edward tidak pulang ke Indonesia. Dan selama ini, Kevin dan Melan tidak bisa menghadiri wisuda Edward karena perusahaan mereka sedang drop dan membutuhkan banyak investasi.


Lalu 3 bulan terakhir ini, perusahaan Kevin yang baru ia rintis kembali beberapa tahun yang lalu mengalami penurunan karena bahan bahan pembuatan obat itu mengalami kenaikan harga dipasaran.


Tak ada cara lain selain meminta bantuan kepada Randy yang memiliki perusahaan dibidang pertanian dan melonjak naik saham nya saat bahan pangan menjadi mahal.


Kevin dan Melan menemui Randy dan Winny di rumah keluarga Surya Atmaja. Niat dan tujuan Kevin adalah untuk meminta bantuan buat perusahaannya, namun, ia gengsi untuk bilang kalau perusahaannya sedang menurun. Lalu Kevin dan Melan pun berinisiatif untuk menjodohkan anak mereka kepada anak keluarga Surya Atmaja.


" Ran, niatku datang ke sini untuk menjodohkan anakku dengan anakmu." kata Kevin.


" Iya, Aku sudah putus asa mencarikan pasangan untuk si Wat. Dia selalu tak mau. Aku percaya anakmu itu baik Win." kata Melan.


" Apakah kalian setuju?" tanya Kevin.


" Aku sih setuju setuju saja. Asalkan itu yang terbaik untuk Lizzy." jawab Randy.


" Asal Lizzy mau dijodohkan ya aku sih setuju aja. Tapi pas saat acara wisuda Lizzy kemarin, ia memperkenalkan pacarnya kepada kami." kata Winny.


" Jadi anakmu itu sudah punya pacar Win?" tanya Melan.


" Iya, pacarnya Lizzy juga baik dan tampan kok. Sepertinya Lizzy juga nyaman bersamanya. Setauku sih Lizzy belum punya pacar selama ini." kata Winny.


" Anakku pasti lebih baik dari pacar Lizzy itu Win. Aku jamin. Si Wat itu sudah gelar dokter dan juga S2 bisnis. Dia anak yang baik. Apakah bisa kalian membujuk Lizzy untuk menerima perjodohan ini?" kata Kevin.


" Aku tak bisa berjanji untuk menerima perjodohan ini. Tapi akan aku usahakan. Akan aku tanyakan jika Lizzy sudah pulang ke Indonesia dan studinya sudah selesai. Aku tak mau membebaninya." saut Randy.


" Baiklah, aku harap kita bisa semakin dekat dengan adanya hal ini. Aku akan menunggu." jawab Kevin.


Dan selama 3 bulan ini perusahaan Kevin dan Melan mulai kembali menaik berkat dibantu oleh Randy. Sebenarnya, Randy tidak keberatan bila harus menolong Kevin tanpa harus menjodohkan anak mereka. Karena Winny dan Randy juga merasa kasihan jika Lizzy harus dijodohkan. Sedangkan Lizzy adalah bukan anak kandungnya, dan mereka tidak membesarkan Lizzy.


Randy akan menyerahkan segala keputusannya kepada Lizzy. Karena mereka tak mau membebani Lizzy dengan masalah dikehidupan pembisnis yang menjodohkan anak mereka hanya karena ingin perusahaannya lebih maju dari yang sebelumnya.


###########################


Di rumah keluarga Wang.


Edward tak keluar kamar selama 3 hari. Ia tak makan dan minum. Ia sangat kecewa dengan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkannya karena urusan bisnis. Bahkan Edward telah rela menuruti keinginan orang tuanya selama ini tanpa bantahan. Tapi saat ia memikirkan masa depan, bahkan orang tuanya juga menentukan pilihan untuk Edward tanpa memikirkan posisi Edward.


Wajah Edward sudah sangat pucat. Ia bahkan tak berani untuk menelepon Lizzy.


tok tok tok bunyi pintu kamar Edward. Edward tak menghiraukan ketukkan tersebut.


" Wat, ini mami. Ayo keluar dulu sebentar makan. Kamu udah 3 hari gak makan gak minum. Bahkan makanan yang mami sediakan di depan kamarmu, tak tersentuh." kata Melan.


" Gak mi, mami aja sana yang makan. Wat gak napsu buat makan." jawab Edward dari dalam kamarnya.


" Nak, jangan begitu. Apakah karena kami membicarakan perjodohan ini kamu jadi seperti itu?" tanya Melan.


" Mami pikir aja sendiri." jawab Edward lagi.


" Ayolah Wat, kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Dan gadis itu adalah yang terbaik. Bahkan papi saja pernah bertemu dengannya, dan dia sangat sopan Wat. Mami yakin kamu akan bisa mencintai dia dan melupakan pacarmu itu." ujar Melan.


" Enak sekali mami bilang jika aku bisa melupakan kekasihku itu demi gadis yang tidak jelas seperti yang akan mami jodohkan denganku. Sudahlah mi, pergi dari situ. Aku tak ingin mendengar apapun lagi." kata Edward lalu Melan merasa bahwa ucapannya telah salah, pergi meninggalkan kamar Edward.


2 hari berikutnya Melan datang kembali ke kamar Edward untuk mengajaknya sarapan.


tok tok tok


" Wattt." panggil Melan namun tak ada jawaban dari Edward.


" Wat ini mami, buka pintunya. Ayo kita makan bareng." kata Melan namun masih tak ada jawaban.


" Wat, kalau kamu gak buka pintunya mami buka pake kunci cadangan ya." ancam Melan.


Namun tak ada jawaban dari Edward. Melan menjadi khawatir dan turun ke bawah untuk menemui Kevin.


" Pi, itu anak dipanggil ga ada saut an nya." kata Melan.


" Udahlah mi, diemin aja nanti juga kalau dia udah kelaperan akan turun sendiri." ketus Kevin.


" Tapi pi, mami khawatir. Ah mami mau cari kunci cadangan dulu." kata Melan.

__ADS_1


" Mami ini, dia anak laki mi jangan dimanja. Mau jadi apa dia dimanja?" kata Kevin.


Melan tak menghiraukannya dan langsung pergi ke kamar nya untuk mencari kunci cadangan. Tak lama ia menemukannya, dan segera langsung ke kamar Edward.


Sesampainya dikamar Edward, Melan langsung membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan yang dibawanya itu. Namun, Melan tak menemukan Edward di dalam kamar, lalu Melan memasuki kamar mandi dikamar tersebut dan sungguh terkejutnya ia mendapatkan anak laki lakinya tergeletak dilantai kamar mandi.


" PAPI!!! CEPAT KE SINI!!!" teriak Melan.


Kevin yang mendengar teriakan Melan langsung berlari menuju kamar Edward dan melihat bahwa anak semata wayangnya pingsan tak berdaya.


" Mi, cepat mami siapkan mobil. Papi akan menggendong Wat untuk ke rumah sakit. Cepet mi." kata Kevin.


Melan langsung turun ke bawah dan menyiapkan mobil. Kevin datang sambil menggendong anaknya tersebut dan memasukkannya ke dalam mobil. Kevin menyerir mobil dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Melan, ia duduk di kursi belakang sambil memangku kepala anaknya itu.


Akhirnya, mereka tiba di IGD rumah sakit.


" Sus, tolong anak saya." kata Melan kepada seorang suster.


" Baik bu, tunggu sebentar." saut suster itu dan langsung memanggil yang lain untuk membantunya mengangkat Edward ke kasur dorong. Edward dibawa ke dalam ruangan IGD.


" Maaf pak, bu, kalian harap tunggu disini. Pasien akan segera kami tangani." kata suster.


Tak berapa lama, dokter memasuki ruangan tersebut.


Setelah memeriksa kondisi Edward, dokter keluar dari kamar tersebut.


" Keluarga Edward?" tanya Dokter.


" Iya dok saya." kata Kevin.


" Gimana keadaan anak saya dok?" tanya Melan.


" Anak ibu baik baik saja, ia hanya kehilangan banyak cairan tubuh yang membuatnya tak sadarkan diri. Dan sepertinya asam lambungnya sangat tinggi karena tidak ada asupan makanan yang masuk. Beberapa saat ia akan sadar. Saya sudah memberikannya obat. Mohon dukungan dan kerja samanya untuk menjaga anak ibu dan bapak ya. Saya permisi dulu pak, bu." ucap dokter itu sambil berjalan ke ruangannya.


Melan dan Kevin hanya bisa diam seribu bahasa. Mereka tak menyangka bahwa perbuatannya akan membuat Edward menjadi seperti ini. Edward memang tak pernah membantah atas apa yang dikatakan oleh orang tuanya selama ini.


Edward telah dipindahkan ke ruang rawat inap oleh dokter. Melan masih berada dirumah sakit pada pagi ini. Kevin yang masih cemas dengan keadaan Edward, mendapat telepon bahwa ada investor yang ingin bertemu dengannya secara langsung. Mau tidak mau, Kevin harus memilih antara anaknya dan pekerjaan yang menuntutnya.


Namun, kata dokter anaknya tersebut baik baik saja.


" Tapi pi, Wat masih belum sadar." saut Melan.


" Kata dokter kan dia baik baik saja mi. Ayolah papi akan terlambat ini." bujuk Kevin.


" Baiklah. Mami ikut papi saja." jawab Melan.


Lalu mereka pun pergi meninggalkan Edward sendirian di rumah sakit.


3 jam kemudian, Edward tersadar dan mulai membuka matanya. Ia terkejut dengan ruangan yang asing baginya. Seingatnya, ia sedang dikamar mandi. Edward melihat ada pria dengan jas putih.


" Saya dimana?" tanya nya pada dokter.


" Oh, Edward, kamu sudah sadar? Kamu ada di rumah sakit." jawab dokter.


" Hah? Saya kenapa bisa di rumah sakit?" tanya Edward lagi.


" Kamu pingsan tadi, dan dibawa oleh orang tuamu ke sini." kata dokter.


" Emm baiklah. Sekarang dimana orang tuaku dok?" Edward bertanya.


" Entahlah, saya pun tak tahu, saat saya masuk dan akan memberikan suntikkan di infusmu, kamu tidak ada yang jaga." saut dokter.


" Ok terimakasih." kata Edward.


" Sama sama. Saya permisi dulu." kata dokter.


Setelah dokter pergi, Edward masih memikirkan kenyataan bahwa dirinya menjadi boneka orang tuanya.


" Hahaha bahkan saat gw masuk rumah sakit kaya gini aja, mereka gak mau nemenin gw. Sebenernya gw anak siapa sih? Kenapa orang tua gw gak peduli sama gw! Edward emang goblok masih bertahan dengan semua ini!!." ucap Edward sendiri.


Beberapa hari ini ia tak mengabari Lizzy. Mereka hilang kontak. Edward tak tahu jika Lizzy di Amerika sana sangat merindukan dan mengkhawatirkan Edward. Edward pun sedang tak ingin berbicara dengan Lizzy karena ia tak akan tahu kedepannya bagaimana. Sebab, ia adalah boneka orang tuanya. Ia tak tega jika harus menyakiti Lizzy.


3 hari sudah Edward dirawat dirumah sakit. Dokter mengizinkannya pulang pada hari ini. Melan, Kevin, dan Dave datang untuk menjemput Edward. Melan dan Kevin yang hanya sebentar dan menyuruh Dave untuk menemani Edward pulang. Dave pun mengikuti keinginan orang tua Edward.

__ADS_1


Diperjalanan pulang, Dave bertanya kepada Edward.


" Wat, kenapa sih lu bisa sampe masuk rumah sakit?" tanya Dave.


" Males makan gw." jawab Edward singkat.


" Ah lu kaya bocah aja deh pake males makan segala. Ada apa?" kata Dave.


" Gw mau dijodohin." kata Edward.


" What? Lu kan dah punya pacar Wat! Gimana ceritanya lu dijodohin?" tanya Dave.


Lalu Edward menceritakan segalanya kepada Dave.


" Jadi Lizzy mau lu kemanain?" tanya Dave.


" Gatau gw harus gimana sekarang. Dia itu kehidupan bagi gw Dave." saut Edward.


" Halah bucin lu, coba tanya dulu sm mami papi kapan lu di kenalin sama gadis yang dijodohin sm lu? Biar kedepannya bisa dipikirkan dulu." kata Dave.


" Iya bener juga ya lu. Tapi, gw takut hal itu nyakitin Lizzy, Dev." kata Edward.


" Coba dulu aja. Kalau jodoh gak akan kemana Wat." jawab Dave.


############################


Hari ini telah masuk bulan ke 3 Edward berada di Indonesia. Dan sejak Edward mengetahui bahwa ia dijodohkan, ia tak lagi kontekan dengan Lizzy. Ia bukan tak mau, tetapi ia takut jika Lizzy mengetahui bahwa Edward akan dijodohkan. Edward juga bahkan mengganti nomor HP nya yang tidak diketahui oleh Lizzy. Edward tau bahwa 3 bulan lagi Lizzy akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan spesialisnya.


Edward hari ini ingin bertanya kepada orang tuanya tentang gadis yang akan dijodohkan dengannya.


" Mi, gadis yang mau dijodohin sama Wat itu lulusan apa?" tanya Edward.


" Dia seorang dokter Wat. Sama kaya kamu." saut Melan.


" Umur berapa dia mi?" tanya Wat.


" Mami kurang tau umurnya berapa, tapi dia gak lebih tua dari kamu koq." jawab Melan.


" Cantik gak?" tanya Edward lagi.


" Dia cantik Wat. Papi pernah ketemu dia sekali. Anak itu sangat sopan dan baik." ujar Kevin.


" Wat mau kenalan sama dia. Kalau cocok baru Wat mau dijodohin dengan dia." kata Wat dengan tiba tiba.


" Brarti kamu mau dijodohin Wat?" tanya Melan dengan wajah kaget.


" Bukan mau. Wat hanya ingin mengenalnya dulu mi." saut Edward.


" Akan papi tanyakan nanti kepada orangtuanya." kata Kevin.


#############################


Dikantor Kevin Wang.


" Hay Rand. Gimana kabarmu?" tanya Kevin pada Randy melalui telepon.


" Baik Vin. Perusahaanmu gimana?" tanya balik Randy.


" Perusahaanku sekarang sudah terbilang normal Rand. Terimakasih berkat kamu, aku tak kehilangan perusahaan ini." kata Kevin.


" Jangan berterimakasih kepadaku Vin. Aku hanya membantu sedikit sebisaku saja." jawab Randy.


" Hahaha. Rand apakah anakmu sudah pulang ke Indonesia dan menyelesaikan studinya?" tanya Kevin.


" Belum, sepertinya 3-4 bulan lagi dia akan pulang. Ada apa Vin?" tanya Randy.


" Em anakku ingin berkenalan dengan Lizzy anakmu Rand." kata Kevin.


" Aku bahkan belum membicarakan soal perjodohan ini dengan Lizzy. Nanti akan aku tanyakan dulu. Dan akan aku kabari saat Lizzy sudah pulang ke sini." kata Randy.


" Ok baiklah. Terimakasih Rand." kata Kevin.


" Ok." saut Randy.

__ADS_1


Setelah dari obrolan tersebut, Kevin memberitahu kepada Edward bahwa ia dapat bertemu dengan gadis yang akan dijodohkan dengannya selama 4 bulan lagi. Edward pun semakin penasaran dibuatnya. Tak pernah sekalipun Edward melupakan Lizzy selama ini. Segalanya kembali seperti biasa, kecuali hubungannya dengan Lizzy.


*** Jangan lupa klik LIKE AND COMMENT nya yaa.. Semoga kalian suka... Salam manis dari author untuk para readers semua 😘.. Terimakasih telah membaca novel ini 🙏.. Happy Reading guys 😊😘❤ ***


__ADS_2