
Di kediaman Surya Atmaja
Mobil yang membawa Ivan, Gina, dan juga Yohan memasuki pekarangan rumah keluarga Surya Atmaja untuk membahas bisnis kerja sama antara keduanya. Randy dan Winny pun segera menyambut kehadiran sahabat nya itu.
" Selamat datang. Silahkan masuk" ucap Winny.
" Terimakasih." kata Ivan yang langsung masuk ke dalam rumah mengikuti Randy dan Winny.
" Silahkan duduk. Mbak, tolong buatkan mereka minuman ya." kata Winny.
" Baik nyonya." saut pelayan.
" Tante, Lizzy nya mana?" tanya Yohan dengan semangat.
" Lizzy lagi olahraga ke taman, bentar lagi juga dia pulang. Tunggu ya." ujar Winny.
" Oke tante." jawab Yohan.
#############
Di taman komplek
Lizzy merebahkan badannya di atas rumput dengan masih memakai earphone di telinganya setelah membeki dan memakan ice cream serta mempakirkan sepedah nya di samping. Lizzy pun menutup matanya, ia merasa begitu bersyukur atas kebaikan Tuhan yang ia rasakan selama ini. Ia tak pernah menduga bahwa hidupnya akan berubah seperti ini.
drrrttt drrrttt ponsel Lizzy berbunyi dan Lizzy pun mencabut earphonenya serta langsung menjawab telepon tersebut.
" Halo." ucap Lizzy.
" Halo, kemana aja kamu dek?" kata seseorang di seberang sana.
" Maaf kak aku belum sempat kabarin kak Lia, Lizzy disini baik baik aja kak, kakak sama bang Al gimana?" tanya Lizzy.
" Khawatir kakak sama kamu dek, Bang Al sama Kak Lia baik baik aja disini. Kamu kenapa udah gak telepon kakak lagi?" tanya Kak Lia.
Lalu Lizzy pun menceritakan kejadian yang terjadi kepada dirinya selama ini yang telah mengubah kehidupannya. Kak Lia pun terkejut atas apa yang dikatakan oleh Lizzy adik satu satunya itu kepada dirinya. Lizzy pun menenangkan kak Lia.
" Kak, kakak di undang sama mama ke rumah keluarga Surya Atmaja." ucap Lizzy.
" Iya nanti kakak akan datang menemui mama mu itu dengan Bang Al. Sudah ya, kakak tutup dulu masih banyak kerjaan yang harus kakak urus. Nanti kalau kakak akan berkunjung akan kk kabari lagi. Jaga kesehatanmu dek. Kk sangat menyayangimu." kata Kak Lia.
" Oke kak, jaga kesehatan kk juga ya, Lizzy sayang kak Lia." ucap Lizzy sambil mematikan panggilan tersebut.
TING!!! Bunyi wa masuk.
Yohan : Liz lu dimana? Gw udah sampe dirumah lo ini.
Lizzy : Gw di taman, iya skrg gw otw pulang.
Yohan : Ok gw tunggu.
Lizzy langsung pulang kerumahnya dengan menggunakan sepeda dan telah sampai di depan rumah dan menaruh sepedanya tersebut di garasi tempat ia mengambil sepeda tersebut tadi. Lalu Lizzy pun masuk ke dalam rumahnya.
" Mah, pah Lizzy pulang." teriak Lizzy saat memasuki pintu dan melihat keberadaan orang tua Yohan dan juga Yohan yangs sedang berbincang bincang. Lizzy pun langsung menyalami orang tua Yohan secara bergantian.
Yohan yang melihat Lizzy berpakaian olahraga dan juga rambutnya yang di kuncir kuda pun dibuat terpukau olehnya.
" Lama banget sih Liz." ucap Yohan.
__ADS_1
" Maaf, tapi tadi pas dpet sms dr lu, gw langsung otw pulang koq." kata Lizzy.
" Kalian udah tukeran nomor hp?" tanya Winny kepada Lizzy dan Yohan.
" Iya mah, kemarin Yohan yang minta katanya buat nambah temen." kata Lizzy polos.
" Wah Yo, kamu ini tuh ya, liat cewe aja langsung minta nomornya." ucap Gina sambil memukul lengan anaknya itu.
" Ih mama apaan sih, kan cuma buat temenan. Gak semua cewe juga Yohan mintain nomornya mah." ucap Yohan kesal.
" Yasudah nak, kamu sana siap siap dulu aja ya, nanti kita mau makan siang bareng sama keluarga Yohan. Jangan lama lama." ucap Winny.
" Ok mah, Lizzy kekamar dulu." pamit Lizzy yang langsung naik ke kamarnya.
30 Menit kemudian Lizzy pun turun ke bawah dengan menggunakan kaos berwarna putih dengan jaket denim berwarna pink dan juga rok pendek di atas lutut berwarna putih serta juga memakai sneakers putih dengan membawa sling bag di pundaknya. Rambut Lizzy yang dikuncir kuda seperti tadi membuatnya terlihat lebih muda. Yohan melihat Lizzy sampai tak berkedip.
" Wah anak siapa ini cantik banget hahaha." canda Gina.
" Hahaha makasih tante." ucap Lizzy
" Anak ku lah, Gin." saut Winny.
" Yuk lah jalan sekarang aja." kata Ivan.
" Kita naik satu mobil mah?" tanya Yohan kepada Gina.
" Enggak lah, mana cukup Yo kalau satu mobil." jawab Gina.
" Yohan mau semobil sama Lizzy mah." ujar Yohan polos yang membuat Winny dan Lizzy kaget.
" Tau nih win aneh aneh aja mintanya nih anak." ucap Gina.
" Kamu mau ikut mobil Yohan nak?" tanya Winny pada Lizzy.
" Lizzy mau ikut sama mama aja. Kan nanti juga ketemu disana." jawab Lizzy yang membuat Yohan lemas karena ditolak dengan hal kecil.
Lalu merekapun berangkat bersama menuju sebuah mall di pusat kota. Selama di perjalanan, Lizzy sibuk memainkan ponselnya.
" Mah, pah, tadi kak Lia telepon, Lizzy bilang kalau kak Lia di undang mama sm papa untuk datang ke rumah." ucap Lizzy membuka percakapan.
" Oh gitu, yasudah bagus dong." kata Winny.
" Kalau nanti mau datang, kabari papa ya sayang." ucap Randy.
" Ok pah." jawab Lizzy.
TING!!! pesan masuk di ponsel Lizzy.
Yohan : Kenapa gak mau berangkat bareng gw? Gak nyaman bukan?
Lizzy : Bukan gitu, kan nanti kita juga ketemu buat makan siang.
Yohan : Seenggaknya gw kesepian di mobil gak ada temen ngobrol. Adek gw lagi sekolah.
Lizzy : Maaf Yo, gw gatau kalo lu butuh temen ngobrol. Seharusnya bilang tadi.
Yohan : Lu nya aja yang gak peka.
__ADS_1
Lizzy : Gak peka gimana mksdnya?
Yohan : Gpp. Gw serasa di tolak sebelum nembak.
Lizzy : Hah? Sorry deh kalo gw buat lu marah.
Yohan : Hmmm
Lalu Lizzy pun tak membalas pesan Yohan lagi. Karena pikirnya, karena hal kecil seperti itu kenapa Yohan marah dengannya, seperti anak kecil saja. Mobil mereka pun sampai di lobby mall dan mereka turun dari mobil. Randy dan Winny yang berjalan bersama Gina dan Ivan, Yohan dan Lizzy yang berjalan berdampingan tanpa berkata kata.
" Marah sama gw?" tanya Lizzy membuka percakapan.
" Ga." jawab Yohan sambil memainkan ponselnya.
" Kalo di ajak ngomong tuh liat orangnya." sindir Lizzy.
" Nyindir aja lu. Gw gak marah lagian cuma hal kecil koq." kata Yohan memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
" Yaudah kalo gw ada salah minta maaf yaa." kata Lizzy.
" Hmmm ga ada yg salah koq. Justru gw yg minta maaf cuma gara2 hal kecil aja ngambek ke elu hahaha." saut Yohan.
" Anak kecil sih." jawab Lizzy.
" Enak aja, gw lebih tua 2 taun dari lu tau." ledek Yohan.
" Iya iya tau deuh yang udah tua mah." canda Lizzy.
Mereka pun telah sampai di resto dalam mall dan segera memesan makanan. Ivan dan Randy pun berbicara mengenai bisnis mereka. Gina dan Winny berbicara tentang fashion mereka. Sedangkan Yohan berpamitan pada orang tua Lizzy untuk membawa Lizzy jalan jalan di mall dan akan kembali saat makanan datang. Lalu Winny dan Randy pun menyetujui.
" Yuk Liz." ajak Yohan.
Lizzy hanya membalasnya dengan anggukkan.
Mereka berjalan keluar resto.
" Sebenernya gw mau ajak lu jalan jalan berdua aja." ucap Yohan.
"Kenapa emangnya?" tanya Lizzy.
" Kan kemaren gw udh nanya lu ada acara atau engga, tadinya gw doang yang mau mampir ke rumah lu and ajak lu jalan jalan." jujur Yohan.
" Emang nanya ya? Kok gw lupa." kata Lizzy.
" Iya Liz ih kemaren gw nanya di telepon. Dasar pikun. Keknya sih lu ngantuk deh saat itu." saut Yohan.
" Iya iya bner ngantuk gw hahaha and sorry ya kemaren gw ketiduran tanpa pamit." ucap Lizzy.
" Selow aja kali lagian gw tau koq lu kecapean." jawab Yohan.
Mereka berhenti di sebuah tempat permainan. Dan bermain beberapa permainan di tempat itu.
Yohan pun mengajak Lizzy untuk foto bareng. Lizzy yang sangat malu untuk berfoto pun menolak Yohan, tapi dengan rayuan Yohan yang berkata bahwa nanti mereka akan sulit untuk bertemu karena kuliah masing masing, Lizzy pun menyetujuinya.
Tak lama setelah bermain, mereka pun kembali ke resto dan makan bersama keluarga mereka. Karena Randy dan Ivan sudah selesai berbicara mengenai bisnis, mereka pun berpamitan dan segera pulang ke rumah masing masing.
*** Jangan lupa LIKE AND COMMENT ya guys. Hope you like it. And Happy Reading para readers 😊😘❤ ***
__ADS_1