
Hari hari berlalu, sudah selama ini Edward membuat Lizzy menjadi nyaman satu sama lain. Edward dan Lizzy menjalani hubungan tanpa status. Edward mencintai Lizzy dan menyukainya sejak pertama kali bertemu. Lizzy pun mulai terbiasa dengan Edward yang berada disisinya. Lizzy berusaha untuk tidak mencintai Edward sampai saat ini, tapi ternyata hasilnya mustahil. Lizzy semakin mencintai Edward.
Hingga 1 tahun kemudian Edward yang sudah lulus dari Harvard Universitu dengan gelar dokter yang diraihnya. Lizzy terkagum akan kepribadian dan kepintaran Edward yang dapat lulus pendidikan dokter dan gelar dokternya hanya dalam waktu 4 tahum. Lizzy sering menanyakan ke Edward bagaimana menjadi seperti itu, dan bagi LizzY, Edward adalah role model nya. Sehingga pada tahun ke 2 kuliah Lizzy, ia akan mendapatkan gelar sarjana pendidikan dokternya. Walaupun itu membuat Lizzy sangat tidak bisa berhenti dengan yang namanya belajar setiap waktu.
Edward akan wisuda pada weekend nanti. Ia telah membicarakan dengan mami papi nya, tetapi mami papinya tidak bisa hadir karena alasan pekerjaan mereka.
Tuuttt Tutttt bunyi ponsel Edward yang menelepon papinya.
" Hallo pi." sapa Edward.
" Ya Wat, ada apa?" tanya papi.
" Pi, Wat mau kasih tau kalau acara wisuda gelar dokterku akan dilaksanakan akhir minggu ini. Papi sama mami dateng kan?" kata Edward.
" Loh kok mendadak banget?" jawab papi.
" Iya pi soalnya pihak kampus baru memberi pengumuman resmi." saut Edward.
" Aduh maaf Wat papi sama mami gak bisa dateng, karna kerjaan kami disini sangat banyak Wat. Dan belum lagi harus mengurus rumah dan keluarga. Papi ada meeting dengan tuan Zhang akhir pekan ini masalah pengurusan bisnis papi. Coba kalau kamu bilang lebih awal pasti akan papi usahakan." jelas papi.
" Oh gitu, yaudah gapapa pi, biasa juga Wat ngapa ngapain sendiri, dan serba sendiri. Lagian kalau pengumumannya di sampaikan dari jauh hari juga papi gak akan pernah dateng ke acara wisudaku. Sudah dulu ya pi." kata Edward.
" Gak gitu Wat, dengar pap....." tut tut tut panggilan langsung di akhiri secara sepihak.
__ADS_1
Edward kecewa saat itu, karena pada saat ia masih SMA, yang hadir hanyalah sepupu Edward yang umurnya lebih tua 2 tahun darinya menjadi wali nya. Ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa saat papi nya ditipu oleh rekannya dulu, papi dan mami nya menjadi gila kerja. Bahkan mereka tak mementingkan keluarga, dan Edward merasa bahwa dirinya ini diperintahkan untuk kuliah di luar negeri karena mereka tak akan bisa mengurus bila Edward tetap di Indonesia.
Edward berlari dari rumahnya dan pergi ke suatu tempat di dekat komplek nya dan berdiri di atas pembatas jembatan yang bawahnya adalah sungai.
" Kenapa gw terlahir kaya gini sih? Keluarga gw ninggalin gw. Temen juga ke gw ada maunya doang. GW SENDIRIAN DI DUNIA INI." teriak Edward di pinggir jembatan.
" APA KALAU GW MATI DUNIA BAHAGIA?" tambah Edward.
Namun saat Edward ingin loncat ke bawah jembatan itu, kaki nya serasa ada yang memegang, dan sontak Edward kaget melihat ada perempuan yang memegang kakinya. Perempuan tersebut berrambut panjang dan wajah yang menunduk. Itulah yang Edward lihat.
" Kalau kamu mau bunuh diri dipikir dulu. Kamu gak sendirian di dunia ini. Kamu masih punya pengharapan. Kalau kamu bego loncat aja silahkan. Tapi tunggu sampai aku pergi." kata perempuan itu dengan sambil mengangkat wajahnya.
" Lizzy?" tanya Edward kaget.
" Lah? Edward? Astagah turun sekarang." ucap Lizzy sambil menarik tangan Edward ke taman dekat jembatan itu.
" Kamu kenapa Wat? Maaf akhir akhir ini aku sibuk dan gak sempet nemuin kamu." kata Lizzy sambil mengusap bahu Edward.
" Zy, aku sendirian disini. Semua orang ninggalin aku." jawab Edward sambil menangis.
( Jarang kan lihat cowo nangis? tapi ada koq cowo yang nangis. Cowo nangis itu karena hatinya sudah sangat begitu sakit oleh orang yang disayangnya dan ia tak dapat mengungkapkannya. )
" Kamu gak sendirian koq Wat, ada aku disini. Siapa yang ninggalin kamu?" tanya Lizzy masih dalam pelukan Edward.
__ADS_1
" Keluargaku gak peduli sama aku Zy. Aku gak punya siapa siapa lagi." kata Edward sambil melepas pelukan nya pada Lizzy.
" Sssttt kamu jangan nangis. Ada aku disini. Aku janji aku akan selalu ada buat kamu." kata Lizzy sambil mengusap air mata di pipi Edward.
" Janji? Jangan pergi kemana mana Zy." tanya Edward.
" Iya aku janji. Aku gak akan kemana mana Wat. Kamu mau sharing ke aku? Siapa tau beban kamu jadi lebih ringan." kata Lizzy dan Edward langsung mengangguk.
Edward pun menceritakan segalanya. Mulai dari masa SMA nya dan juga tentang orang tuanya yang tak bisa datang saat acara wisuda nya. Karena bagi Edward, acara wisudanya adalah yang terpenting namun orang tuanya gak bisa hadir saat acara itu.
" Emang invitation card nya buat berapa orang?" tanya Lizzy.
" Dua. Tadinya mami sama papi ku yang terlintas dipikiranku. Namun udah sia sia lah semuanya." jawab Edward.
" Boleh kasih aku satu? Aku akan nemenin kamu saat wisuda. Dan satu lagi kamu ajak aja sodaramu." tanya Lizzy lagi.
" Yakin kamu mau dateng Zy?" tanya balik Edward.
" Yakin lah. Aku pasti bakal dateng." jawab Lizzy.
" Thanks banget ya Zy buat semuanya." kata Edward.
" Sama sama Wat. Kalau kamu butuh teman untuk curhat atau kamu mau sharing, kamu bisa bilang ke aku koq. Aku siap dengerin kamu 24 Jam hehehe. Jangan melakukan hal yang kaya tadi. Aku takut." jelas Lizzy.
__ADS_1
" Iya Zy, mulai sekarang kamu orang terpenting untukku." kata Edward.
*** Holla para readers. Terimakasih ya yang sudah menunggu dan membaca novel ini. Aku sangat sangat berterimakasih. Semoga kalian semua sehat selalu yaa, dan semoga kalian juga suka sama novelnya. Kalau suka klik LIKE AND COMMENT nya yaa hehe.. Happy Reading 😊😘❤ ***