
Di atap RSH
William yang melihat hal Lizzy menangis, menjadi ikutan sedih. Dan William pun memeluk Lizzy sambil mengelus kepala Lizzy.
" Nangis aja gapapa kok. Aku ngerti perasaan kamu." jawab William.
Lizzy tak membalas pelukan William, ia hanya menangis dipelukan William.
#
#
Edward menanyakan kepada perawat dan petugas lain dimana keberadaan Lizzy. Karena petugas rumah sakit pasti tau siapa Edward dan memperbolehkan Edward masuk ke tempat yang tertulis hanya karyawan yang boleh masuk. Edward pun naik ke atas yang menuju atap dan membuka pintunya. Edward terkejut melihat Lizzy yang sedang dipeluk oleh William.
" Woiii lagi ngapain kalian?" teriak Edward yang membuat William melepaskan pelukannya kepada Lizzy.
Edward langsung mendekati mereka berdua dengan tatapan kemarahan.
" Bisa bisanya ya lo cari kesempatan saat Lizzy lagi sedih lu malah peluk peluk dia! Gak tau malu banget sih lu! Status dia itu sekarang calon istri gua!" ucap Edward.
" Bukan maksud gw kaya gt kok! Gw hanya mau menenangkan Lizzy. Karena tadi gw liat dia lari ke sini sambil nangis." jelas William.
" Haha lucu ya, saat ada orang yang ngertiin aku kamu malah marahin dia! Ternyata aku masih berstatus calon istri kamu ya? Aku kira kita udah jadi MANTAN." ujar Lizzy dengan penekanan dikata kata akhirnya.
" Maksud kamu apaan sih yang?" tanya Edward.
__ADS_1
" Will, tolong kamu pergi dulu, aku pengen ngobrol berdua sama dia." kata Lizzy pada William.
" Tapi, Liz..." ucap William yang terhenti.
" Gapapa Will. Aku mohon tinggalkan kami." kata Lizzy lagi.
" Ok. Aku kebawah dulu ya." pamit William yang dijawab dengan anggukkan oleh Lizzy.
William pun langsung turun ke bawah setelah menutup pintu.
" Jelasin sama aku sekarang!" perintah Edward.
" Apa lagi yang patut aku jelasin?" tanya Lizzy.
" Ucapan kamu tadi dan situasi yang aku liat barusan." jawab Edward.
" Yang, aku gak mungkin lah ninggalin kamu dan membatalkan pernikahan kita karena masalah kaya gini doang. Aku tau aku salah karena aku marahin kamu tadi. Aku cuma gamau kamu perhatian sama satu pasien aja sampai kamu lupa sama kepentingan pribadi kamu." ujar Edward.
" Aku ngerti maksud kamu Wat. Aku dokter Wat! Bagi aku pasien adalah segalanya. Dan kesembuhan mereka adalah tanggungjawabku. Kamu juga seorang dokter. Seharusnya kamu juga ngerti." saut Lizzy.
" Itulah sebabnya aku gak mau terjun ke dunia dokter. Karena aku tau pasti urusan pribadi dan keluarga akan dikesampingkan." jawab Edward.
" Begitupun juga Alya, Wat. Apalagi Alya pasien dan juga sahabatku. Aku gak ngerti kenapa kamu sampai semarah itu sama aku." kata Lizzy.
" Maafin aku yang. Aku tau aku salah dan keterlaluan. Aku marah marah tanpa sebab. Maafin aku ya." ucap Edward.
__ADS_1
" Aku udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf ke aku Wat. Dan William itu adalah sahabatku juga seperti Alya dan Vya. William menenangkan aku tadi saat aku kecewa sama kamu. Aku gak pernah selingkuh dari kamu ke siapapun itu." terang Lizzy.
" Ok aku tau kalau kamu juga gak selingkuh. Aku hanya mau jadi orang yang selalu ada buat kamu, nenangin kamu, dan jadi alasan dari kebahagiaan kamu." ucap Edward.
" Makasih kamu udah mau mengerti aku." kata Lizzy.
" Aku yang makasih karena udah dimaafkan oleh kamu." balas Edward yang dijawab dengan senyuman oleh Lizzy.
" Dan kamu harus tau yang, kalau dalam konteks hubungan cewek dan cowok gak ada yang namanya sahabat. Hanya ada pacar, suami, dan mantan." sambung Edward.
" Kok gitu?" tanya Lizzy.
" Aku cemburu kalau kamu deket deket sama si William." ujar Edward.
" Ya ampunn Wat, kita udah mau nikah loh ini. Kamu malah masih cemburuan aja." kata Lizzy.
" Kamu ngerti kan yang aku maksud?" tanya Edward.
" Iya aku paham." sahf Lizzy.
" Aku sayang kamu." ucap Edward sambil memeluk Lizzy.
" Aku juga sayang kamu." saut Lizzy membalas pelukan Edward.
*** bersambung ***
__ADS_1
*** Maaf ya kalian, Author baru upload lagi, karena akhir2 ini aku sibuk banget dengan urusan pribadiku hehe. Semoga kalian suka yaa sama novel ini. Terimakasih buat yang sudah meluangkan waktunya membaca novel perdanaku ini. Semoga kalian selalu bahagia 😊😘❤ ***