
Setelah hampir 6 bulan sudah Edward menggantikan posisi papinya, Edward memantapkan diri bahwa ia akan melalukan ujian untuk gelar barunya di china.
Namun, baru saja semenjak ia memberitahukan kepada Lizzy, ia mendapat panggilan dari Leo Wu (direktur cabang China) bahwa mereka sangat membutuhkan kehadiran Edward karna mereka sedang dalam kerugian besar.
#####################
Dengan terburu buru Edward segera keluar dari mobil dan mengambil kopernya yang berada dibagasi.
" Sayang aku pergi. Kamu jaga diri, jangan kerja keras keras ya. I love you." ucap Edward dengan mencium kening Lizzy.
" Kapan pulangnya?" tanya Lizzy dengan mata yang berkaca kaca.
" Aku pasti cepet pulang kalau udah selesai. Tunggu dan doakan aku." jawab Edward.
" I love you."
Edwardpun melangkah ke dalam bandara untuk penerbangannya ke China dengan Dave.
#######################
Guangzhou, China.
Telah satu minggu Edward berada di China. Namun orang yang membawa kabur uang perusahaan itu belum juga ditemukan. Ia bahkan sudah menyuruh para agen untuk mencari orang yang bernama Huang Bin.
" Tuan, kami belum menemukan titik terang dalam kasus ini." kata salah satu agen.
" Saya harap secepatnya akan selesai." saut Edward.
Namun tiba tiba ponsel Leo Wu berbunyi di hadapan Edward. Leo Wu pun segera menggeser tombol hijau dan ketika ia tahu bahwa itu adalah Huang Bin, lantas ia langsung menekan loudspeaker.
Huang Bin berkata bahwa ia ingin menemui bos besar di suatu tempat yang telah ia tetapkan. Tidak tahu rencana apa yang telah direncanakan oleh Huang Bin, Edward yang terbawa emosi langsung segera menuju tempat itu. Namun Leo dan Dave segera mengikuti Edward dengan membawa bodyguard.
Edward tiba di sebuah gudang penyimpanan hasil panen sawah. Ia pun segera memasuki gudang itu.
" Saya adalah bos besar anda. Kenapa anda dengan berani mengambil uang perusahaan?" tanya Edward.
" Saya membutuhkan uang itu pak bos hahaha." saut Huang Bin dengan nada merendahkan.
__ADS_1
" Kembalikan sekarang atau saya akan laporkan anda ke polisi." ancam Edward.
" Silahkan saja. Bukankah anda sudah melaporkan saya? Mana polisinya? Saya ingin nyawa kamu pak." jawab Huang Bin.
" Urus dia." perintahnya kepada anak buah Huang Bin.
Terjadi pertengkaran disana bahkan baku hantam, namun Huang Bin yang merasa Edward tak kalah kuat darinya segera menodongkan pistol ke arah Edward dan menarik pelatuknya. DOOOORRRR!!!!!!!! terdengar bunyi yang sangat nyaring dan seketika itu juga Edward tersungkur jatuh.
Dan ketika Huang Bin ingin menarik pelatuk lagi, tiba tiba polisi, Dave, Leo dan beserta anak buah mereka datang.
Huang Bin dan anak buahnya segera di ringkus polisi, dan Edward dilarikan ke rumah sakit.
Di Waktu yang Sama
Jakarta, Indonesia.
Lizzy yang terlihat tidak bersemangat sedang menjalani operasi usus yang sudah akut. Namun ketika hendak melihat lebih dalam ke arah perut pasien, kening Lizzy tak sengaja mengenai pisau bedah yang sedang menancap di usus pasien. Akibatnya Lizzy tidak bisa menyelesaikan operasinya dan menyuruh asistennya untuk menyelesaikan nya karena ia sangat pusing kehilangan darah, ia pun dilarikan ke UGD. Banyak orang yang menolongnya. Seketika ia teringat kepada Edward jika ia berada didekatnya.
" Aku kangen kamu." ujar Lizzy.
######################
2 hari kemudian, Edward menelpon Lizzy setelah 2 hari Lizzy mencoba menelpon Edward maupun Dave tapi tidak bisa.
" Halo kamu kemana sih? Aku hubungi 2 hari ga bisa!" sambar Lizzy begitu menggeser tombol hijau.
" Video aja ya." saut Edward yang tak menghiraukan omelan Lizzy.
Panggilan pun beralih menjadi video chat.
" Sayang, kening kamu kenapa?" tanya Edward begitu melihat kening Lizzy menggunakan plester.
" Kemarin kena pisau bedah." saut Lizzy.
" Siapa yang ngobatin kamu?"
" dr.Tio." saut Lizzy lagi.
__ADS_1
" Aduh kamu tau kan kalau aku ga suka sm si Tio karna suka godain kamu."
" Dia cuma bercanda sayang. Kamu baperan. Kamu dimana?" tanya Lizzy.
Edward yang kebingungan karna ia ada di rumah sakit dan memakai piyama rumah sakit. Beruntung Lizzy tidak mengetahui piyama rumah sakit di China seperti apa karna dirinya belum pernah kesana.
" Aku di rumah Leo, sayang." saut Edward.
" Urusanmu udah selesai?"
" Udah."
" Kapan pulang?" tanya Lizzy lagi.
" Sore ini aku pulang. Kamu tunggu aku ya." kata Edward.
" Ok, aku lanjut kerja dulu." kata Lizzy.
#######################
Tengah malam pada pukul 3 subuh, Edward sampai di rumahnya. Tak ada yang menyambutnya, karna para penghuninya sedang beristirahat.
Edward pun membawa koper dan oleh oleh yang sudah dibeli Edward dengan menyuruh Leo dan Dave ke dalam kamarnya dengan sangat perhalan agar tidak membangunkan Lizzy. Ia pun segera membersihkan dirinya dan tidur di samping Lizzy.
#
Pagi hari, Lizzy merasa berat diperutnya dan ternyata itu adalah Edward.
" Ya ampun sayang kapan sampai?" sapa Lizzy langsung memeluk Edward.
" Subuh." Edward yang mendengar hanya menjawab sedikit karna ia masih ngantuk.
" Ko ga bangunin aku?" tanya Lizzy lagi.
" Sekarang tidur lagi yu aku masih ngantuk." saut Edward. Lizzy pun tak berani berkutik ia hanya mengikuti perintah suaminya itu.
to be continue........
__ADS_1