Story Of Life

Story Of Life
Nikahan Alya


__ADS_3

Alya telah menyebar undangan pernikahannya kepada semua orang. Di undangan tertera tulisan bahwa tanggal pernikahan Alya akan dilaksanakan minggu depan. Alya memiliki masalah yang cukup serius, dan Alya menelepon Lizzy.


tuttt tutttt


" Hallo?" kata Lizzy dari seberang sana.


" Hallo Liz, lu lagi dimana?" tanya Alya.


" Masih di RSH nih, kenapa Al?" jawab Lizzy.


" Emm gw pengen ketemu sama lo." kata Alya.


" Oh iyah boleh." saut Lizzy.


" Lu bisa hari ini?" tanya Alya.


" Bisa Al, tapi gw dijemput sama Edward. Gimana?" kata Lizzy.


" Gapapa ajak aja. Tapi nanti gw pengen ngomong berdua aja sama lu gapapa kan?" pinta Alya.


" Iya gapapa Al. Edward juga pasti ngerti koq nanti." ujar Lizzy.


" Ok, ketemu di cafe mall biasa ya." kata Alya.


" Ok. See you." jawab Lizzy.


Panggilan pun berakhir.


############################


Jam praktik Lizzy telah selesai. Ia pun bergegas ke parkiran RSH untuk menemui Edward. Sambil berjalan Lizzy mengabari Alya bahwa ia sedang OTW cafe. Lizzy pun naik ke mobil Edward dan duduk di kursi samping.


" Wat, aku mau ketemu Alya dulu di cafe biasa. Ada yang mau Alya omongin sm aku." kata Lizzy.


" Ok." saut Edward.


" Tapi nanti saat Alya mau ngomong berdua doang sama aku kamu gpp kan?" tanya Lizzy.


" Ya gapapa dong yang. Santai aja." jawab Edward.


Akhirnya mereka tiba di mall dan masuk menuju cafe yang dimaksud. Alya belum tiba disana. Lizzy dan Edward pun memesan kopi terlebih dahulu dan duduk di meja yang kosong. Cafe saat itu cukup sepi karena ini adalah hari kerja. Tak lama Alya pun datang dan menghampiri Lizzy dan Edward.


" Sorry ya lama. Ojol nya ga tau tempat ini soalnya." kata Alya.


" Ya gapapa kok Al sans aja." saut Lizzy.


" Duduk dulu aja." kata Edward.

__ADS_1


" Iya." saut Alya.


Pesanan kopi Alya pun datang. Alya meminumnya dan mengobrol bersama Lizzy. Edward sedang asik bersama ponselnya.


" Oh iya Liz, ke meja luar dulu yuk. Ward, gw pinjem Lizzy dulu ya." kata Alya.


" Hemm." saut Edward yang sedang bermain game di ponselnya.


" Bentar ya Wat." kata Lizzy yang di jawab dengan anggukkan oleh Edward. Lizzy dan Alya pun berjalan keluar outdoor cafe dan duduk di meja kosong.


" Ada apa Al?" tanya Lizzy.


" Sebenernya gw malu Liz mau ngomong ini ke elu. Cuma, temen gw kan lu sama Vya doang, jadi ya gw mau minta pendapat lu." jawab Alya.


" Gapapa Al cerita aja. Lu kek sama siapa aja." kata Lizzy.


" Gw malu kalo harus Edward denger cerita gw ini." ujar Alya.


" Selow aja Al. Si Edward kan di dalem. Dia gak denger kita." saut Lizzy.


" Emm jadi gini Liz. 6 bulan yang lalu, gw ke rayu sama Satya untuk ngelakuin hal itu sebelum kita nikah. Dah 4 bulan yang lalu gw gak dateng bulan. Gw takut kalo gw hamil. Akhirnya gw memberanikan diri untuk periksa ke dokter kandungan dan kata dokter gw positif hamil. Usia kandungan gw udah 8 minggu Liz. Gw ngomong ke Satya kalau gw hamil anak dia. Dia juga tau kalau keperawanan gw udah diambil sama dia. Syukurnya dia mau bertanggung jawab dan nikahin gw. Tapi gw takut Liz, saat nanti resepsi perut gw keliatan buncit." cerita Alya dengan panjang.


" What? Al gw gak nyangka. Jadi sekarang lo hamil?" tanya Lizzy tak percaya.


" Iya Liz. Sekarang gw lagi hamil anak Satya." jawab Alya.


" Gw kena rayuan si Satya saat itu Liz. Dia bilang kalau gw gak mau, dia mau putusin gw." saut Alya sambil menunduk.


" Emm yaudah lah mau digimanain lagi? Ini semua udah terjadi. Gw pasti suport lu kok Al apapun kondisi lu." ujar Lizzy.


" Thanks banget Liz. Lu memang sahabat gw. Jadi gw harus gimana saat resepsi nanti? Baju udah di pesen dan itu pas banget sama badan gw jadi keliatan gemuk." tanya Alya.


" Gimana yaa gw juga bingung. Apa lu pake kain aja ikat di pinggang kan disangka orang itu emang gaun atauga lu pake selendang di pundak yang panjangnya nutupin perut depan lu." jawab Lizzy.


" Iya juga ya kenapa gw gak kepikiran ke situ coba." kata Alya.


" Ya lu kan lagi ada masalah kaya gini. Jangan di jadiin beban ya Al. Kalau lu butuh temen cerita ke gw aja. Lu bisa telepon gw kapanpun. Gw siap dengerin cerita lu. Jangan kaya gini. Udah jadi embrio baru gw tau." kata Lizzy.


" Iya Liz. Maaf ya gw baru cerita hal ini. Abisnya gw malu banget mau cerita. Dan makasih lu selalu ada buat gw." ucap Alya.


" Selow aja sama gw mah. Dah yuk masuk ke dalem." ajak Lizzy.


Alya pun mengikuti Lizzy masuk ke indoor cafe. Edward pun masih asik dengan gamenya.


" Game mulu Wat." sindir Lizzy saat duduk di meja samping Edward.


" Tadikan aku gabut kamu ngobrol berduaan. Udah beres?" tanya Edward sambil mematikan ponselnya dan memasukkan ke sakunya.

__ADS_1


" Udah. Thanks ya Ward gw udah selesai pinjem Lizzy nya. Oh iya gw duluan ya gak bisa lama lama." pamit Alya.


" Emangnya gw barang dipinjem pinjem." ledek Lizzy.


" Lah? Udah gitu doang lu?" kata Edward.


" Iya Ward soalnya buru buru gw. Liz. Thanks banget ya. Gw duluan." kata Alya sambil berjalan keluar.


Lizzy dan Edward masih berada di cafe dan menghabiskan kopi nya. Setelah habis, mereka pun pulang.


#############################


Seminggu kemudian.


Hari ini adalah hari pernikahan Alya dan Satya.


Resepsi mereka dilaksanakan di salah satu restaurant Jakarta.


Resepsi dilaksanakan pada pukul 6 sore hingga malam hari. Lizzy tak bisa datang ke acara janji nikah Alya dan Satya tadi pagi, karena Lizzy ada jadwal operasi pagi tadi hingga siang. Dan Lizzy segera bersiap siap menuju tempat resepsi Alya. Sebelumnya Lizzy telah meminta maaf kepada Alya tak bisa menjadi bridesmaids nya Alya. Sebab pasien adalah tanggung jawab dan kewajiban Lizzy sebagai dokter.


Walaupun Lizzy tak bisa datang tadi pagi, tetapi Edward mewakili Lizzy datang ke acara Alya tadi pagi dan datang malam ini bersama Lizzy. Lizzy menggunakan gaun yang telah disiapkan Alya. Sedangkan Edward juga memakai jas hitam khusus dari Alya. Gaun Lizzy sama seperti gaun Vya, dan jas Edward sama seperti punya Febri.


Akhirnya resepsipun dimulai. Alya pun memakai kain selendang usul an Lizzy untuk menutupi perutnya yang telah membuncit. Acara resepsi berjalan dengan lancar dan sesuai keinginan Alya.


Acara pun selesai dan sesi foto pun selesai.


Lizzy memeluk Alya dengan sangat erat.


" Al selamat ya, sekarang status lu udah jadi istri orang. Dan lu calon ibu bagi anak lu. Kalau lu ada apa apa hubungi gw aja ya." ucap Lizzy sambil memeluk Alya.


" Thank you ya Liz. Cepet nyusul lu sama Edward." saut Alya.


" Hahaha si Vya dulu yang nikah baru gw." ujar Lizzy dengan bercanda.


" Apaan dah gw dulu. Febri aja belom ngelamar gue. Lu mah udah dilamar sama si Edward." kata Vya.


" Aduh dikodein tuh Feb. Vya pengen dilamar cepet cepet." ledek Alya.


" Hahahaha udah resmiin dia Feb. Sebelom beralih ke yang lain." ledek Edward juga.


" Hahahahaha nanti gw lamar lu koq Vy tenang aja. Suruh si Edward dulu yang nikah baru kita nikah Vy." jawab Febri.


" Sekarang nikah juga gw siap kok." saut Edward dengan candaannya.


" Apaan sih Wat. Ngehayal mulu ih." jawab Lizzy.


Alya yang melihat teman temannya saling menyuruh untuk menikah pun tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


*** Hallo kalian semua.. Maaf ya author baru update. Soalnya author baru sembuh dan sudah sibuk dengan kerjaan author. Makasih buat kalian yang setia nunggu up dari novel ini.. Jangan lupa klik Likenya ya kalau suka.. And semoga kalian suka dengan part ini. Happy reading guys 😊😘❤ ***


__ADS_2