
** Lizzy **
Sejak setelah graduation day, aku mencari cari pekerjaan. Dan aku telah mendapat pekerjaan disebuah restaurant yang cukup ramai setiap harinya, aku sebagai pelayan yang melayani pelanggan dengan berbagai pesanannya dan mencatatnya, kadang kala aku membantu menjadi kasir saat sang kasir utama di resto ini libur atau sibuk karena banyaknya pelanggan yang datang khususnya pada weekend. Terkadang aku juga mengantarkan pesanan delivery ke tempat pelanggan yang memesannya. Aku mengerjakan semua pekerjaanku dengan sungguh sungguh dan menerima apapun yang terjadi kepadaku dengan bersyukur. Aku bersyukur atas keadaanku saat ini karena bila dibandingkan dengan orang lain, masih banyak orang yang lebih menderita dari padaku. Aku menikmati hidup ini.
Tak terasa aku sudah bekerja di tempat ini selama 9 bulan.
Hingga suatu hari aku akan mengantarkan pesanan pelanggan dengan menggunakan motor yang resto siapkan untuk mengantar pesanan.
" Bos, aku berangkat dulu ya mengantar pesanan pelanggan di Perumahan Daun Hijau." pamitku pada Pak Felix yang selaku bosku.
" Oke, hati hati kamu bawa motornya, jangan ngebut ngebut, jalanan udah sore jadi rame." saut Pak Felix.
" Siap pak bos." jawabku sambil tersenyum.
** Edward **
Hari ini aku pulang ke negara asalku yaitu Indonesia setelah menyelesaikan ujian akhir semester di Harvard University. Memang aku bukan anak yang pintar, tetapi orang tuaku memaksaku untuk masuk ke kampus itu dengan jurusan kedokteran seperti yang mami papi ku inginkan.
Saat aku tiba di bandara setelah mengalami penerbangan yang lama dari Amerika ke Indonesia, aku tidak melihat mami papiku yang konon akan menjemputku. Aku malah melihat Dave sahabatku dari kecil yang menjemputku.
Dave melambaikan tangannya setelah menunggu tibanya pesawat yang dinaiki oleh Edward.
" Hey broo, what's up? Long time no see brother!" ucap Dave yang langsung memeluk Edward.
" Hello bro! koq lu yang dateng sih? Mami papi mana?" tanyaku pada Dave.
" Mami sama papi katanya sibuk. Mami sibuk ngurusin perusahaan obatnya sedangkan papi sibuk ngurus perusahaan barunya tuh ketemu ketemuin inverstor yang bakalan di ajak kerja sama." jelas Dave pada Edward.
" Yaudah kuy balik ke rumah, cape nih badan gw semua 10 jam lebih duduk terus di pesawat, baru bangun kalo mau ke toilet." ajak Edward.
"Oke kuy." jawab Dave.
Sesampainya dirumah Edward yang terletak di Perumahan Hijau Daun, Edward pamit pada Dave karena dia sangat ngantuk jadi dia langsung naik keatas yang memang kamarnya berada di atas dan membawa kopernya masuk.
Dave yang merasa lapar karena dia nunggu pesawat Edward mendarat sampai dia lupa bahwa dia dari pagi belum makan. Dave menelepon resto langganannya yaitu Resto Tirai Bamboo. Ia memesan berbagai makanan karena Dave juga memikirkan Edward yang belum makan sama hal dirinya karena selama di pesawat hanya makanan dari maskapai yang dia makan. Setelah memesan pesanan, Dave mematikan telepon tersebut. Ia menunggu makanannya sampai, namun setelah 30 menit berlalu, Dave mendapat telepon dari Papa Hans yaitu papa nya Dave karena mama Ira masuk rumah sakit karena darah tinggi nya kambuh dan mama Ira pingsan. Dengan tergesa dan melupakan pesanannya, Dave meninggalkan rumah Edward tanpa pamit kepada Edward karena Dave merasa tidak enak bila harus membangunkan sahabatnya yang tadi bilang ingin tidur itu.
Dilain sisi, karena Edward hanya beristirahat dan membersihkan dirinya, dan segera menonton tv di kamarnya. Sambil sesekali memeriksa ponselnya.
__ADS_1
Tanpa Edward tahu ia telah sendirian di rumah karena Dave pergi meninggalkan rumahnya dengan tergesa selagi Edward mandi tadi. Dan Edward merasa mager jika ia harus turun kebawah.
###############
Lizzy mutar mutar di komplek Hijau Daun dan mencari alamat yang memesan makanan tersebut. Setelah lama muter muter in komplek tersebut yang rata rata rumah di situ gede gede banget, Lizzy menemukan rumah yang memesan makanan di resto Tirai Bamboo.
Lizzy langsung turun dari motornya dan membawa plastik plastik pesanan sang pelanggan di tangannya dan memencet bel yang ada di rumah itu.
*TING TONG TING TONG*
Edward yang berada di kamarnya, tidak terlalu mendengarnya karena ia sedang menonton TV.
Karena tidak ada respon dari sang pemilik rumah, Lizzy memencet bel lagi dengan berkali kali.
*TING TONG TING TONG*
Merasa ada suara di bawah, Edward mematikan TV nya dan berjalan keluar kamar, untuk memanggil Dave dan bertanya apa yang dilakukannya hingga ada tamu tetapi tidak dibuka kannya. Bel rumah yang terus berbunyi, dan Edward yang mencari Dave di sekeliling dalam rumah tetapi nihil hasilnya tak ada.
Lalu Edward membuka pintu tanpa membuka gerbang pintu dan mencari tau siapa yang datang.
Sekejap Lizzy mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu tampan itu. Tanpa sadar Lizzy bengong melihat pria tampan itu. Dan tersadar saat Edward bertanya kepalanya.
" Permisi mas, saya dari Resto Tirai Bamboo, ingin menantarkan pesanan yang telah di pesan." saut Lizzy.
"Sorry kayanya mbaknya salah alamat deh. Di rumah ini gak ada yang pesen makanan." kata Edward.
" Saya gak salah alamat mas, tadi mas nya telepon ke resto dan memesan beberapa menu makanan serta menyuruhnya untuk diantarkan ke rumah ini." jawab Lizzy lagi.
" Di rumah ini cuma ada saya mbak, dan saya gak merasa pesan makanan apapun di restoran kamu." kata Edward.
"Lah kalo mas nya gak mesen makanan, terus yang pesen makanan siapa dong?" tanya Lizzy binggung.
"Mana saya tau, yang pasti saya gak mesen makanan itu." ketus Edward.
"Beneran mas tadi yang telepon ke resto kan mas nya. Saya gak salah alamat." jawab Lizzy.
"Kalo saya bilang bukan saya ya bukan saya mbak, gimana sih? Orang dirumah ini juga cuma ada saya sendiri!" bentak Edward.
__ADS_1
" Alamatnya tertera disini mas." jawab Lizzy dengan putus asa.
" Tau ah udh dibilang saya gak pesen apa2. Salah alamat, udah sono pergi!" usir Edward dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
" Lah mas, tanggung jawab ini pesenannya! Mas! Mas!" teriak Lizzy tetapi tak di hiraukan oleh Edward.
Lalu saat di dalam rumah Edward terpikir oleh Dave, ia langsung masuk ke kamarnya dan mengambil HP untuk menelepon Dave dan menanyakan kepadanya.
tuttt tuuttttt tuuutttt
" Hallo Dave, dimana sih lu? Pergi gak bilang2!" kata Edward yang langsung berkata kata usai tersambung.
" Sorry bro, nyokap gw masuk rs tadinya gw mau ngasih tau lu, tapi gw kira lu tidur jadi gw langsung pergi aja. Panik gw dnger telpon dr papa." saut Dave.
" Yodah yodah gpp, lu sebelom pergi pesen makanan gak? Masa ada mbak mbak dtg ke rumah gw udh gt nuduh gw yg pesen lagi!" kata Edward
" Oiya bro astagah lupa gw kan. Yaudah lu tebus dulu gih pake duit lu. Nanti gw gantiin, and makanannya lu makan aja gw juga niatnya buat beliin elu koq."
" Udah gw usir tuh mbak2 nya, coba gw turun ke bawah deh entar, makanya kalo pesen apa apa bilang dulu sebelom pergi! gw yg repot kan kalo gini ah!"
" Yaudah sorry2 bro.. Thanks yaa.. Gw tutup dulu ya teleponnya, gw dipanggil dokter. Byee." tutup Dave tanpa sautan dari Edward.
Edward turun kebawah dan mendapati bahwa mbak mbak resto itu masih disitu sambil nangis entah karena apa.
" Mbak." sapa Edward membuka gerbang pintunya.
"Mbak maaf tadi temen saya yang pesen makanannya dan dia pergi setelah dapet telpon mendadak." sambung Edward.
" Oh gitu, maap juga ya mas udah nuduh mas nya yang enggak enggak dan bicara saya kurang sopan." jawab Lizzy dengan rendah hati sambil menghapus air matanya.
" Maap banget mbak, saya bayar 2x lipat harganya deh karena saya gak enak. Justru saya yang harusnya minta maaf udh kasar sama mbak." kata Edward.
" Gak usah mas, bayar sesuai tagihannya aja. Saya udh maafin masnya koq." kata Lizzy.
Lalu Edward membayar tagihan tersebut.
"Makasih mas. Saya permisi dulu masih banyak pesanan orang lain yang harus saya antar." pamit Lizzy.
__ADS_1
Dan setelah itu Lizzy pergi dari rumah tersebut dengan motor restonya. Edward yang menatap perempuan itu pergi, langsung masuk kedalam rumah dan berkata " Cantik, baik, ramah, tapi kenapa jadi pelayan Resto?"
*** Sorry ya gais bila ada salah kata yang menyinggung seseorang atau typo, Hope you guys like it.. Happy reading 😊😘❤***