Story Of Life

Story Of Life
Peresmian RSH


__ADS_3

Acara peresmian Rumah Sakit Harapan akan dilaksanakan pada hari ini. Lizzy telah bersiap untuk menghadiri acara tersebut dengan baju blouse bermotif bunga dan juga celana levis berwarna navy serta juga heels putihnya. Lizzy terlihat cantik dan elegan dengan hal tersebut dan juga menata rambut panjangnya menjadi curly.


Winny dan Randy juga telah mengosongkan jadwalnya pada hari ini untuk menghadiri peresmian RSH. Edward pun dikabari oleh Lizzy dan segera membatalkan segala meetingnya demi menghadiri acara orang terpentingnya. Lizzy tiba terlebih dahulu di RSH untuk mengecek kembali perlengkapan acara.


Lia yang membantu Lizzy mengelola RSH juga mengundang Al untuk datang ke acaranya. Lizzy dan Lia menjadi penerima tamu. Tamu tamu yang hadir antara lain adalah orang terdekat Lizzy dan juga teman teman bisnis dari Randy serta juga teman SMA Lizzy yaitu Alya dan Silvya.


Al segera memasuki ballroom RSH dan disambut oleh Lizzy.


" Wahhh adik abang udah berjaya sekarang. Selamat ya dek." kata Al.


" Terimakasih bang. Ini semua juga karna bantuan dan dukungan dari bang Al dan kak Lia juga." saut Lizzy.


" Kami bahkan hanya bantu doa dek. Jangan berlebihan ah, ini semua pantas kamu dapatkan karena usaha kamu sendiri." kata Lia.


" Iya dek. Kami juga hanya dapat membantu sedikit karena sibuk mengurus pernikahan kami." sambung Al.


" Tak apa bang. Itu juga untuk kebahagiaan kalian. Masuklah bang, sudah tersedia tempat duduk. Kak Lia juga temani bang Al saja. Tak apa aku sendiri disini." kata Lizzy.


" Terimakasih dek." kata Al.


" Yakin kamu sendiri?" tanya Lia.


" Iya kak." jawab Lizzy.


Al dan Lia pun duduk di kursi yang telah disediakan.


Tak lama, Alya dan Silvya berserta kekasih mereka yaitu Satya dan juga Febryan. Mereka sudah lama tak bertemu dengan Lizzy karena setelah lulus, Lizzy ke Jakarta untuk bekerja dan ke luar negeri untuk kuliah.


" Selamat ya Liz atas pembukaan rumah sakitnya. Kenalin ini calon suami gw Satya." ucap Alya.


" Thanks ya Al. Oh iya. Hai kenalin nama gw Lizzy." jawab Lizzy sambil menyalami Satya.


" Ini juga tunangan gw Liz. Namanya Febryan." ujar Silvya.


" Halo." sapa Lizzy menyalami Febryan juga.


" Dah lama gak ketemu, taunya sekali ketemu lu dah sukses aja Liz. Kapan nikah?" tanya Silvya.


" Iya udah lama banget ya hahaha. Lain kali gw bakal sempetin waktu buat meet up dengan kalian deh. Di doakan saja kapan nikahnya hahaha." jawab Lizzy.


" Wih, udah ada calonnya nih?" ledek Alya yang dijawab dengan senyuman oleh Lizzy.


" Masuk aja silahkan. Thanks ya udah pada dateng." kata Lizzy.


Alya, Satya, Silvya, dan juga Febryan langsung masuk dan mencari tempat duduknya.


10 menit sebelum acara dimulai, Winny dan Randy pun tiba.


" Maaf sayang, kami terjebak macet." kata Winny.


" Gapapa koq mah, belum dimulai juga." jawab Lizzy.


" Kami langsung masuk aja yah nak, gapapa kan?" tanya Randy.


" Iya pah, masuk aja gapapa koq." saut Lizzy.


Lizzy meminta tolong kepada panitia acara untuk memberikan tempat yang telah ditentukan.


Disisi lain Edward yang berangkat dari kantornya, tiba di parkiran RSH. Edward segera turun dari mobilnya dengan kemeja berwarna pink, dasi, dan juga jas hitam membuatnya terlihat sangat tampan dan gagah. Saat berjalan masuk ke arah lobby hotel tiba tiba ada seseorang yang memanggil Edward.


" Ed!" sapa seseorang itu.


Edward segera menoleh ke arah panggilan tersebut. Dilihatnya Yohan sahabatnya yang sudah lama tak bertemu dengannya.


" Yohan? Widih bro! Lama gak ketemu." ucap Edward sambil memeluk Yohan.


" Sejak kapan lu jadi humble gini? Biasanya juga lu dingin sm gw hahaha." ledek Yohan.


" Ah biasa juga gw gini." kata Edward.


" Pasti ada seseorang yang ngerubah lu jadi kaya sekarang deh! Ngapain lu kesini? Sakit?" tanya Yohan.


" Maybe hahaha. Mau ngehadirin peresmian RS ini. Lu ngapain?" tanya balik Edward.


" Sama bro. Gw diundang juga. Kok bisa sih lu diundang ke sini?" kata Yohan.


" Yehh sekarang kan gw udah jadi CEO muda yang terkenal dan sukses bro! Gimana sih lu hahaha." saut Edward.


" Oh iya ya. Lupa gw. Yaudah masuk yu." kata Yohan.


Mereka berjalan masuk menuju ballroom RSH. Lizzy yang sibuk menerima tamu tamu dari papa nya, tak melihat kedatangan Yohan dan Edward.


Edward dan Yohan masuk ke dalam ballroom.


" Sayang." bisik Edward di telinga Lizzy yang sedang mengobrol dengan karyawannya.


Lizzy kaget mendengar bisikan tersebut sontak melihat ke arah Edward. Tak kalah terkejutnya Lizzy melihat Edward dan Yohan yang datang bersamaan.

__ADS_1


" Wat, apa apaan sih buat kaget aja!" omel Lizzy.


" Maaf yang, kan niatnya mau bikin surprise." jawab Edward.


" Sayang? Maksudnya? Selamat ya Liz atas peresmiannya." tanya Yohan bingung.


" Thanks Yo." saut Lizzy.


" Lah kalian saling kenal? Ini calon istri gw Yo." jawab Edward sambil merangkul Lizzy.


" Ya kenal lah. Calon istri? Lamar aja belom!" kata Lizzy sinis kepada Edward.


" Perlu aku lamar sekarang? Atau nikah sekarang?" tanya Edward.


" Gila kamu." ucap Lizzy sambil menjauh dari Edward dan mendekat ke arah Yohan.


" Whatt? Sejak kapan? Liz, kok ga pernah cerita sm gw?" kata Yohan.


" Lo aja gak nanya Yo, gimana mau kasih tau." kata Lizzy.


" Gw yang kenal duluan sama lu Liz tapi kenapa jadinya sama Edward?" tanya Yohan polos.


" Hah?" tanya Lizzy dengan bingung.


" Dah masuk aja yu gak usah diladenin si Yohan mah yang." ajak Edward sambil menggenggam tangan Lizzy.


" Yo, ayo ikut sini." kata Lizzy dan Yohan pun mengikutinya.


Yohan tak mengerti kenapa Lizzy bisa menjadi calon istri Edward. Yohan selama ini menaruh perasaan kepada dirinya, namun ia malu untuk mengungkapkan nya. Edward yang merupakan sahabat Yohan yang terkenal sombong, dingin, dan juga cuek terhadap perempuan mengapa bisa bersama Lizzy gadis cantik, lemah lembut, pintar, sopan yang begitu disukai Yohan kini telah sukses.


Acara peresmian pun dimulai. Lizzy dipersilahkan untuk berpidato sebagai pemilik dari RSH.


" Selamat siang semuanya. Terimakasih telah telah menyempatkan waktu kalian untuk hadir ke acara peresmian Rumah Sakit Harapan. Mohon maaf juga karena telah membuang waktu berharga kalian untuk hadir ke acara ini. Perkenalkan nama saya Lizzy Aprilia Surya Atmaja. Saya berterimakasih kepada kedua orang tua saya yaitu mama Winny Surya Atmaja dan juga papa Randy Surya Atmaja. Saya juga berterimakasih kepada kakak saya Lia serta abang saya Al, dan juga kepada Edward Wang dan sahabat sahabat saya yang telah mendukung dan membantu saya membuka serta menyukseskan pembangunan rumah sakit sampai saat ini. Tanpa adanya dukungan dan bantuan mereka, saya tidak bisa mendirikan rumah sakit ini sendirian. Terimakasih kepada para rekan rekan dokter, suster, dan karyawan dibidang lainnya yang bekerja sama menyukseskan dan mengembangkan rumah sakit ini. Saya sangat bersyukur atas apa yang terjadi sampai saat ini. Rumah Sakit Harapan terbuka bagi siapapun yang membutuhkan bantuan medis baik orang yang mampu maupun yang termasuk orang yang kurang mampu. Sebab walaupun mereka tidak mampu dalam hal materi, tetapi mereka mampu untuk memiliki harapan. Itulah sebabnya nama rumah sakit ini adalah Harapan. Mungkin cukup sekian pidato saya pada hari ini. Terimakasih atas kehadirannya, mohon maaf bila ada kesalahan kata atas perkataan yang telah saya ucapkan, dan selamat menikmati acara selanjutnya. Terimakasih." ucap Lizzy berpidato. Seketika tepuk tangan dari para hadirin memenuhi ballroom tersebut.


Acarapun selesai pada pukul 5 sore. Lizzy mengucapkan terimakasih karena telah menghadiri acaranya kepada para tamu dan juga orang tuanya yang akan segera pulang. Lia pun kembali ke ruangannya, dan Al pun telah pulang.


Hanya tersisa para sahabatnya, dan juga Yohan.


" Liz. Gw pen nanya dong." kata Alya.


" Iya nanya apa Al?" kata Lizzy.


" Edward Wang siapa?" tanya Alya.


" Oh iya Edward. Bentar bentar ya gw cari orangnya dulu. Lupa kan gw." kata Lizzy dan berlari ke arah Yohan yang masih sedang makan.


" Gak liat Liz. Tadi sih keluar. Tau sekarang kemana." jawab Yohan.


" Yaudah deh thanks ya. Silahkan lanjutkan makannya." kata Lizzy yang langsung keluar dari ballroom menuju lobby.


Lizzy mengeluarkan ponsel dari saku celana nya dan menelepon Edward. Telepon pun tersambung dan Edward menjawabnya.


" Halo, kenapa yang?" saut Edward.


" Kamu dimana?" tanya Lizzy langsung.


" Kenapa? Kangen ya? hahaha" canda Edward.


" Ih serius. Pulang aja sana." ketus Lizzy.


" Ihh marah marah mulu, nanti cepet tua loh. Aku diparkiran mobil. Kamu ke sini aja." kata Edward.


" Otw." saut Lizzy dan langsung mematikan panggilannya.


Edward hanya tersenyum melihat tingkah Lizzy.


Lizzy datang ke parkiran dan menemui Edward.


" Ngapain kamu disini Wat?" tanya Lizzy.


" Gapapa, aku cuma bosen aja di dalem." jawab Edward.


" Bosen sama acara aku gt? Kenapa mau dateng? Gak usah dateng aja sekalian. Udah dateng juga hampir telat." jawab Lizzy sambil memalingkan wajahnya.


" Jangan buang muka kaya gitu. Tatap aku." kata Edward memegang pipi Lizzy dan mengarahkan ke wajahnya.


" Kamu tuh kenapa sih yang marah marah mulu dari tadi. Lagi PMS? Aku kan gak telat cuma hampir telat. Aku bukan bosen sama acaranya, tapi aku bosen melihat si Yohan yang main game terus dan juga yang hadir kebanyakan bapak bapak. Yang aku kenal cuma si Yohan kan." jelas Edward.


" Maaf aku marah marah gak jelas sama kamu." ucap Lizzy sambil menundukkan kepala.


" Hei, sini ikut aku." ajak Edward menarik tangan Lizzy ke arah kursi belakang mobil.


" Selamat yaa sayang atas peresmian RS nya. Kamu layak mendapatkan ini semua dengan hasil kerja mu sendiri. Kamu adalah wanita yang paling aku cinta dan sayang setelah mamiku haha. I love you." ucao Edward sambil memberikan sebucket besar bunga mawar merah kepada Lizzy.


" Makasih Wat. I love you too. Maaf yaa atas segalanya." kata Lizzy.


" Emm gapapa kok. Senyum dong." kata Edward sambil mencium kening Lizzy dan Lizzy pun tersenyum dibuatnya.

__ADS_1


" Masuk yu Wat, aku mau kenalin kamu sama sahabat aku." ajak Lizzy.


" Wah aku mau dikenalin sebagai apa?" tanya Edward dengan nada bercanda.


" Aku kenalin kalau kamu calon suamiku. Puas?" jawab Lizzy.


" Hahaha sangat puas. Bahkan kenalin aku sebagai suami kamu dong." ledek Edward.


" Belum sah Wat. Nanti kalau udah sah baru ku kenalin sebagai suami ke teman temanku." jawab Lizzy yang dibalas dengan cengiran oleh Edward.


Lizzy dan Edward pun kembali ke dalam ballroom menemui sahabat Lizzy dengan membawa sebucket bunga. Lizzy meminta bantuan suster yang lewat untuk menaruh bunga tersebut ke ruangannya dan suster tersebut pun menyanggupinya.


" Al, Vy, ini yang namanya Edward Wang." kata Lizzy.


" Haloo. Nama gue Alya. Kok lu ganteng banget sih?" sapa Alya sambil menyalami Edward.


" Gantian Al. Gw juga mau salaman sama cogan. Hai nama gw Silvya, panggil aja Vya." kata Vya.


" Wat, ini Satya dan Febry, calon suami mereka." kata Lizzy.


" Haha bisa aja kalian thanks loh. Nama gw Edward Wang, anak dari keluarga Wang, gw CEO dari Wang Corporation, dan gw calon suami pemilik rumah sakit ini." kenal Edward.


" Dia juga dokter loh sama kaya gw." tambah Lizzy.


" Hah? Lo calon suaminya Lizzy? Wah ini mah spesial + istimewa." tanya Vya.


" Yup." ucap Edward sambil merangkul pundak Lizzy.


" Udah deh kalian berdua keganjenannya. Tuh calon suami kalian berdua juga jd sinis kan sama cowo gw." kata Lizzy.


" Kenal dimana lu Liz punya pacar bening begini. Sukses lagi." kata Alya.


" Satya juga sukses kan? Dia punya toko roti." saut Lizzy.


" Yang ini lebih sukses Liz." sambung Vya.


" Vy, Febry juga punya Villa. Kita semua ada porsinya masing masing kok guys." kata Lizzy.


" Ketemu dimana kalian berdua?" tanya Vya


" Tuhan mempertemukan kita di Indo dan di Amerika juga." saut Edward.


" Gila gila emang jodoh gak akan kemana ya." kata Vya.


" Yoi Vy. Kapan kalian nikah? Undang gw ya jangan lupa." ledek Lizzy.


" Yang ada lu duluan Liz yang nikah. Udah pada sukses juga nunggu apa lagi coba." kata Alya.


" Woi kak Lia belum merit masa gw ngelangkah kak Lia sih. Pamali." ucap Lizzy.


" Hahaha yaudah tenang nanti gw undang. Lu juga undang gw ya nanti." kata Vya.


" Tenang, kak Lia nikah juga gw undang nanti lu semua." kata Lizzy.


" Oiya udah malem nih sorry ya gw sama Alya balik duluan." kata Satya.


" Oh iya Sat, gapapa koq. Thanks ya udah dateng ke acara gw." kata Lizzy memeluk Alya.


" Gw juga nih Liz balik dulu ya." kata Vya.


" Emm ok. Thanks ya Vy sama Febry udah dateng ke acara gw." kata Lizzy sambil memeluk Vya.


" Ok, gw balik dulu ya sob." pamit Satya dan Febry ke Edward.


" Ok, take care bro." ucap Edward.


Setelah mereka semua pulang, Lizzy dan Edward melihat Yohan yang masih makan sedang memainkan ponselnya. Lalu mereka pun menghampiri Yohan.


" Bro, ngapain? Gak pulang lo?" tanya Edward.


" Ngusir gw lo? Lizzy aja gak ngusir." saut Yohan.


" Jeh ngapain gw ngusir? Mau lu nginep disini juga bodo amat gw." jawab Edward.


" Udah deh kalian ribut mulu." kata Lizzy.


" Atuh sayang dia yang mulai duluan, aku nanya b aja dia sewot." kata Edward.


" Udah pada gede juga masih aja ribut. Dah ah lanjutkan aja ribut kalian, gw mau ke ruangan." saut Lizzy.


" Yakan kita lagi memperebutkan elu Liz. Gimana sih?" kata Yohan.


" Apaan dah kenapa jadi gw? Dah gw mau ke ruangan dulu. Mau balik. Lu abisin aja makanannya Yo." ucap Lizzy sambil berjalan menjauhi mereka.


" Yang tunggu aku ikut kamu." teriak Edward yang berlari mendekati Lizzy.


*** Halo guys maaf ya baru update lagi hehe.. Semoga kalian suka yaa.. Jangan lupa klik LIKE AND COMMENT nya kalau suka.. Happy reading guys 😊😘❤ ***

__ADS_1


__ADS_2