
Lizzy, Edward, Lia, Al, dan para orang tua pun telah tiba di Jakarta. Mereka kembali dari Korea dengan membawa berbagai makanan terutama ramyeon, permen khas Korea, dll nya.
Lizzy pulang bersama Winny dan Randy, Edward pulang bersama Kevin dan Melan, serta juga Al dan Lia yang langsung pulang kembali ke rumah baru mereka. Mereka pulang dengan menyewa taxi masing masing karena bawaan mereka yang banyak dan juga mereka tak tega bila harus menyuruh supir mereka untuk menjemputnya karena menunggu jam kedatangan pesawat akan sangat lama di bandara.
Di perjalanan, Lizzy berhenti di sebuah mini market untuk membeli beberapa paperbag untuk diisikan oleh oleh dan dibagikan ke teman teman kantornya di RSH. Setelah membelinya, mereka tiba di kediaman Surya Atmaja. Dilain sisi, Edward tak membawa buah tangan khas Korea. Sedangkan Lia, ia membeli barang barang k-pop yang asli dari Koreanya.
#######################
Di rumah kediaman Surya Atmaja
" Sayang, biar pak satpam aja yang angkat barang kamu ke atas." ucap Winny.
" Ok ma." saut Lizzy.
" Pak, tolong di angkat ke depan kamar Lizzy ya yang ini, dan yang ini semua tolong bawa ke depan kamar saya." suruh Winny.
" Dah yuk masuk cape papa." ujar Randy.
" Mah, Lizzy ke kamar dulu ya." pamit Lizzy.
" Ok sayang." jawab Winny.
Lizzy pun masuk ke kamarnya dan segera membersihkan dirinya karena ia sangat lelah dan tak bisa tertidur di pesawat sebab mesin pesawat yang membawanya pulang, sangat keras terdengar, dan hal itu membuat Lizzy tak bisa tidur. Akhirnya Lizzy pun selesai mandi dan terdengar suara ketokan pintu, Lizzy membukakannya dan pak satpam sudah membawakan barang barangnya ke depan pintu kamar Lizzy. Lizzy membawa barang barangnya ke dalam kamar dan menutupnya. Ia tidak mau jika hari ini harus membongkar isi koper dan bawaan yang lainnya karena ia sangat lelah. Untungnya ia masih cuti untuk hari esok jadi ia bisa beristirahat. Dan Lizzy pun segera mengirim pesan pada Edward bahwa ia akan tidur dan langsung berhibernasi.
############################
Di rumah keluarga Wang.
Saat mereka tiba dengan 2 taxi nya, Kevin dan Melan yang sangat membawa banyak oleh oleh, apalagi Melan yang membawa banyak sheets masker untuk dirinya dan untuk diberikan kepada teman teman arisannya. Sedangkan Edward ia hanya membawa koper kecil. Itu pun saat ia bawa ke Korea tidak penuh tetapi pas kembali penuh karena jika ia berpegian keluar negeri, ia tak banyak membawa baju, malah ia akan membeli baju disana untuk dipakainya dan dibawa pulang ke Indo.
" Mi, Pi, Edward ke kamar dulu." kata Edward saat sampai di ruang tamu.
Kevin dan Melan tak menghiraukannya. Mereka lebih asik membongkar barang bawaannya dan mencuekkan anaknya.
Merasa dicueki, Edward langsung berjalan ke atas dengan membawa koper kecilnya ke dalam kamar. Ia sangat bahagia bisa melamar Lizzy di atas Namsan Tower karena itu adalah salah satu keinginan seorang perempuan yang sangat dicintainya itu. Edward bangga telah melamar Lizzy dan menjadikan Lizzy sebagai tunangan alias calon istrinya sekarang.
Edward sangat lelah karena perjalanan jauh ini, ia pun mandi dan berendam selama 1 jam karena bagi Edward, berendam dengan air panas di bathup dapat meredakan lelah ditubuhnya dan juga stress yang ia rasakan. Lalu ia pun keluar dari kamar mandi dan mengecek ponselnya. Terdapat pesan dalam ponselnya yang tak lain adalah pesan dari Lizzy yang berpamit bahwa ia akan segera tidur karena sangat lelah. Edward pun menyusul Lizzy untuk tidur juga setelah mandi.
############################
Pagi harinya, Lizzy bangun kesiangan pada pukul 8 pagi. Ia masih mengumpulkan nyawanya dan masih bermalas malasan di kamar. Tak ada pergerakan untuk ke kamar mandi. Hingga terdengar suara ketokkan pintu.
tok tok tok
" Zy ini mama." ucap Winny.
" Ia mah bentar." saut Lizzy sambil menghampiri pintu dengan bermalas malasan.
ceklek pintu terbuka.
" Hmm? Mama dah rapi gini mau kemana?" tanya Lizzy.
" Mama mau nemenin papa ketemu investor sayang sepertinya sampai malam. Kamu gapapa kan sendirian di rumah?" kata Winny.
" Emm iya gapapa kok mah." saut Lizzy.
" Kalau mau makan minta masakin sama bibi aja ya." suruh Winny.
" Iya mamaku sayang." jawab Lizzy.
" Yaudah mama mau berangkat sekarang. Dah sayang." pamit Winny dan mencium pipi Lizzy serta turun ke bawah.
" Zy, papa berangkat dulu." teriak Randy dari bawah balkon.
" Iya pah hati hati." saut Lizzy dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
Lizzy pun duduk di kasurnya dengan membawa laptop, ia mempelajari kembali hal hal mengenai proses operasi bedah dengan masih berbalut piyama.
#########################
Jam menunjukkan jam 11 siang.
Gerbang pintu rumah keluarga Surya Atmaja terbuka dan masuklah sebuah mobil yang ternyata adalah Edward. Edward masuk ke dalam rumah Surya Atmaja.
" Selamat datang tuan." sapa pelayan.
" Terimakasih, mama papa ada bi?" tanya Edward.
" Tuan dan nyonya lagi perjalanan bisnis, tuan dan katanya pulang malam." saut pelayan.
" Kalau Lizzy ada bi?" tanya Edward lagi.
" Ada tuan dikamarnya, dari tadi pagi bibi lihat belum turun ke bawah." saut pelayan.
" Oh baiklah aku akan ke kamarnya. Terimakasih bi." kata Edward.
" Iya sama sama tuan." jawab pelayan.
__ADS_1
Edward naik ke atas menuju kamar Lizzy dan mengetuknya.
tok tok tok
Lizzy tak menghiraukannya. Karena dipikirnya adalah bibi pelayan yang menyuruhnya makan. Ia belum ingin makan. Dan melanjutkan aktivitasnya yaitu menonton video pembedahan.
Edward merasa tak ada jawaban dan mengetuknya kembali.
tok tok tok masih tak ada jawaban, Edward pun membuka pintu kamar Lizzy.
ceklek.
Lizzy menoleh saat pintu terdengar terbuka.
" Edward?" tanya Lizzy dengan kaget. Ia pun langsung memberhentikan video yang di tontonnya itu dan menghampiri Edward yang berada di depan pintu kamar Lizzy dengan tatapan sinisnya.
" Kamu baru bangun? Kebo banget." ketus Edward.
" Enak aja kebo. Aku dah bangun dari tadi jangan sok tau deh." jawab Lizzy.
" Ah kata bibi kamu gak turun dari tadi ke bawah." kata Edward.
" Aku emang gak turun ke bawah karena males." kata Lizzy.
" Belum sarapan?" tanya Edward.
" Belum lapar aku." jawab Lizzy.
" Suruh masuk dulu kek apa gt." kata Edward.
" Ya masuk aja." kata Lizzy sambil berjalan masuk ke kamarnya dan membawa laptopnya ke meja kerja Lizzy.
" Kamar kamu bagus Yang. Rapih lagi." kata Edward.
" Makasih, aku yang rawat jadinya bagus lah." jawab Lizzy.
" Kamu lagi nonton apaan sih tadi? Seru banget." tanya Edward.
" Aku nonton video operasi. Mau nonton?" tanya Lizzy balas.
" Ah gak deh makasih." kata Edward.
" Hahaha kenapa deh kamu? Kamu kan juga dokter sayang." kata Lizzy dengan tertawa.
" Iya aku dokter tapi bukan dokter bedah. Eh tunggu tadi kamu panggil aku apa?" tanya Edward.
" Apa?" tanya balik Lizzy.
" Yang mana? Edward? Wat?" jawab Lizzy.
" Bukannn.. Tadi kamu panggil aku sayang." kata Edward.
" Ohh kenapa emang?" tanya Lizzy.
" Panggil aku kaya gitu lagi dong." pinta Edward.
" Pengennya. Gak mau ah." jawab Lizzy.
" Yaudah.." jawab Edward dengan marah.
Lizzy mendiamkan hal itu.
" Yang, makan yuk laper." ajak Edward.
" Yuk, aku suruh bibi masak dulu ya." kata Lizzy.
" Makan di luar aja yuk. Di resto dulu kamu kerja." jawab Edward.
" Tirai Bamboo?" tanya Lizzy.
" Iyaa." saut Edward.
" Yaudah aku mandi dulu. Kamu tunggu di bawah sana." kata Lizzy.
" Disini aja ya." pinta Edward.
" Tunggu di luar atau makan dibawah?" tanya Lizzy dengan tatapan sinis kepada Edward.
" Iya iya aku keluar." kata Edward yang langsung keluar kamar Lizzy.
" Kok gw jadi takut sama dia ya? Waduh gawat!" kata Edward saat diluar kamar Lizzy.
Lizzy pun mandi dan bersiap siap dengan pakaian santainya yang memakai celana pendek putih dan juga baju kaos berwarna hitam serta dengan sendal jepit dan membawa dompet serta ponselnya. Setelah selesai, Lizzy langsung turun ke bawah dan menghampiri Edward.
" Ya ampun sayang. Kamu tuh ya kalau mau keluar rumah jangan pake celana pendek. Paha ayam aja bayar masa paha kamu gratis?" ucap Edward dengan marah.
" Gerah Wat. Kamu juga cuma pake kaos sama celana pendek. Udah sih aku ini yang pake kenapa kamu yang sewot?" tanya Lizzy.
__ADS_1
" Aku mah cowo Zy. Aku calon suami kamu, aku berhak ngatur kamu." kata Edward.
" Masih calon belom sah jadi suami." jawab Lizzy dengan sinis.
" Yaudah lah gimana kamu aja." ucap Edward langsung masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu mobil dengan dibanting.
" Jih? Marah?" ucap Lizzy bingung dan menyusul Edward untuk masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan mereka hanya diam satu sama lain. Akhirnya mereka pun tiba di Resto Tirai Bamboo setelah Edward memberhentikan mobilnya, Lizzy langsung turun dari mobil dengan membawa dompet dan ponselnya. Sementara Edward memakirkan mobil dulu.
" Hallo mantan pegawai TB." sapa Felix.
" Hahahaha hallo." jawab Lizzy.
" Gimana kabar lu sekarang Liz?" tanya Felix.
" Baik koq. Si boss gimana nih?" kata Lizzy.
" Sama gw juga. Hahaha. Gimana sekarang kuliah lu?" tanya Felix lagi.
" Dah lulus dong masa kuliah mulu." jawab Lizzy.
" Wah, jadi udah jadi dokter dong?" kata Felix.
" Udah jadi profesor boss hahaha udah jadi pemilik rumah sakit juga." saut Lizzy.
" Widih sombong nyaaa udah jadi pemilik RS sama Profesor jadi udah gak main main ke sini lagi ya?" kata Felix.
" Bukannya sombong, kemarin2 kan ada di luar, and sibuk gw sekarang." jawab Lizzy.
" Hmm so sibuk lo hahahhaa dateng sama siapa ke sini?" tanya Felix.
" Felix?" sapa Edward yang tiba tiba datang.
" Widih Edward? Apa kabar bro?" tanya Felix.
Lizzy melihat hal tersebut jadi bingung ternyata Edward mengenal Felix.
" Baik lah bro, lu apa kabar Lix?" saut Edward.
" Gw juga baik baik aja. Dah lama banget loh kita gak ketemu? Terakhir ketemu pas kelulusan SMA." kata Felix.
" Iya, untung gw masih inget elu ya hahaha." ucap Edward.
" Wah sialan lo kalo gak inget sama gw mah." jawab Felix.
" Ternyata nih resto yang punya elu?" tanya Edward.
" Iya dong, dari lulus SMA bokap nyokap udh ngasih modal buat gw. Oh iya lu dateng sama siapa?" tanya Felix sambil menengok ke arah belakang Edward.
" Tuh gw dateng sama yg di depan." jawab Edward.
Felix pun melihat ke arah Lizzy yang sedang memperhatikan mereka dari tadi.
" Oh sorry Liz, lupa gw seketika kalo ada temen gw. hahaha" kata Felix.
" Gpp kok selow aja." jawab Lizzy.
" Kalian saling kenal? Lizzy siapa lu Wat?" tanya Felix.
" Ya kenal dong.. Dia calon istri gw." jawab Edward.
" Wadidaw ternyata dunia sempit ya hahahaha. Asal lo tau aja sih Liz. Si Edward ini sepupu gw." kata Felix.
" Ohh sepupuan." kata Lizzy.
" Yoi. Mirip kan muka kita juga?" ledek Felix.
" Cakepan gw kali." pd Edward.
" Cakepan Edward lah gimana sih hahaha." canda Lizzy.
" Ya calon laki lu makanya dibilang cakepan dia hahahahhaa. Dah duduk gih sana mau makan apa?" tanya Felix.
" Gw mau liat menunya dulu kali. Gimana sih lo." kata Edward.
" Hahahhaa ok ok bro. Santai." jawab Felix.
Lalu mereka pun memesan makanan dan makan makanan tersebut. Setelah selesai, Edward bertanya pada Lizzy.
" Mau ke Ancol gak Yang?" tanya Edward.
" Boleh. Tapi panas. Aku gak bawa sunblock." jawab Lizzy.
" Ntar beli aja." kata Edward.
" Ok." jawab Lizzy lagi.
__ADS_1
Merekapun membayar makanan di Resto Tirai Bamboo dan berpamitan dengan Felix. Lalu mereka langsung pergi dari tempat itu.
*** Selamat membaca para kawanku ❤❤ Semoga kalian suka ya sama part ini.. kalau suka jangan lupa dukung aku dengan klik LIKE AND COMMENTS nya. Terimakasih untuk kalian semua yang sudah menyempatkan waktunya membaca novel ini. I love you all 😊😘❤ ***