Story Of Life

Story Of Life
Terkejut


__ADS_3

1 hari sebelum pertemuan kedua keluarga yang akan menjodohkan anak mereka adalah hari jumat.


Hari jumat ini, para dokter dari semua departemen akan makan bersama didepan cafe rumah sakit. Sandra yang telah lulus terlebih dahulu tanpa mengambil spesialis pun bekerja di Rumah Sakit Harapan sebagai dokter umum. Lizzy sangat disegani oleh banyak karyawannya termasuk sesama rekan dokternya karena ia adalah CEO, Direktur, dan juga kepala dari segala divisi di rumah sakit ini. Sebenarnya, Lizzy sangat canggung dengan perlakuan mereka semuanya terhadap Lizzy, tetapi Lizzy tak pernah menunjukkan bahwa dia adalah atasan dan pemilik rumah sakit ini. Lizzy selalu tersenyum kepada siapapun, namun karena para dokter yang lain segan terhadap Lizzy, Lizzy hanya dekat dengan beberapa orang saja termasuk Sandra dan William.


Para dokter telah memenuhi cafe depan rumah sakit dan juga telah disewa untuk makan siang para dokter RSH. Saat sedang makan bersama Sandra dan William, Lizzy melihat ada sosok yang tak asing baginya sedang memesan makanan di cafe tersebut. Lizzy pun beranjak dari tempatnya dan mendekati orang tersebut, namun, orang tersebut telah keluar dari cafe dengan membawa makanan yang ia beli di cafe tersebut dan pergi dengan mobilnya. Sosok yang tak asing bagi Lizzy adalah Edward. Ternyata Lizzy dan Edward ada dikota yang sama. Lizzy pun tak habis pikir dengan Edward kenapa ia melupakan Lizzy tanpa kata kata apapun.


Setelah makan siang tersebut, Lizzy pulang lebih cepat karena ia sudah tak fokus untuk bekerja karena Edward. Sesampainya dirumah, Lizzy langsung beristirshat.


###########################


Hari pertemuan.


Pukul 4.30 Lizzy dibangunkan lewat sebuah panggilan dari ponselnya.


" Halo." kata Lizzy.


" Halo, dok, maaf ganggu ini ada pasien yang kecelakaan dan harus segera dioperasi." kata seorang suster dari seberang sana.


" Jam berapa mulai operasinya?" tanya Lizzy.


" Jam 6 dok. Kondisi pasien sudah sangat gawat, ia harus segera dioperasi." kata suster.


" Baiklah, saya akan kesana sebentar lagi. Bilang pada dokter William untuk membantu saya." kata Lizzy.


" Baik dok." ucap suster tersebut.


Lizzy langsung segera ke kamar mandi dan menkeramas rambutnya karena ia takut akan mencemari ruang operasi nantinya. Setelah selesai, Lizzy langsung bersiap dengan blouse serta celana jeans dan sneakers putihnya untuk segera ke RSH. Lizzy menggunakan pakaian itu karena nantinya juga ia akan ganti memakai baju operasi ketika dirumah sakit. Ia menulis note untuk orang tuanya yang masih tertidur.


Mah, pah, maaf Lizzy gak pamit pergi, karena ada hal yang darurat. Lizzy harus mengoperasi pasien Lizzy. Dan bila nanti rekan papa datang, sampaikan maaf Lizzy pada dirinya karena mungkin Lizzy tak bisa menemuinya. Lizzy akan berusaha untuk pulang siang ini setelah habis operasi.


Salam sayang - Lizzy -


Itulah yang Lizzy tulis. Setelah menulis itu, Lizzy langsung berangkat ke rumah sakit dengan mobilnya. Ia tiba pada pukul 5.30 di RSH karena masih pagi jadi jalanan lumayan lancar. Lizzy segera berganti pakaian dengan menggunakan pakaian operasi dan menemui dokter William yang juga langsung datang setelah menerima telepon. Memang hari ini adalah jadwal libur dokter spesialis, namun, karena pasien adalah prioritas seorang dokter, mereka harus siap siaga setiap saat.


Jam 6 Lizzy dan William mulai memasuki ruang operasi dan berkutik dengan pasien selama 8 jam. Syukurlah operasi pertama Lizzy berhasil dengan dibantu oleh dokter William. William bagi Lizzy adalah sahabatnya. Namun berbeda dengan William, William menyimpan rasa kepada Lizzy. Tetapi, William tak berani menyampaikannya kepada Lizzy.


Sudah jam 2 siang, Lizzy segera berganti pakaian kembali dan pulang menuju ke rumahnya.


#############################


Dilain sisi, Keluarga Wang telah tiba di rumah keluarga Surya Atmaja. Winny dan Randy menyambut Melan dan Kevin.


" Selamat datang dirumah kami. Silahkan masuk." sambut Randy.


" Terimakasih." saut Kevin sambil berjalan masuk ke dalam.


" Mana anakmu Vin?" tanya Randy.


" Dia sedang membeli sesuatu dulu katanya, entar dia akan menyusul." jawab Kevin.


" Mana anakmu Win?" tanya Melan


" Maaf anakku ada operasi di RS. Jadi dia harus pergi tadi pagi. Tapi dia akan mengusahakan kembali sebentar lagi." jawab Winny.


################


Edward pergi ke cafe langganannya untuk sekedar meminum coffee. Setelah membeli coffee dan meminumnya di cafe tersebut, ia langsung pergi ke rumah Surya Atmaja. Alamat tersebut dikasih oleh papinya. Dan tak lama kemudian Edward pun tiba.


" Permisi." panggil Edward di depan pintu.


" Masuklah Wat, mami papi ada didalam sini." saut Melan dari dalam setelah mendengar ucapan anaknya tersebut.


Namun, Edward terkejut setelah melihat Winny dan Randy.

__ADS_1


" Om? Tante?" tanya Edward.


" Loh kamu?" kata Winny dengan tatapan kaget kepada Edward.


" Ini anakku Edward. Kalian sudah saling mengenal?" tanya Melan.


" Ini adalah pacar anakku Lizzy, Mel. Aku bertemu dengannya saat wisuda Lizzy dan wisuda S2 dia." ucap Winny


" Hah? Jadi pacarmu itu anak Winny dan Randy, Wat?" tanya Melan lagi.


" Iya mi, pacar Edward namanya Lizzy dan dia anak dari tante dan om ini." saut Edward.


" Wahhh gak nyangka aku takdir akan seperti ini." kata Kevin.


" Kalau tau aku mau dijodohin sama Lizzy mah gak usah sampe masuk rumah sakit pas saat dulu mi,pi." kata Edward sinis kepada Melan dan Kevin.


" Kenapa kamu sampai masuk rumah sakit nak?" tanya Randy.


" Dia cinta mati sama pacarnya itu Rand, sampai gak mau buat ku jodohkan dengan anakmu yang ternyata adalah orang yang sama." jawab Kevin.


" Astaga sampai segitunya kamu mencintai Lizzy?" tanya Randy.


" Iya om, soalnya Lizzy adalah orang yang sangat berarti untuk saya." jawab Edward.


" Panggil papa dan mama saja seperti Lizzy memanggil kami." kata Randy.


" Iya om siap. Eh maksudnya pah." kata Edward.


Tak lama, Lizzy datang dengan mobilnya menuju ke dalan rumah. Di perkarangan rumahnya, ia bingung melihat ada 2 mobil asing. Menurutnya mobil yang 1 seperti mobil yang ia lihat kemarin saat melihat seseorang yang mirip Edward keluar dari cafe. Namun, Lizzy tak mau ambil pusing, ia langsung segera masuk karena ia mengetahui bahwa keluarga teman papa nya sudah datang.


" Mah, pah, aku pulang." ucap Lizzy sambil masuk ke dalam rumah.


Alangkah terkejutnya Lizzy melihat Edward ada dirumahnya.


" Nak, kenalkan dulu ini adalah Kevin dan Melan temen papa." kata Randy.


" Halo, Zy. Kita pernah ketemu kan dulu di resto saat makan bareng sama Winny?" jawab Kevin. Lizzy pun mengingat kejadian itu dan menyalami Kevin dan Melan.


" Wah jadi kita gak usah repot repot mengenalkan mereka berdua ya, kan mereka sudah saling kenal, bahkan sangat mengenal." kata Melan.


" Maksudnya tan?" tanya Lizzy.


" Panggil saja mami, kalian yang akan dijodohkan. Dan ternyata, kalian berdua telah berpacaran kan?" jawab Melan.


" Tunggu dulu. Mah, aku masih gak ngerti ini maksudnya apaan." kata Lizzy kepada Winny.


" Sayang, kamu tau kan kalau kamu akan dijodohkan dengan anak teman papa? Nah anak teman papa kamu ini Edward. Tak nyangka mama ternyata Edward adalah yang akan dijodohkan sama kamu." jelas Winny.


" Iya iya aku ngerti sekarang. Sekarang sudah saling kenal kan kita? Maaf semuanya. Aku ke kamar dulu, soalnya cape abis operasi. Permisi." kata Lizzy dan langsung naik ke kamarnya.


" Ada apa dengan kalian berdua? Tak biasanya Lizzy seperti itu." tanya Randy.


" Maaf pah, boleh saya menyusul Lizzy untuk berbicara dengannya?" Tanya Edward tanpa menjawab pertanyaan Randy.


" Silahkan." jawab Randy.


Edward pun berjalan menuju kamar Lizzy.


tok tok tok


" Zy, boleh aku masuk?" tanya Edward.


" Masuklah." jawab Lizzy yang sedang duduk di pinggir kasurnya sambil menangis.

__ADS_1


Edward pun masuk ke kamar Lizzy dan melihat Lizzy yang sedang menangis.


" Sayang, kamu kenapa nangis?" tanya Edward.


" Jangan panggil aku sayang. Kamu anggap apa hubungan kita selama ini?" bentak Lizzy.


" Maaf Zy, aku ada alasan dibalik semua ini. Aku mau ngomong, aku mohon dengerin aku." kata Edward.


" Bicaralah, akan ku dengarkan." saut Lizzy.


Edward menceritakan segalanya mulai dari alasan dirinya pulang ke Indonesia 6 bulan lalu, dirinya yang masuk ke rumah sakit karena tidak mau dijodohkan dengan orang lain, dan juga beberapa bulan ini ia telah menjadi CEO dari perusahaan terkenal.


" Aku nunggu kabar kamu Wat. Apakah kamu tau hal itu?" tanya Lizzy.


" Aku tau Zy. Aku juga bahkan selalu mengingat kamu. Bahkan tujuan ku membuka bisnis adalah untuk menikahi kamu Zy." jawab Edward.


" Kalau kamu memikirkan aku, kenapa kamu mau menerima perjodohan ini?" tanya Lizzy.


" Aku belum bilang menerima perjodohan ini loh. Aku hanya ingin mengenal orang yang akan dijodohkan denganku Zy. Aku hanya mencintai kamu seorang. Kamu juga kenapa mau?" tanya balik Edward.


" Aku cape digantung terus sama kamu. Bahkan kamu pun gak berusaha untuk tau kabarku kan?" kata Lizzy.


" Maafin aku Zy. Aku gak tau kamu dari keluarga mana Zy. Bahkan aku juga gatau kalau nama belakang kamu adalah Surya Atmaja. Maafin aku Zy. Please. Aku cuma cinta sama kamu." kata Edward.


" Aku gak mau di pandang karena nama keluargaku. Aku anak angkat dikeluarga ini, dan hidupku semua berkat kedua orang tuaku sekarang." ujar Lizzy.


" Ayolah Zy, maafin aku. Aku sayangnya sama kamu doang. Aku nyaman sama kamu, kamu adalah hidupku Zy." kata Edward.


" Bullshit Wat." saut Lizzy.


" Beneran sayang, kalau kamu gak percaya tanya Dave. Dia saksi aku selama ini." jawab Edward.


" Apa kamu tau kemarin aku ngeliat kamu di cafe dpan rumah sakitku?" tanya Lizzy.


" Rumah sakitmu? Maksudnya?" tanya balik Edward.


" Aku membuka rumah sakit Wat, kamu tidak tau hal itu kan? Kamu juga gatau kalau aku dapat gelar profesor kan?" kata Lizzy.


" Maafin aku yang terlalu lama ninggalin kamu, dan gak tau apa apa tentang kamu. Aku nyesel sayang. Kita mulai dari awal lagi ya?" tanya Edward.


" Gimana bisa mulai dari awal lagi, orang aku aja masih status pacar kamu." kata Lizzy yang membuat Edward kaget.


" Maksudnya kamu masih jadi pacar aku sekarang?" tanya Edward.


" Sejak kapan kita putus? Emang pernah terucap bahwa kita putus?" tanya Lizzy balik.


" Enggak. Kamu gak marah sama aku?" tanya Edward lagi.


" Marah banget banget aku sama sikap kamu. Tapi aku juga gak bisa bohongin diri aku sendiri yang masih sangat cinta dan sayang sama kamu." kata Lizzy.


" Jadi kamu setuju kalau kita dijodohin?" tanya Edward.


" Heem." jawab Lizzy sambil menganggukkan kepalanya.


" Yes brarti kita nikah dong bentar lagi?" kata Edward.


" Gak, kakak ku aja belum nikah. Aku gak mau ngelangkah dia. Lagian sejak kapan kamu ngelamar aku?" jawab Lizzy.


" Ok hahaha. Mau aku lamar sekarang juga?" tanya Edward.


" Aneh aneh aja deh kamu. Jangan sekarang, belum siap aku." kata Lizzy.


Kedua keluarga pun akhirnya setuju dan merestui hubungan mereka berdua dan segera hal itu diketahui publik.

__ADS_1


*** Selamat membaca kawan... Aku harap kalian suka ya sama ceritanya.. Jangan lupa klik LIKE AND COMMENT nya yaa.. Terimakasih telah menyempatkan waktu kalian untuk membaca novelku ini. Happy reading guys 😊😘❤ ***


__ADS_2