
Setelah berakhirnya resepsi pernikahan, Edward berpamitan kepada keluarga.
" Mami, papi, mama, papa, aku pulang duluan ya, cape banget ini." pamit Edward.
" Ya sudah kalian pulang duluan aja. Biar sisanya kami yang urus." saut mami Melan.
" Maaf ya mi, jadi ngerepotin." kata Lizzy.
" Gak papa kok sayang, tuh si Edward udah pengen cepet cepet pulang aja." jawab mami Melan.
" Tau tuh, pengantin baru gitu mi. Kita yang udah tua gini harus ngertiin mereka lah." timpal papi Kevin.
" Mau aku sah kan mi, jangan hanya secara hubungan aja. Takut di ambil orang." ledek Edward.
" Kamu tuh ya sembarangan aja! Aku ini udah resmi jadi istri kamu, masih aja cemburuan." omel Lizzy yang malu dengan omongan Edward di depan keluarganya itu, sambil memukul lengan Edward.
" Yah kan tadi mami liat sendiri anaknya tante Gina kaya gimana." sindir Edward.
*FLASHBACK*
Ketika resepsi, Yohan datang bersama keluarganya. Orang tua Yohan mendekat ke arah pengantin dan memberikan ucapan selamat. Yohan pun ikut dibelakang orang tuanya, dan setelah itu, giliran ia yang memberikan ucapan selamat kepada pengantin.
" Woi, ga ada kabar setelah sekian lama, taunya pas sekalinya ada kabar nikah sama Lizzy. Selamat ya Wat. Semoga selalu bersama sampai akhir hayat." ucap Yohan.
" Amin. Thanks ya bro. Lu juga kemana aja ga ada kabar hahaha entar gw cari lu deh, kita ngobrol lagi dibawah." kata Edward.
" Oke jangan lupa." saut Yohan.
Sekarang Yohan bergeser ke arah Lizzy.
" Hai cantik. Selamat ya atas pernikahannya." ucap Yohan yang langsung memeluk Lizzy. Lizzy terkejut mendapat perlakuan itu dari Yohan. Memang Yohan adalah sahabat Lizzy tetapi ia tidak pernah skinship dengan Yohan.
Edward yang melihat istrinya dipeluk oleh sahabatnya pun lantas langsung menyadarkan Yohan atas apa yang telah dilakukannya.
__ADS_1
" WOI istri gw tuh! Se enak jidat lo aja main peluk istri orang." omel Edward.
" Selow Wat ya ampun. Cuma gw ikut bahagia atas pernikahan kalian." saut Yohan.
" Bahagia sih bahagia, tapi itu bini gw jangan dipeluk peluk kaya gitu." kata Edward yang masih marah dengan sikap Yohan.
" Emm Yo, thank you atas ucapannya. Maaf bisa kita omongin ini nanti dibawah aja? Masih banyak antrian tuh." kata Lizzy yang sadar dengan keadaan.
" Ok lah. Aku tunggu kamu dibawah ya cantik." pamit Yohan yang dijawab dengan anggukkan oleh Lizzy.
Setelah Yohan pergi ke mejanya, Lizzy pun berbisik kepada Edward.
" Wat, kamu jangan marah ya, nanti kita jelasin ini bareng bareng. Aku gamau kamu salah paham sm aku." kata Lizzy.
Edward pun hanya mengangguk.
Lizzy paham dari wajah Edward sangat terlihat bahwa ia cemburu.
################
" Yo, duduk sini." suruh Edward.
Yohan pun mendekat. Edward menarikkan sebuah kursi untuk Lizzy duduk.
" Yohan, maaf banget bukannya aku mau menyinggung perasaan kamu, aku mau bicara jujur sama kamu. Aku berterimakasih sama kamu karna kamu udah mau jadi sahabat aku selama ini. Aku bersyukur punya sahabat seperti kamu. Thank you juga sudah datang ke acara hari paling berharga bagi hidupku. Tapi aku ga suka kamu peluk aku kaya tadi. Aku udah menyandang status sebagai istri orang Yo." jelas Lizzy.
" Aku minta maaf kalau aku buat kamu jadi ga nyaman dengan perlakuan aku tadi. Tapi aku hanya kecewa aja, aku suka sama kamu dari sejak pertama ketemu kamu di pesta itu. Aku bingung kenapa kamu menjauh dari aku. Aku pikir kamu butuh waktu, dan aku baru tau kalau kamu udah nikah sama si kunyuk ini." terang Yohan.
" Kunyuk kunyuk pala lu. Suka dari dulu kenapa ga lu resmiin dari dulu? Keselip sama gw lu malah kecewa sekarang." kata Edward.
" Lu mau kasih kesempatan buat gw bisa deket lagi sama Lizzy ga?" tanya Yohan.
Entah Yohan sedang bercanda atau bagaimana Edward pun tidak tau dan bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Yohan.
__ADS_1
" Heh brengsek. Lizzy itu udah jadi istri gw. Gw cinta dan sayang sama dia. Seenaknya aja lu ngomong kasih buat lu." jawab Edward dengan suara yang lumayan keras karena tak bisa menahan amarahnya.
" Sayang. Kamu diam dulu ya. Jangan emosi."
" Yohan. Kamu tuh apa apaan sih ngomong kaya gitu. Aku sekarang istrinya Edward. Baru juga aku nikah, kamu dengan sangat mudah ngomong kaya gitu. Aku ga mau ketemu kamu lagi Yohan!" ancam Lizzy.
" Aku bercanda Liz. Maaf deh. Tapi aku beneran suka sama kamu." saut Yohan.
" Ga pantas ngomong ke orang yang sudah bersuami seperti itu." sinis Lizzy.
" Yaudah maaf deh atas semuanya. Tapi aku harap kita masih temenan kan Liz? Bro sorry gw udah bikin lu marah." kata Yohan.
" Ya ga sih fine fine aja. Cuma jangan pernah lu jadi penghalang rumah tangga gw. Kalau sampai kejadian, abis lu sama gw." ancam Edward.
" Aku maafin kamu Yo, aku juga masih mau temenan sama kamu. Aku setuju sama Edward dan saat ini aku mau kamu jangan temui aku dulu. Permisi dan terimakasih atas waktunya." pamit Lizzy yang langsung bangkit berdiri dan mendekat ke arah keluarganya.
" Denger tuh kata istri gw. Gw juga permisi dulu ya bro. Bye." pamit Edward.
*FLASHBACK OFF*
" Ya sudah sana duluan saja. Ga papa kok nak." ucap Mama Winny.
" Ok, semuanya, kami duluan ya." pamit Lizzy.
" Semuanya kami duluan, permisi." pamit Edward.
Mereka pun berjalan menuju ke arah depan.
" Sayang, kamu tunggu di lobby hotel aja ya, aku ke parkiran sebentar ambil mobil. Ga lama kok." ucap Edward.
" Ok hati hati sayang." saut Lizzy.
Edward pun berjalan ke arah parkiran, tempat mobil Edward terparkir disana.
__ADS_1
to be continue