
Setelah mama Winny keluar, Lizzy yang berada di kamar inap menatap bingung dengan ini semua.
" Mama Winny adalah ibu yang aku tolong kemarin, dan kenapa aku ada disini ya? Kemarin setelah aku dikeroyok preman aku gak bisa inget apa apa lagi. Awwhhh kepalaku jadi sakit. Sebenarnya apa yang telah terjadi?" gumam Lizzy dalam hati dan pikirannya.
Tak lama, Felix dan karyawan resto Tirai Bamboo datang menjenguk Lizzy.
" Permisi." ucap Felix sambil berjalan masuk dengan pintu yang tak tertutup
" Boss Felix? Tau dari mana boss saya dirawat?" tanya Lizzy.
" Tadi gw nelpon lu kenapa gak masuk kerja, tapi mama lu yang angkat." saut Felix.
" Oh gituuu.. Duduk boss silahkan." saut Lizzy.
" Gimana keadaan lu Liz?" kata Felix.
" Yah aku sih udah ngerasa baikkan boss tapi pusing dikepala ku itu masih muncul tiba tiba." jelas Lizzy.
" Emang gara gara nya gimana sampe lu bisa di rumah sakit?" tanya Felix.
" Aku juga gak inget bos, seingetku sih aku nolongin ibu ibu yang di palak dengan kekerasan sama preman jalanan, aku niat nolongin tapi malah aku dikeroyok karena nantangin mereka, setelah itu aku gak inget lagi." jawab Lizzy.
" Lu sih sok jagoan banget pake acara nantangin preman segala. Lu tuh cewek ya pasti kalah lah sama preman preman gt apalagi lu sendiri mereka banyakan. Niat lu sih udah baik Liz mau nolongin orang, tapi caranya yang salah. Untung lu ketemu mama lu di jalan coba kalo enggak udah mati lu bisa bisa." oceh Felix.
" Hahaha iya iya boss. Tuhan masih melindungi aku dari segala bahaya yang terjadi sama aku." ucap Lizzy.
" Bahkan boss Felix aja bilang kalau mama Winny adalah mama ku, aku gak tau betul siapa mama Winny sebenarnya, dan kenapa dia anggap aku sebagai anak kandungnya hanya karena aku menolong dia saat kejadian itu. Dan bahkan aku juga gak menolong beliau saat itu malah aku yang di tolong." batin Lizzy.
__ADS_1
Mama Winny pun masuk ke kamar Lizzy.
" Sayang, maaf ya mama lama. Oh ada tamu..." ucap Mama Winny kepada para tamu.
" Iya mah gapapa. Oh iya ini boss aku mah dia pemilik Resto Tirai Bamboo." terang Lizzy kepada Mama Winny.
" Nama saya Felix tante yang tadi nelepon Lizzy." ujar Felix.
" Oh iya, saya mamanya Lizzy." saut mama Winny
" Emm Tante, Lizzy maaf ya saya dan yang lainnya gak bisa lama lama soalnya harus buka resto lagi. Saya pamit dulu, permisi." pamit Felix.
" Oh iya gapapa boss makasih banget udah dijengukin. Maaf yaa ngerepotin." jawab Lizzy.
" Iya gapapa koq nak Felix. Makasih yaa nak Felix dan yang lainnya udah jengukin Lizzy. Hati hati dijalan." kata mama Winny
Felix dan karyawan lain pun pulang setelah berpamit. Hanya tersisa Lizzy dan mama Winny di kamar itu.
" Tentu sayang." saut Winny.
" Mah, apakah mama yakin mau mengangkat aku sebagai anak mama? Aku gapapa mah, mama jangan merasa gak enak karena aku menolong mama dan mama membalas budi, aku ingin menjelaskan bahkan aku sama sekali tidak menolong mama, dan mama yang menolong hidupku dengan merawatku di rumah sakit ini." jawab Lizzy sambil menangis.
" Jangan nangis Zy sayang, mama yakin mau menganggap kamu sebagai anak bukan karena perbuatan baikmu terhadap mama, tetapi mama melihat kebaikkan hatimu dan kepribadianmu yang mandiri sayang, makanya mama mau menganggap kamu sebagai anak mama dan papa Randy." ujar Winny.
" Baiklah terimakasih mah sudah menganggapku sebagai anakmu." kata Lizzy sambil memeluk Winny.
" Sayangilah kami seperti kamu menyayangi orang tua kandungmu nak. Dan mama janji akan berusaha untuk menjaga dan melindungi mu seperti anak mama sendiri. Mama merasa bersyukur akhirnya bisa memiliki anak Zy. Mama tadinya tidak memiliki anak." ucap Winny
__ADS_1
" Iya mah aku akan menyayangi mama dan papa seperti ortuku sendiri. Apakah mama tidak memiliki anak kandung?" tanya Lizzy.
" Tidak nak, mama mandul jadi tidah punya anak kandung tapi sekarang mama sudah menjadi mama yang utuh dengan anak mama yang bernama Lizzy." ujar Winny.
" Maaf mah aku ga tau, maaf sudah buat mama sedih teringat dengan hal itu." kata Lizzy.
" Tak apa apa sayang. Sudah sekarang kamu istirahat dulu jangan terlalu banyak pikiran yaa." ucap Winny sambil membelai kepala anaknya.
" Iya mah" saut Lizzy yang kembali tidur di ranjang khususnya.
Setelah 7 hari dirawat di rumah sakit, Lizzy pun diperbolehkan pulang dengan kepala yang masih ada luka di keningnya. Dokter tak membalut luka itu agar lebih cepat kering. Setelah memerika keadaan terakhir Lizzy dokter keluar dari ruangan.
" Zy, kamu pulang kerumah papa mama ya? Mulai sekarang kamu tinggal dirumah kami." ujar Randy.
" Tapi pah, Lizzy kan tinggal dikosan dan besok sudah mulai kerja." saut Lizzy.
" Kamu sekarang sudah punya kita sebagai orang tua mu sayang, jadi kamu adalah anak kami dan juga tinggal dirumah kami. Mama mohon ya sayang." kata Winny.
" Baiklah mah, tetapi Lizzy harus ke kosan dulu untuk membereskan barang barang Lizzy." kata Lizzy.
" Itu gak perlu Zy, papa udah suruh pelayan di rumah untuk ke kosan kamu mengambil dan membereskan barang mu serta membawanya ke rumah kami." kata Randy.
" Maaf pah ngerepotin. Seharusnya aku saja yang kesana sendiri." kata Lizzy dengan menundukkan kepala.
" Sama sekali gak ngerepotin kok Zy, barang barang kamu udah di rumah, yuk kita pulang." ajak Randy.
Randy dan Winny memegang tangan Lizzy yang masih lemas karena terlalu sering tiduran dan duduk selama di rumah sakit. Barang barang Lizzy selama di rumah sakit pun dibawa pelayan dari keluarga Surya Atmaja.
__ADS_1
Setelah sampai di perkarangan rumah keluarga Surya Atmaja, Lizzy terkejut karena rumahnya begitu besar.
*** Hope you guys like it. And happy reading guys. Maaf yaa part Edwardnya di skip dulu, karena tokoh yang berperan sangat aktifnya adalah kehidupan Lizzy. Thank you for read this novel. See you again readers 😊😘❤ ****