
Lizzy dan Edward pun masuk ke sebuah Baby Shop di mall tersebut. Ia pun melihat lihat perlengkapan bayi disana.
" Yang ini lucu loh." ucap Edward dengan menunjuk salah satu baju bayi.
" Beli aja kalau kamu suka." jawab Lizzy.
" Aku beli buat siapa coba?" tanya Edward.
" Ya beli buat baby Celine lah, Wat." saut Lizzy.
" Ih kamu ga peka banget sih sayang. Aku tuh nyindir kalau mau beli buat anak kita." kesal Edward dengan gemas sambil mengacak rambut Lizzy.
" Anak kita? Aneh aneh aja kamu. Ngapain nyimpan baju bayi buat pasangan yang belum menikah?" tanya Lizzy.
" Oh jadi kamu minta aku nikahin secepatnya? Hahaha mau percepat percepat aja?" ledek Edward.
" Ga! Nanti disangka orang lain dipercepat pernikahannya karena aku hamil lagi." saut Lizzy.
Mereka pun membeli perlengkapan bayi, kereta bayi, dan juga baju bayi untuk baby Celine.
Dan ketika pembayaran, drama kembali terjadi. Edward dengan maksa ingin membayar belajaan Lizzy untuk baby Celine, namun Lizzy tak mau. Dan Edward tak mau mengalah bahwa ia juga ingin memberikan hadiah untuk baby Celine. Akhirnya Lizzy berkata bahwa total belanjaannya akan dibagi dua dan Edward setuju dengan usul Lizzy. Selesai dengan belanja, mereka pun kembali ke RSH.
#############################
Lizzy dan Edward pun kembali ke RSH pada pukul 3 kurang 10 menit. Mereka pun ke kamar Alya.
Sesampainya di kamar Alya, Lizzy melihat ada Satya dan juga Vya yang sedang berkunjung.
" Hai mama Celine." sapa Lizzy.
" Kemana aja onty L?" tanya Alya.
__ADS_1
" Gue malu lah kalau jenguk orang melahirkan tapi ga bawa hadiah." jawab Lizzy.
" Lu kaya sama siapa aja sih Liz." ujar Alya.
" Nih dari gue sama Edward." kata Lizzy sambil memberikan barang belanjaannya tadi.
" Thank you banget ya onty uncle." ucap Alya.
" Thanks bro. Cepet nyusul punya baby makanya." ucap Satya.
" Tuh si Vya dulu yang punya baby. Nikahnya aja masih 2 minggu lagi." saut Edward.
" 2 minggu bentar lagi kali. Siapa tau langsung hamil." ledek Vya.
Edward dan Lizzy pun melihat baby Celine yang berada di samping ranjang Alya.
" Sayang aku balik kantor lagi ya." kata Edward.
" Celine sayang, uncle ke kantor dulu ya." pamit Edward pada baby Celine sambil mengusap puncak kepala Celine.
" Semuanya gue balik dulu. Nanti pulang kantor gue kesini lagi." pamit Edward.
" Take care bro. Thank you ya." saut Satya.
" Bye sayang." kata Edward dengan mencium kening Lizzy dan berjalan menuju pintu.
" Percepat aja sih resmian nya." sindir Alya dan di ikuti suara tertawa dari mereka semua.
" Gue juga ke ruangan dulu ya, mau ambil alat buat periksa keadaan lu sekalian gantiin infus lu udah mau abis tuh." pamit Lizzy ke Alya.
" Ok. Thank you sayang." jawab Alya.
__ADS_1
" Bye Vy." pamit Lizzy pada Vya sambil berjalan keluar kamar Alya.
###########################
Lizzy kembali ke ruangannya dan bersiap siap meneruskan pekerjaannya serta memakai jas dokter dan nametag nya. Lizzy kembali ke ruangan Andy untuk mengeceknya. Kali ini Lizzy sendiri karena suster Line sedang ditugaskan di ruang operasi bersama William.
Tok tok tok. Lizzy mengetuk pintu dan tidak ada jawabannya.
Lizzy melihat Andy sedang tertidur. Ia pun memeriksa laju infus. Tadinya Lizzy ingin memeriksa luka jahit dikepala Andy kemarin. Karena Andy sedang tertidur, Lizzy pun mengurungkan niatnya dan berencana ke ruangan Alya. Namun, saat hendak keluar HP Lizzy yang berada di saku jasnya bergetar. Ternyata itu adalah panggilan dari Edward. Lizzy pun segera mengangkatnya.
" Halo, ada apa?" tanya Lizzy.
( "Aku udah dikantor yang.")
" Ok. Entar aku pulang telat. Kalau kamu mau duluan gapapa." kata Lizzy.
( "Entar aku pulang ke rumah dulu ya kalau gitu. Mau ganti baju.")
" Ok. Nanti kabari aku lagi aja." jawab Lizzy.
( "Siap. Kamu semangat kerjanya ya beb. Jangan mikirin aku terus.")
" Hahaha. Kamu juga. Udah ya aku mau lanjut periksa pasien lain nih." pamit Lizzy.
( "Ok. Bye.")
Panggilan pun terputus.
***bersambung***
JANGAN LUPA KLIK LIKE AND COMMENT YA 😊
__ADS_1