
Chris hanya terdiam seolah-olah dan seakan-akan tak mendengar ucapan Rutger.
Jauh di dalam lubuk hatinya, Chris merasa sangat bersalah kepada Rutger karena tlah memyulikknya, lalu mencoba memeras keluarga Goldwyn
**********
" Suamiku jangan lupa jemput Agnes ya " Ucap Kerry mengigatkan Flitz yg sedang menatap komputer milik ayahnya.
" Hhhmm baiklah sayang, kau jangan keluar rumah ya, cukup di dalam rumah saja " Jawab Flitz lalu berdiri mwnggapai kunci mobilnya berjalan keluar untuk menjemput Agnes.
Kerry merasa sangat tertekan, apalagi setelah mengetahui bahwa Chris meminta tebusan sebesar 2M membuatnya hampir saja gila.
" Apa ini, apa kau tak memiliki malu, kau tlah mencapakkan kak olive, Kini kau kembali untuk memeras kami dan menculik Anakku, Kau akan tanggung akibatnya " Gumam Kerry
" Hhhmmm ada apa ini, mengapa kau berbicara sendiri nak" tanya Kevin kepada Kerry, karena melihatnya berbicara sendiri.
" Ah Ayah, aku hanya emosi kepada Pria itu, berani skali dia memeras kita ayah, dia bahkan tlah berbuat tak adil kepada lal olive kini mencuri putraku, aku sangat membencinya ayah " Jawab Kerry dengan nada seperti ingin membunuh seseorang.
" Kau tenanglah nak, ayah akan memberimu kesempatan untuk menghajarnya setelah kita menemukan dia, OK" Ucap Kevin
Kerry hanya terdiam dan berusaha menahan emosinya yg sudah tak tersulutkan lagi.
__ADS_1
" Aku yg membesarkannya dan kau ingin mengambilnya dari TIDAK AKAN PERNAH " Teriak Kerry histeris
Kerry berjalan mendekati sebuah botol minuman yang terlihat di dalam lemari es pun langsung meneguknya tanpa menuangkannya ke dalam gelas.
" Selamat sore ma " sapa Agnes yg terlihat berjalan masuk diikuti Flitz dari belakang.
" sore sayang " jawab Kerry, lalu dengan cepat Kerry memgembalikkan botol minuman ke lemari es.
" Mam, mama kok baunya aneh, apa mama belum mandi " tanya Agnes
Kerry yg mendengar ucapan Agnes hanya terdiam dan memandagi Flitz, terlihat Flitz tertawa terkekeh melihat wajah istrinya yg terlihat stuck tak tahu harus menjawab apa kepada putrinya.
" Sayang maaf ya, tadi mama baru habis lari siangdan belum sempat mandi, makanya bau sayang " Ucap sembari mencubit pipi chubby milik Agnes
" Sayang bagaimana ini " Tanya Kerry sembari berdiri dari lantai.
" Entahlah, kita akan tahu hasilnya sebentar malam " jawab Flitz
" Benarkah, apa iya pria itu akan denagan mudah menyerahkan rutger kepada kita, secara kan dia ayah biologisnya " Ucap Kerry menahan tangisnya.
" Sayang, untuk semuanya jangan kau ragukan, aku dan ayah sudah mempersiapkan segalanya " Balas Flitz
__ADS_1
" Baiklah, Terimakasih suamiku, kau pun tahu aku sangat mencintai anak² kita " Ucap Kerry sembari menaruh kepalanya pada dada Flitz
" Sudahlah sayang, aku dan anak²mu takkan permah meninggalkanmu " Ucap Flitz dengan mengecup kening istrinya.
" Aku takkan membiarkan siapapun itu mencoba menggangu istri dan anak²ku, jika ada maka dia sedang bermain² dengan nyawanya " Bathin Flitz
Kerry pun telah tertidur di dalam pelukan Flitz.
" Hmmm kau bahkan masih terlihat imut saat tertidur seperti ini istriku " Gumam Flitz lalu menggendong Kerry ke kamarnya.
Setelah menidurkan Kerry, Flitz pun berjalan menemui ayahnya di ruang kerja.
" Ayah, apa dia sudah memberitahukanmu alamat dan jam berapa " Tanya Flitz kepada Kevin
" Hmmmm, belum nak, kita tunggu saja " Jawab Kevin
" Baiklah ayah, namun aku sungguh sudah tak sabar ingin memghancurkan kerongkongannya yg sudah berani berbicata seperti itu padamu ayah " Balas Flitz dengan nada yg beda dari biasanya.
Flitz semakin emosi di buat Chris, seperti rasanya Flitz ingin menelan Chris hidup²
" Minta Vote dan Likenya Boleh Ya Kak "
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤