
- Kerry yang berjalan masuk rumah, tak mendapati siapa-siapa pun.
** Kemana mereka, Gumam Kerrry
- Kerry yang merasa perutnya sangat lapar, dengan segera dia berjalan menuju ruang makan, dan mendapati telah banyak makanan disana.
** Hhmmm, siapa yang memasak ya? Aku akan mengecek anak2ku, Ucap Kerry
- Kerry pun masuk ke kamar Rutger, dan terlihat Rutger sedang tertidur pulas, Kemudian Kerry membalikkan badannya dan berjalan naik ke kamar baby Agnes, pemandangan yang sama yang dilihatnya.
- Kerry pun berjalan masuk ke kamarnya dan duduk di ranjang yang sudah dirindukannya itu, Namun perasaannya sangat terganggu karena mendengar suara jerit tangisan seseorang.
- Dengan penuh khawatir Kerry mencari asal suara tersebut, Namun Kerry sangat terkejut melihat Flitz yang sedang terduduk di lantai dengan tangannya yang berdarah. Kerry pun menjadi sangat panik dan mendekatinya.
** Apa yang terjadi padamu Flitz? Apa yang kau lakukan? Tanya Kerry khawatir.
- Namun Flitz tak menjawab pertannyaanya dan hanya memangis terisak, Kerry pun menjadi sangat sedih karena baginya suaminya adalah orang yang kuat namun kali ini suaminya terlihat sangat kacau.
__ADS_1
** Katakan padaku, apa yang membuatmu seperti ini Flitz? Tanya Kerry dengan penuh sabar
- Flitz tetap tak menjawab pertanyaan Kerry.
** Baiklah jika kau tak ingin menjawab pertanyaanku tak apa, tapi biarkan aku mengobati lukamu ini, Ucap Kerry sambil berdiri untuk mengambil kotak P3K
- Kerry pun membersihkan dan mengobati luka Flitz dengan sangat hati-hati.
** Jika ini adalah ketidaksengajaan maka kau harus lebih berhati-hati ya Flitz, jangan lukai dirimu sendiri seperti ini, Ucap Kerry sambil memapah Flitz keluar dari kamar mandi.
- Kerry pun tak berbicara dengan Flitz dan segera turun ke lantai bawah dan menuju ruang makan, untuk segera mengisi perutnya yang kosong.
- Sementara di Kamar, Flitz yang melihat kepergian Kerry, merasa semakin sesak dan bersalah pada istrinya itu.
* Maafkan aku istriku, Aku tak bisa jauh jauh darimu tetapi aku bahkan tak pernah berhati-hati dengan hatimu, kau bahkan harus turun tangan demi keluarga kita, Maafkan Aku! Ucap Flitz sambil sesekali mengusap air matanya.
- Flitz memang sangat arogan dulunya, tetapi kali ini demi istrinya dia terlihat seperti seorang bayi cenggeng.
__ADS_1
- Setelah Kerry makan dengan segera Kerry mengisi makanan di piring dan obat lalu di bawanya ke kamar untuk memberikannya pada Flitz.
- Kerry yang masuk ke kamar mendapati Flitz yang masih terlihat menangis di sudut ranjang. Kerry pun mendekatinya kembali dan memegang pundak Flitz
** Flitz, apa yang terjadi padamu? Katakan padaku? Ucap Kerry
- Dengan segera Flitz menarik tubuh Kerry dan menangis sekencang-kencangnya, seperti seorang anak kecil yang sedang memohon ampun kepada ibunya karena telah berbuat salah.
** Flitz kau kenapa? Apa yang menggagu pikiranmu, hingga kau seperti ini? Tanya Kerry.
- Flitz yang terdiam begitu lama akhirnya bersuara.
* Aku Mohon padamu, Jangan tinggalkan aku, Aku akan melakukan apapun untukmux tetapi jangan pernah meninggalkan sisiku, Ucap Flitz terisak
** Bicara apa kau ini Flitz? tanya Kerry
* Aku takut kehilangan engkau, aku takut Ker, Aku tidak menghadapi hari-hariku tanpamu Ker, Tolong jangan tinggalkan aku! Ucap Flitz
__ADS_1
** Aku sudah memaafkanmu Flitz dan Aku tidak meninggalkanmu, apapun yang terjadi! Aku sudah bilang kan, jika ada yang berani merebut papanya nakanak aku, Aku takkan tinggal diam, Ucap Kerry seketika matanya menjadi gelap, karena teringat evelien dan emily.
- Flitz yang melihat pandangan Kerry pun menjadi takut dan memeluknya semakin erat.