
- Flitz yang melihat pemandangan itu hanya bisa memegangi dadanya dan merasa sangat bersyukur karena kebahagiaan keluarganya telah utuh kembali.
* Aku tak akan membiarkan segala sesuatu menghancurkan keluargaku ini, Bathin Flitz
- Flitz pun berjalan menghampiri Kerry, Rutger dan Agnes
* Hhhhmmmm, apakah kalian sungguh melupakan laki-laki ini? Ucap Flitz
*** Papa, panggil Rutger sambil melompat ke arah Flitz
* Yaaaa, jagoan papa! Kau hebat nak, telah menjaga rumah hingga papa dan mama juga adekmu kembali, lihatlah sesuai janji papa telah membawa adek dan mamamu kembali, Ucap Flitz menyombongkan diri
*** Aku tahu kok papa, Papaku adalah yang terbaik, Papa selalu berkata kan, Apa yang sudah diputuskan itulah yang dilaksanakan, Ucap Rutger.
* Kau sangat mengenaliku nak, Kau memang anak papa, Ucap Flitz
** Baiklah, hanya anak papa ya? Oke oke, Ucap Kerry menggoda Rutger dan Flitz
*** Maafkan rutger dan papa, kami tak akan melupakan mama ih, Ucap Rutger sambil memegangi kedua telinganya sebagai lambang permohonan maaf.
** Sayangku, You Never Wrong ucap Kerry.
*** So, it's papa dan mama? Balas Rutger
__ADS_1
** Ja, dat Klopt ( Iya, itu benar) balas Kerry
- Fyi, Rutger sedang belajar menggunakan bahasa belanda karena kerry berdarah belanda asli dan Flitz Berdarah Indo Amerikq, sehingga Rutger ingin belajar bahasa belanda agar dapat berkomunikasi dengan Kerry.
* Hhhmmm selalu saja aku yang salah Baiklah ayolah kita menemui semua yang telah menunggu kita di ruang keluarga, Ajak Flitz
- Kerry Flitz serta Rutger dan Agnes pun berjalan menemui semua orang yang telah menantikan mereka, Kevin pun telah bergabung disana. Semuanya pun memeluk Kerry dan mengatakan selamat datang kembali, hanya wanita yang dapat memeluk Kerry, Yang lelaki hanya diperbolehkan untuk berjabat tangan karena Flitz akan merasa cemburu.
** Terimakasih semuanya, aku merasa sangat berharga dan merasa dicintai, Terimakasih buat kaka-kaka karena telah menjaga rumah kami dengan baik, terutama anak kami Rutger, dia terlihat sangat baik. Terimakasih banyak, Ucap Kerry dengan matanya yang berkaca-kaca.
* Sayang, bolehkah kita mengantar Agnes ke kamarnya, Kamarnya telah tersedia tepat di sebelah kamar kita sayang, Ucap Flitz.
** Ahh baiklah, beritahukan kepada semua orang agar boleh istirahat Ucap Kerry.
* Baiklah istriku, Jawab Flitz
* Ya istriku, Jawab Flitz
** jika kau tak keberatan bolehkan kau mengantarkan agnes untuk menidurkannya? Aku ingin bersama Ruther Ucap Kerry.
* Baiklah, sini berikan Agnes padaku( sambil mengambil agnes dari pelukan Kerry) Uhhhh Putriku sayang, Ucap Flitz sambil melangkah menuju kamar Agnes
- Kerry pun bergegas memanggil Rutger untuk diajak ke kamarnya.
__ADS_1
** Rutger, ayolah kita akan tidur, apakah kau sekarang sering begadang? Tanya Kerry.
*** Tidak mama, aku hanya sedang merasa bahagia karena kau telah kembali mama, Jawab Rutger
** Terimakasih yaa sayang, Kau telah melakukan semua permintaan mama, dengan menjaga rumah ini dengan baik hingga mama kembali dari perjalanan mama, Ucap Kerry.
*** Mama begitu lama melakukan perjalanannya, aku sangat sedih menunggumu kembali mama, untungnya setiap malam mama menemaniku, sehingga aku tak merasa sendirian, Ucap Rutger
** Sayang, mama kan sudah bilang mama akan kembali, Mama pun selalu menemani papa di rumah sakit, hanya papa saja yang tidak peka dan selalu menangis, Sudahlah sekarang kau tidur, Mama akan ke kamar untuk menemui papa, Ucap Kerry
- Flitz yang sedang berdiri di depan pintu kamar Rutger pun matanya terbalak, tak menyangka dengan apa yang sedang dikatakan oleh mereka berdua.
* Apakah benar selama ini Kerry meninggal, dan rohnya yang menemani Rutger, ya Tuhan bagaimana ini, Gumam Flitz
- Tiba-tiba Kerry keluar dan mendapati Flitz
** Suamiku, apa yang sedang kau pikirkan,tanya Kerry
* A....akkk.aku hanya baru ingin masuk ke dalam, Jawab Flitz terbata-bata
** Mari kita tidur, aku sangat lelah, Ajak Kerry
* Baiklah, Flitz pun berjalan di belakang Kerry sambil memperhatikan kerry yang berjalan di depannya.
__ADS_1
- Masuk kamar pun Kerry dengan segera mandi, Sedangkan Flitz sedang memikirkan semua yang telah didengarnya tadi.
* Aku harus menanyakannya, Guman Flitz