Suami Idamanku

Suami Idamanku
Posesif dan Sensitif


__ADS_3

Saat terbangun dari tidurnya, Kerry tak mendapati Flitz di sisinya,membuat Kerry menangis setengah mati, bagaikan seorang anak yang ditinggal ibunya.


Flitz yang berada di ruang kerjanya pun berlari menuju ke kamar.


Saat berada di kamar, Flitz melihat Kerry sedang terduduk diam di pinggir lemari pakaian mereka.


“ Kerry sayang, istriku, ibunya anak-anakku! Kamu kenapa sayang ? “ Tanya Flitz dengan penuh kebinggungan


“ Jangan tinggalkan aku Flitz, aku takut! “ Jawab Kerry dan ia pun mulai menangis


Flitz yang melihat tingkahnya pun ingin sekali tertawa tetapi takut membuatnya tersinggung, jika itu terjadi maka persoalannya akan semakin rumit.


“ Sayang, hari ini ayah akan makan malam disini “ Sahut Flitz


“ Benarkah, ayah mertuaku akan makan malam disini “ Tanya Kerry dengan wajah tersenyum


“ Yups kamu sangat benar cinta “ Jawab Flitz


“ Wah baiklah kami akan menyiapkan makanan yang sangat enak untuk ayah “  Balas Kerry

__ADS_1


Kerry pun berjalan turun menuju dapur, saat melewati ruang keluarga Kerry melihat Rutger dan Agnes sedang menonton tv.


“ Sayangs, kalian nonton film apa “ Tanya Kerry kepada mereka.


“ Yeay mama dan adik datang “ Teriak Agnes kegirangan


“ Lihatlah putri mama ini semakin hari semakin cantik saja “ Puji Kerry kepada Agnes


“ Mama, apa perasaan mama sedang baik sekarang “ Tanya Rutger kepada Kerry


“ Iya nak, adikmu ini membuat mama tak bisa bernafas dengan baik, bahkan adik kalian ini manjanya lebih buruk dari Agnes waktu ada di perut mama “ Jawab Kerry sembari tertawa kecil


“ Iya Agnes, kakakmu adalah saksinya waktu mama hamil Agnes itu Kakak Rutger beusia 4tahun, untungnya kakak sudah mengerti jadi mama aman “ Jawab Kerry terbahak-bahak


“ Iya tapi aku jadi tidak bisa main dengan mama karena aku harus menjaga adikku yang di dalam perut mama, jadi hari-hari kakak habiskan dengan bermain bersama papa “ Jawab Rutger


“ Lah bukannya sudah seharusnya laki-laki harus bermain dengan laki-laki kan kakak “ Ucap Agnes terkekeh


“ Gnes kau tahu kan betapa berharganya mama bagiku, jika suatu saat dunia menolaknya, akulah yang berdiri paling depan untuk menerimanya “ Balas Rutger

__ADS_1


Kerry pun terdiam dan meneteskan air mata di pipinya, karena mendengar ucapan Rutger itu.


" Rutger mama, takkan pernah membiarkanmu meninggalkan mama, karena bagi mama kau adalah cinta pertama mama " Bathin Kerry


Flitz yang sedari tadi mendengar percakapan mereka pun merinding saat mendengar ucapan Rutger.


“ Kalian memang anak-anak mama, mama sangat bangga memiliki kalian di kehidupan ini, jika akan terlahir kembali lagi, mama tetap ingin menjadi mama kalian di masa depan “ Ucap Kerry bahagia


“ Baiklah, inilah perilaku mama dan anak-anaknya, bertingkah seolah aku tak ada, aku juga ingin di peluk huhuhu “ Gumam Flitz kepada mereka.


Kerry, Rutger dan Agnes pun membalikkan wajah mereka dan menatapi Flitz lalu tertawa terbahak, semuanya tertawa bahagia.


Tak lama kemudian Kevin pun datang untuk makan malam bersama mereka.


Flitz pun memberitahukan kabar bahwa, Kevin akan menjadi kakek lagi membuat semua orang pun merasa bahagia.


Kegiatan sehari-hari Kerry selama tiga bulan masa awal kehamilannya adalah, mengikuti kemana pun Flitz pergi dan berada. Kerry berubah drastis menjadi sangat posesif dan sensistif.


Rutger dan Agnes semakin hari semakin terlihat cantik dan ganteng dan semakin memahami perilaku mama mereka yang terlihat seperti seorang anak TK, karena pengaruh adik yang berada dalam perut mereka.

__ADS_1


                                                                      “ Minta Votenya Kaka “


__ADS_2