
- Flitz yang tersenyum melihat kebaikan Kerry, membuatnya menampar pipinya
* aiyaaa Flitz apa yang kau pikirkan, dia adalah istrimu. Rasanya aku jatuh cinta padanya berulang-ulang kali, Gumam Flitz
Kerry yang melihat tingkah Flitz pun segera mendekatinya sembari bertanya, apakah kamu baik-baik saja Flitz?
* Ah iya aku baik ker! jawab Flitz.
Oh begitu ya? aku melihat kau menampar dirimu sendiri tadi flitz?
Oh itu, aku merasakan ada nyamuk di pipiku, makanya ku tampar balas Fliz.
Baiklah Flitz, aku harus memeriksa rutger dulu.
Siang Harinya :
Flitz, bagaimana kakimu dan perasaanmu, semua baik tanya kerry?
tentu saja aku akan baik-baik saja, perhatianmu mengalihkan segala sakitku kerrt, jawab Flitz.
Terlihat jelas pipi Kerry menjadi merah merona, mendengar jawaban Flitz.
yooo, kau mulai lagi bahkan dalam keadaan sakit pun masih berani memggodaku, awas kau ya! teriak kerry sambil pergi meninggalkan kamar mereka turun ke lantai bawah.
Flitz yang melihat hal itu pun hanya memegang dadanya sambil tersenyum lebar. Kali ini kau selamat istriku.
Malam Harinya :
Yakkkkk mulai besok kau akan makan sendiri, tak akan ada lagi yang akan menyuapimu Flitz.
__ADS_1
Mau kemana memangnya ker? Jawab aku ker?
Aku akan pulang kampung, mencari udah segar Flitz.
Apa? Alasanmu tak masuk di akal kerry.
Kerry jawab aku dengan baik-baik, tolong aku ker.
Baiklah, jika itu maumu, aku akan meninggalkanmu Flitz, ucap kerry.
Flitz yang mendengar semua itu tak habis pikir, dengan apa yang batu saja dikatakan oleh kerry.
Kerry mengapa kau perlakukan aku seperti ini, apa salahku ker, katakanlah!
Apa ini karena evelien tanya Flitz.
Baiklah ker, lakukan apa saja yang kau untuk lakukan, tetapi ingatlah bahwa aku dan rutger akan menunggu engkau untuk kembali ke dalam pelukan kami pungkas Flitz.
Kerry yang terlihat tegar, seketika merasa lututnya longgar dan ingin jatuh, karena tak kuasa menahan rasa bersalahnya demi merayakan ulang tahun Flitz dan semua ini pun bukan ideku kata kerry dalam hati melainkan ayahmu dan Nick sang assistenmu.
Seketika pun Kerry berjalan melangkah keluar, meninggalkan ruang tamu dan Flitz yang sedang bersandar di sofa, Kerry yang merasa bersalah tetap berjalan keluar.
Kau tunggulah disitu flitz, jika aku menekan bell maka buka kan pintu bagiku.
Baiklah kerry, jika itu yang kau mau, balas Flitz.
Diluar Kerry, ayah dan Nick sedang mempersiapkan kejutan bagi Flitz, Nick memadamkan saklar listrik apartemen mereka.
byarrrr kegelapan dimana-dimana....
__ADS_1
Flitz pun segera berjalan dengan perlahan menuju kamar Rutger, karena khawatir rutger akan menangis.
Terdengar pintu yang terbuka, namun Flitz tak memikirkannya dia hanya mengkhawatirkan rutger dan merasa bahwa itu adalah kerry yang telah kembali.
Prakkk bunyi sesuatu yang terjatuh ke lantai,, Flitz pun kaget dan segera berlari ke luar melihat itu adalah Kerry.
Ya Tuhan, Kerry apa ini?
apa yang kau lakukan dalam kegelapan seperti ini?
Aku lapar Flitz, dan aku tidak membawa uang. Makanya aku kembali.
setelah makan pasti aku akan pergi.
Kerry apa yang terjadi padamu?
apa kau kesetanan?
Tiba-tiba, ruangan kembali terang dan terlihat begitu banyak pegawai perusahaan Goldwyn, Ayahnya yang sedang tersenyum dan juga Nick assistennya.
Lali Ayah Flitz berjalan maju dan mengangkat Kerry dan Juga Flitz.
Lalu berkata, Flitz ini adalah ulangtahunmu yang ke 34Tahun, dan kau juga telah memiliki istri dan anak, makanya kami rencanakan kejutan ini.
Ayah, aku hampir saja tiada mendengar Kerry akan meninggalkanku. rasanya duniaku berhenti sesaat memikirkannya yang berjalan tanpa balik untuk melihatku.
Maafkan aku suamiku, aku pun tak rela melakukannya, namun itu adalah permintaan ayah jadi begitulah, jelas kerry sambil tertawa kecil.
Baiklah kita akan mulai dengan pembakaran lilin, Doa harapan, Tiup lilin, pembagian kue, sepakata-kata oleh Tuan Flitz, lalu kita akan mengakhirinya dengan makan bersama, okeeee? tanya Nick dan seketika semua orang berteriak Oke.
__ADS_1