
Keesokan harinya saat bangun tubuh Kerry menjadi sangat demam, Flitz yang tidur berdampingan dengannya pun merasakan demam pada tubuh Kerry.
“ Ker, Sayang, Istriku “ Seru Flitz namun Kerry tak kunjung membuka matanya
“ Ada apa ini Ker, astaga aku harus bagaimana ini? Hubungi dokter sajalah! “ Gumam Flitz
Tak lama kemudian dokter keluarga yang dihubungi oleh Flitz pun tiba.
“ Maaf Tuan, jika boelh tahu apa yang sudah di konsumsi oleh Nyonya “ Tanya Dokter
“ Kalau kemarin tak ada dok, tetapi dua hari yang lalu kami berdua sempat meminum minuman alkohol “ Jawab Flitz gugup takut sesuatu telah terjadi kepada Kerry.
“ Baiklah Tuan, saya akan memberikan obat dan juga vitamin baginya, tapi ingat tuan untuk bulan ini sampai sembilan bulan kemudian Nyonya harus mengonsumsi makanan bergizi dan menjauhi minuman alkohol, karena itu akan berpengaruh pada pertumbuhan janin yang ada di dalam rahimnya “ Balas Dokter
Flitz seperti mati kutu dan tak bisa bergerak saat mendengarkan ucapan dokter tersebut.
“ Dokter apa maksudmu itu istriku saat ini sedang hamil “ Tanya Flitz tegang
“ Benar Tuan, kandungannya sudah berusia dua minggu, tolong dijaga ya ibu dan janinnya “ Jawab Dokter
“ Terimakasih dokter, terimkasih “ Ucap Flitz penuh kegirangan
“ Baiklah tuan, jika seperti itu maka saya permisi “ Sahut dokter lalu Flitz mengantarkannya keluar kamar.
Setelah dokter itu pergi, Flitz pun mulai mengigatkan pelayan rumahnya agar berhati- hati dan memperhatikan setiap pekerjaan yang akan di kerjakan oleh Kerry dan menyimpan semua minuman alkohol.
Kerry yang telah diberi suntikan dokter pun telah bangun dan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing, tiba-tiba perutnya mual.
Huek huek huek, “ Rasanya isi perutku ingin keluar, kepalaku pun sangat pening, apa benar aku hamil “ Gumam Kerry tersenyum
“ Istriku “ Sahut Flitz dari depan pintu kamar mandi
__ADS_1
“ Hhhmm Flitz, aku sangat lapar tapi perutku sangat mual “ Ucap Kerry
“ Pasti itu pembawaan bayiku, maafin aku ya sayang! Kamu harus bertahan sembilan bulan lagi “ Balas Flitz
“ Apa katamu Flitz, apakah maksudmu itu aku sedang hamil “ Tanya Kerry kebinggungan
“ Iya sayang, umur kandunganmu telah dua minggu, tadi dokter mark yang mengatakannya “ Jawab Flitz santai pake banget
“ Ahhh rasanya aku sangat bahagia, aku akan menjadi mama lagi dan Rutger, Agnes akan menjadi kaka, wah bahagianya aku “ Seru Kerry
“ Aku juga sangat bahagia, Terimaksih istriku selalu membuatku merasa paling berharga dan beruntung di dunia ini “ Ucap Flitz
“ Aku lapar papa “ Ucap Kerry sembari mengusap-usap perut
“ Haishhh mengapa kau begitu menggoda, bahkan saat hamil pun kau masih terlihat sexy “ Gumam Flitz
“ Apa kau membenciku sekarang, apa kau sudah tak mencintaiku lagi? Suamiku jahat ihhh “ Gerutu Kerry lalu beranjak pergi menuju ranjang untuk berbaring dan menutupnya dengan selimut.
“ Haishhh tamatlah riwayaku jika mamanya anak-anak, sudah ngambek “ Gumam Flitz lalu berjalan menuju ruang keluarga
“ Papa, apa papa memanggilku dan adek Agnes “ Tanya Rutger
“ Ya nak, mana adikmu “ Tanya Flitz lagi kepada Rutger
“ Aku disini papa “ Jawab Agnes sembari mendekati mereka
“ Aiya lihatlah calon kaka ini, tingkahnya sudah seperti gadis dewasa saja “ Ucap Flitz
“ Apa katamu pa, apa aku dan kak Rutger akan menjadi kakak lagi? Apa kami akan memiliki adik lagi? “ Tanya Agnes dengan wajah tersenyum lebar
“ Rutger, Agnes apa kalian tak keberatan jika kalian memiliki adik lagi? “ Tanya Flitz
__ADS_1
“ Tentu saja kami akan senang papa, jadi akan semakin menjadi semakin kakak dan Agnes akan menjadi kakak untuk adik kita yang baru “ Jawab Rutger
“ Benarkah, jika benar begitu maka papa ingin meminta bantuan kalian “ Ucap Flitz
Rutger dan Agnes gugup mendengar ucapan Flitz
“ Apa itu papa, katakanlah “ Sahut Rutger
“ Jadi begini anak-anakku, mungkin dalam beberapa bulan hanya papa dan pengasuh kalian yang akan mengurus kaloan, sedangkan mama harus banyak beristirahat, jika tidak maka adik kalian “ Ucapan Flitz pun terputus
“ Papa, tenang saja aku sudah mengetahuinya seperti dulu adikku yang satu ini, membuat mama tak pernah mengurusku dan hanya merawat Agnes di dalam perutnya kan pa “ Jawab Rutger
“ Kau sangat tepat nak, untuk itu tolong bantu papa ya anak-anakku, agar kita bisa menjaga mama dan adik kalian ya “ Balas Flitz
“ Siap 86 papa “ Jawab Rutger dan Agnes dan serentak.
Setelah bertemu dengan Flitz, Rutger dan Agnes pun berjalan-jalan di taman belakang.
“ Kakak, apa dulu kaka merasa terabaikan ketika Agnes ada di perut mama “ Tanya Agnes kepa Rutger
“ Tidak dong, justru kamu adalah permintaan kaka kepada mamadan papa, sedikit pun kakak tak pernah merasa diabaikan, karena kasih sayang yang diberikan papa dan mama itu sangat adil dan itu tulus Gnes “ Jawab Rutger
“ Kakak, apa aku bisa mejadi kakak yang baik, kaut dan penyanyang sepertimu, sepertinya aku belum bisa menerima jika mama akan mengabaikan kita “ Ucap Agnes
“ Tentu kamu bisa kan masih ada kakak yang akan selalu bersamamu Gnes, kata siapa mama akan mengabaikan kita? Itu tidak akan pernah terjadi jika iya, berarti itu adalah pembawaan adik kita jadi kita sebagai kakak-kakaknya harus membantu menjaga mama, Okay ? “ Seru Rutger
“ Okay kakak, aku berjanji aku akan belajar untuk menjadi kakak yang baik dan juga anak yang manis “ Jawab Agnes
“ Itu baru adiknya kakak “ Sahut Rutger dengan tersenyum
```
__ADS_1
“ Minta Votenya Kakak “
```