Suami Idamanku

Suami Idamanku
Sayangku, Anakku.


__ADS_3

- Setelah berbicara dengan Flitz, Kevin pun memanggil Nick dan menanyakan keadaan Perusahaan padanya. Sembbari lagi bercerita, tiba-tiba Flitz mendengar Rutger memanggil mama, Rutger yang berdiri pun berlari menuju Rutger dan memegang tangannya.


*** Papa aku mau mama....


* Iya nak, mama lagi pulang nak, sebentar lagi akan kembali.


*** Papa, Pokoknya aku mau mama titik, teriak Rutger kepada Flitz.


- Flitz pun dengan segera berjalan ke arah washtafel dan segera menelpon Kerry.


** Bip bip bip.... Hallo Flitz ada apa?


* Ker, kamu boleh gak ke rumah sakit, ini Rutger nyariin kamu.


** Oke, oke aku menuju rumah sakit sekarang.


- Setelah mengakhiri panggilan, Kerry langsung meminta supir untuk mengantarnya ke rumah sakit, setibanya kerry di rumah sakit, Kerry melihat rutger yang telah sadar dan terus memanggil mama.


** Rutger, anakku, mama ada disini nak...


*** Mama, mama rutger kangen mama, Rutger pikir rutger telah meninggalkan mama, mama maafkan rutger membuat mama sedih dan menangis.


- Nick, Kevin, Flitz dan Kerry yang ada disana pun tercenggang mendengar kata-kata rutger.


*** Aku mendengar tangisan mama, itulah yang membuat aku bangun mama. Mama, rutger sangat sayang pada mama. Rutger tidak akan meninggalkan mama.


** Sayangku, anakku, mama tahu kau takkan pernah meninggalkan mama.


*** Aku ingin pulang mama.

__ADS_1


** Sayang, kata dokter kamu belum boleh pulang nak, kamu harus benar- benar di rawat dulu sampai pulih.


*** Aku ingin pulang mama.


Oh iya minta maaf adeknya kaka yang lagi di dalam perut mama, bolehkan kaka memiliki mama sebelum kamu datang?!


** Boleh sayang kata adek.


Baiklah mama akan tanya dokter, apakah kamu boleh pulang atau tidak, sabar ya nak.


- Sebelum berjalan keluar Kerry mengedipkan matanya pada Flitz yang mengisyaratkan Flitz untuk meminta ayahnya dan juga Nick untuk menemani Rutger, dan Flitz menemani Kerry untuk menemui dokter.


- Dalam perjalanan menuju ruang dokter Flitz bertanya pada Kerry.


* Ker, apakah menurutmu Rutger telah mati suri?


** Flitz, aku juga berpikir seperti begitu, jika tidak mengapa dia mengetahui segalanya tentangku Flitz.


** permisi dokter...


° Iya silahkan, bagaimana ada yang bisa dibantu nyonya?


** Iya, saya mama rutger, saya ingin bertanya apakah rutger doperbolehkan untuk pulang malam ini?


° Mohon maaf nyonya, tetapi menurut hasil pemeriksaan kondisinya tak memungkinkannya untuk pulang malam ini.


** tolong diperiksa lagi dok. Saya tak tahan melihat anak saya yang meminta untuk pulang.


° Baiklah nyonya, kembali dan tunggulah, kami akan datang untuk melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


** Terimakasih dok. Ayo Flitz kita kembali.


- Selama perjalanan kembali ke ruang rawat, Flitz berkata pada kerry


* Ker, apakah kau merasa mual atau apa begitu?


** Untuk sementara waktu tidak, dan apabila aku merasakannya maka akan ku katakan padamu, calon ayah dari bayi ini, ucap Kerry sambil tersenyum.


- Melihat kerry yang tersenyum, membuat semua perasaan cemas Flitz seperti musnah.


* Ah jelas, aku ayahnya kata kerry.


** Memang kamu ayahnya kan, aku tidak memiliki suami lain selain dirimu.


* Bolehkah aku pingsan istriku?


** Boleh dong, tapi jangan saat ini, lakukan lain waktu saja yaaa suamiku.


* Ah kau memang dasar


- Mereka pun tiba di ruang rawat.


* Dokter berkata bahwa mereka akan kembali untuk melakukan pemeriksaan terhadap rutger, jika hasilnya baik maka, Rutger boleh keluar malam ini.


- Tiba-tiba dokter dan tim perawatnya masuk.


° Permisi tuan-tuan dan nyonya.


Kami akan memeriksa keadaan pasien, sehingga tuan dan nyonya boleh meninggalkan ruangan ini untuk beberapa saat, Terimakasih.

__ADS_1


* Baiklah dokter, jawab Flitz.


- Kevin, Flitz, Nick dan juga Kerry menunggu di luar ruangan dengan sangat cemas.


__ADS_2