
- Setelah berbicara dengan Flitz, Kevin pun memanggil Nick dan menanyakan keadaan Perusahaan padanya. Sembbari lagi bercerita, tiba-tiba Flitz mendengar Rutger memanggil mama, Rutger yang berdiri pun berlari menuju Rutger dan memegang tangannya.
*** Papa aku mau mama....
* Iya nak, mama lagi pulang nak, sebentar lagi akan kembali.
*** Papa, Pokoknya aku mau mama titik, teriak Rutger kepada Flitz.
- Flitz pun dengan segera berjalan ke arah washtafel dan segera menelpon Kerry.
** Bip bip bip.... Hallo Flitz ada apa?
* Ker, kamu boleh gak ke rumah sakit, ini Rutger nyariin kamu.
** Oke, oke aku menuju rumah sakit sekarang.
- Setelah mengakhiri panggilan, Kerry langsung meminta supir untuk mengantarnya ke rumah sakit, setibanya kerry di rumah sakit, Kerry melihat rutger yang telah sadar dan terus memanggil mama.
** Rutger, anakku, mama ada disini nak...
*** Mama, mama rutger kangen mama, Rutger pikir rutger telah meninggalkan mama, mama maafkan rutger membuat mama sedih dan menangis.
- Nick, Kevin, Flitz dan Kerry yang ada disana pun tercenggang mendengar kata-kata rutger.
*** Aku mendengar tangisan mama, itulah yang membuat aku bangun mama. Mama, rutger sangat sayang pada mama. Rutger tidak akan meninggalkan mama.
** Sayangku, anakku, mama tahu kau takkan pernah meninggalkan mama.
*** Aku ingin pulang mama.
__ADS_1
** Sayang, kata dokter kamu belum boleh pulang nak, kamu harus benar- benar di rawat dulu sampai pulih.
*** Aku ingin pulang mama.
Oh iya minta maaf adeknya kaka yang lagi di dalam perut mama, bolehkan kaka memiliki mama sebelum kamu datang?!
** Boleh sayang kata adek.
Baiklah mama akan tanya dokter, apakah kamu boleh pulang atau tidak, sabar ya nak.
- Sebelum berjalan keluar Kerry mengedipkan matanya pada Flitz yang mengisyaratkan Flitz untuk meminta ayahnya dan juga Nick untuk menemani Rutger, dan Flitz menemani Kerry untuk menemui dokter.
- Dalam perjalanan menuju ruang dokter Flitz bertanya pada Kerry.
* Ker, apakah menurutmu Rutger telah mati suri?
** Flitz, aku juga berpikir seperti begitu, jika tidak mengapa dia mengetahui segalanya tentangku Flitz.
** permisi dokter...
° Iya silahkan, bagaimana ada yang bisa dibantu nyonya?
** Iya, saya mama rutger, saya ingin bertanya apakah rutger doperbolehkan untuk pulang malam ini?
° Mohon maaf nyonya, tetapi menurut hasil pemeriksaan kondisinya tak memungkinkannya untuk pulang malam ini.
** tolong diperiksa lagi dok. Saya tak tahan melihat anak saya yang meminta untuk pulang.
° Baiklah nyonya, kembali dan tunggulah, kami akan datang untuk melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
** Terimakasih dok. Ayo Flitz kita kembali.
- Selama perjalanan kembali ke ruang rawat, Flitz berkata pada kerry
* Ker, apakah kau merasa mual atau apa begitu?
** Untuk sementara waktu tidak, dan apabila aku merasakannya maka akan ku katakan padamu, calon ayah dari bayi ini, ucap Kerry sambil tersenyum.
- Melihat kerry yang tersenyum, membuat semua perasaan cemas Flitz seperti musnah.
* Ah jelas, aku ayahnya kata kerry.
** Memang kamu ayahnya kan, aku tidak memiliki suami lain selain dirimu.
* Bolehkah aku pingsan istriku?
** Boleh dong, tapi jangan saat ini, lakukan lain waktu saja yaaa suamiku.
* Ah kau memang dasar
- Mereka pun tiba di ruang rawat.
* Dokter berkata bahwa mereka akan kembali untuk melakukan pemeriksaan terhadap rutger, jika hasilnya baik maka, Rutger boleh keluar malam ini.
- Tiba-tiba dokter dan tim perawatnya masuk.
° Permisi tuan-tuan dan nyonya.
Kami akan memeriksa keadaan pasien, sehingga tuan dan nyonya boleh meninggalkan ruangan ini untuk beberapa saat, Terimakasih.
__ADS_1
* Baiklah dokter, jawab Flitz.
- Kevin, Flitz, Nick dan juga Kerry menunggu di luar ruangan dengan sangat cemas.