
- **Flitz yang mendengarkan perkataan dokter itu pun sontak, menjadi sangat marah!
* Dokter istriku, menempati ruangan ini dan kami membayarnya tidak ada yang gratis disini, seluruh peralatan ini ( sambil menunjuk alat* yang masih terpasang pada tubuh Kerry) semuanya kami bayar, pelayananmu, perkataanmu, semuanya kami bayar dokter, berikanlah waktu baginya dok, Istriku akan segera sadar! Ucap Flitz sambil sekali-kali menghapus air matanya.
¤ Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi.
Ceklek
- Dokter tersebut pun keluar dan menutup pintu, lalu Flitz berjalan mendekati Kerry, menangis dan memegangi tangannya.
* Sayangku, kamu tahu bahwa, kita diusir sayang! Kamu harus bangun, kamu harus buktikan pada mereka agar, kepercayaanku ini tidak sia*, kepercayaan bahwa kau akan bangun dan menggendong anak kita itu tidak sia*, ucap Flitz sambil terus meneteskan air matanya.
- Sepanjang kisah ini, disaat inilah kehidupan Flitz benar* terguncang, Flitz kehilangan jiwanya, bahkan rasanya Flitz pun ingin mengakhiri hidupnya.
**** Di Rumah Flitz
*** Kakak, apa mama belum pulang? tanya rutger
《 Hhhmmm anu tuan kecil, mama tuan masih di rumah sakit, jika sudah boleh pulang maka mama tuan akan pulang, jawab Pelayan
*** Tapi semalam aku melihat mama duduk di sampingku kak, ucap rutger lagi
《 Apa? itu pasti hanya khayalan tuan, karena Tuan sangat merindukan mama, jawab pelayan lagi
*** Kakak, tapi kata mama, Rutger harus kuat untuk menjaga adek dan papa, ucap Rutger kembali pada pelayan
__ADS_1
DEG....
《 Tuan, sepertinya Tuan kecil kelelahan, ucap Pelayan yang matanya terlihat berkaca.
*** Iya kak, aku memang capek, aku akan tidur, Trimakasih kak, balas rutger
**** Di Rumah Sakit
- Ternyata apa yang dikatakan oleh Rutger kepada pelayannya telah diberitahukan kepada Flitz. Flitz hanya duduk termenung sambil memperhatikan wajah cantik milik Kerry.
* Sekalipun kau tertidur, tetap saja kecantikanmu tak pernah pudar istriku, Kau sangat cantik, ucap Flitz sambil membelai rambut Kerry.
- Kevin yang sedari tadi berdiri disana, memperhatikan tingkah anaknya hanya terdiam seribu bahasa, sambil sesekali menghapus airmatanya.
○ Selamat Malam nak, ucap Kevin
**** Di Ruang Dokter
- Dokter dan para perawat yang merawat Kerry, mereka berkumpul dan menbahas gejala yang dialami, menurut medis seharusnya tubuh kerry telah membusuk, mengigat ini menjelang 3 minggu pasca kematiannya, tetapi hingga sekarang tubuhnya masih tetap utuh seperti seorang yang hanya mengalami koma. Lalu dokter pun membuka suara
¤ Kalian semua( para perawat) besok kita harus melakukan pemeriksaan yang lengkap mengenai apa yang terjadi pada Nyonya Kerry.
》 Siap Pak Dokter.
**** Di Kamar Kerry
__ADS_1
○ Flitz, perusahaan? ucap Kevin
* Ayah, Perusahaan untuk sementara akan ditangani oleh Nick, Flotz juga selalu menerima laporan lengkap dari Nick ayah! Jawab Flitz
○ Lalu Kerry, bagaimana menurutmu? tanya Kevin
* Ayah! menurut Flitz, Kerry hanya tertidur ayah! Jawab Flitz
○ Lalu yang diceritakan rutger pada pelayanmu? tanya Kevin lagi pada Flitz
* Ayah! Apakah ayah juga mempercayainya? tanya Flitz
○ Tentu saja, aku percaya! Menantuku telah pergi, ini hampir 3 minggu dan kau masih menahannya disini, Kau membuat ayah sangat sedih Flitz, ucap ayahnya sambil menangis.
* Ayah, Kerry tidak pergi, Kerry ada disini bersama kita ayah! Balas Flitz
○ Flitz! Ayah mohon padamu, Tolong sadarlah, Jika tidak orang akan mengangap kita gila, Karena tidak menguburkan jenazah Kerry yang telah mendekati 3 minggu kematiannya, Ucap Kevin!
⛔ Jangan Lupa dukung Author dengan Cara :
\* LIKE, COMENT DAN VOTE \*
Agar, Author semakin semangat menulisnya ⚘
__ADS_1
\* SELAMAT MEMBACA** \*