
Setelah menemui Kerry dan putranya, Flitz dan Kevin pun kembali menuju rumah milik Flitz untuk menyampaikan kabar bahagia itu kepada Rutger dan juga putrinya Agnes
Sesampainya mereka di kediaman milik Flitz, Kevin pun membantu Rutger dan Agnes untuk mempersiapkan pesta kejutan bagi Kerry dan saudara mereka
Flitz pun mengutarakan isi hatinya kepada keluarganya, jika tak berhalangan maka mereka akan segera pindah ke Luxemburg untuk menjalankan perusahaan dan memulai kehidupan di lingkungan baru
Rupanya keputusannya diterima baik oleh kedua anaknya, sehingga hal tersebut pun tak menjadi persoalan nanti baginya dan Kerry
Waktu kini telah menunjukkan pukul 19.00, Flitz pun bersiap- siap kembali ke rumah sakit, sedangkan Kevin ayahnya akan tinggal bersama kedua cucunya
Di rumah sakit, Kerry sedang disibukkan dengan menyusui putranya, Flitz yang berjalan masuk pun memeluk tubuh Kerry dengan sangat erat dan mengagetkannya
“ Flitz, apa yang kau lakukan? Apa kau tak melihat aku sedang apa? “ Kata Kerry kepada Flitz yang begitu ceroboh
“ Maafkan daku istriku, aku begitu bahagia hingga aku menjadi sangat ceroboh “ Ucap Flitz sembari kembali mengencankan pelukannya pada tubuh Kerry
“ Ker, istriku! Aku punya kabar baik untukmu, ya bisa dibilang kejutan! “ Tutur Flitz
“ Hhhhmmm cepat katakan apa itu, aku tak ingin sesuatu yang berbelit-belit Flitz “ Balas Kerry yang sudah tak sabar untuk mengetahuinya
“ Jadi begini Ker, anak cabang perusahaan kita yang berada di Luxemburg, sedang mengalami masalah dan
perwakilan kita tak bisa menanganinya “ Jelas Flitz
“ Flitz ini bukan kabar baik, melainkan ini sebuah kabar buruk “ Ucap Kerry yang kebingungan
“ Iya Ker, maka itu kamu dengarkan dulu jangan memotong pembicaraanku “ Balas Flitz
“ Baiklah suamiku, lanjutkanlah ceritamu “ Ucap Kerry sembari kembali melanjutkan kegiatannya menyusui putranya
“ Begini Ker, aku mengirim Nick untuk menanganinya tetapi jika itu tidak juga berhasil maka aku sendiri yang akan langsung turun tangan “ Kata Flitz
Kerry pun terkejut mendengar ucapan Flitz itu “ Apa itu artinya kau akan meninggalkanku dan anak-anak kita?" Tanya Kerry kebingungan
“ Tentu saja tidak, aku berpikir untuk membawa kalian semua ikut bersamaku “ Jawab Flitz
__ADS_1
“ Mmmm apa ini artinya kita akan pindah negara? “ Tanya Kerry
“ Ya, kamu sangat benar istriku! Itu pun jika kau menyetujuinya “ Lanjut Flitz
“ Tentu saja suamiku, apa yang sudah menjadi keputusanmu itu adalah perintah bagi kami “ Balas Kerry
“ Terimakasih istriku, atas perhatian dan dukunganmu kepadaku selama ini “ Ucap Flitz sembari mengecup pucuk kepala kerry dan putranya
*****
Hari yang dinantikan pun telah tiba dimana, Kerry dan putranya akan kembali ke kediaman mereka. Setelah berhari-hari lamanya berada di rumah sakit
Acara penyambutan pun berjalan dengan sangat baik semua orang berbahagia, Flitz pun telah menyatakan bahwa mereka akan pindah dan menetap di Luxemburg
******
Luxemburg menjadi negara tujuan keluarga Goldwyn, hari ini adalah hari dimana mereka akan meninggalkan negaranya untuk berangkat menuju Luxemburg
Ada tangis diantara kedua ayah dan anak, dimana ini adalah kali pertama bagi Flitz untuk menetap disebuah negara tanpa kehadiran ayahnya Kevin Goldwyn
Namun disisi lain, Kevin pun bangga kepada putranya. Karena demi keluarganya Flitz telah berani mengambil sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya demi perusahaan dan juga kebahagiaan semua orang
“ Tentu saja putriku, apapun untuk kebahagiaan kalian “ Balas sang kakek sambil mengecup pipi mulus miik cucunya
“ Kerry, ku percayakan mereka kepadamu! Jaga mereka untuk papa ya! “ Kata Kevin sambil memeluk Kerry
“ Tentu saja pa, tolong jaga diri papa dan kesehatan papa! Kami akan mengunjungimu Pa “ Ucap Kerry
“ Flitz, putra kebangaan papa! Doa papa akan selalu bersama kalian, pergilah dan tibalah dengan selamat “ Lanjut Kevin sambil menepuk-nepuk pundak putra yang sangat ia kasihi
Keduanya pun berpelukan, tiba waktunya bagi mereka untuk berangkat. Rutger dan Agnes telah berlomba-lomba untuk masuk ke dalam pesawat
Kerry berjalan sambil mendorong troli bayinya, sementara Flitz masih saja memeluk Kevin
Tak lama kemudian pesawat yang mereka tumpangi pun melepas landas menuju Luxemburg
__ADS_1
*****
Terkadang hidup penuh dengan banyak tanda tanya dan misteri, namun semua itu tergantung pada pribadi seseorang apakah ia mampu mengatasi segalanya atau malah berlari menghindarinya
Flitz dan Kerry merupakan sepasang kekasih yang berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, namun berkat kegigihan dan kesabaran Kerry. Pada akhirnya ia mampu mematahkan segala kesombongan yang dimiliki oleh Flitz sang CEO berdarah dingin yang kesukaannya adalah merendahkannya
Perjalanan cinta keduanya begitu rumit,di mulai dengan dipersatukannya hubungan yang tak dilandasi oleh cinta mereka oleh sang kaka dan banyaknya cobaan orang ketiga dalam biduk rumah tangga mereka, hingga nyawa menjadi taruhannya, tetapi cinta dan kepercayaan mereka mengalahkan segalanya, hingga yang tersisa kini hanyalah kebahagiaan di dalam hari-hari hidup keduanya bersama keluarga kecil mereka yang akan diceritakan pada anak cucu mereka suatu hari nanti
*****
Hoek hoek hoek ....
“ Apa itu Ker “ Tanya Flitz yang panik dan berlari keluar dari ruang kerjanya menuju kamar mereka
Saat Flitz masuk dan membuka pintu kamarnya, Kerry hanya tertuduk memegang dahinya
“ Istriku, apa yang terjadi denganmu? “ Tanya Flitz panik
Kerry hanya terdiam dan menjawab pertanyaan Flitz dengan menunjukkan test-pack yang bertanda dua garis merah, yang artinya Kerry sedang mengandung anak mereka yang ke empat
Flitz hanya menepuk dahinya lalu berjalan menghampiri Kerry dan memeluknya.
Keduanya pun berjalan menuju balkon rumah dan menatap anak-anak mereka yang sedang bermain di halaman rumah
Kerry dan Flitz pun saling menatap dan melepaskan tawa mereka.
******
***Terimakasih Author hantarkan kepada readers yang selalu setia menunggu up dari Suami Idamanku, hingga akhirnya karya author yang pertma ini author selesaikan dengan baik 😇
Terimakasih untuk koreksi, saran dan masukkan dari semua readers ❤\*\*\*
__ADS_1
\*\*Jangan Lupa untuk mampir ke Novel Ke\\-2 Author yang bertajuk " Wanita Malam itu, Milikku! " Cerita percintaan yang tak kala romantis dengan sinetron Suara Hati Istri di Indosiar 🔮\*\*