Suami Idamanku

Suami Idamanku
Aku Akan Mempertahankan Apa Yang Menjadi Millikku


__ADS_3

- Setelah mereka berjalan keluar dari Restaurant tersebut terlihat Jelas, Kerry berjalan sambil sesekali mengusap perutnya.


** Hah aku sangat kenyang dan makanannya pun sangat lezat, Terimakasih suamiku, tetapi untuk hemat baiknya aku memasak sendiri di rumah, agar tidak boros karena besok lusa dan waktu yang akan datang kita masih membutuhkan uang, Ucap Kerry


- Mendengar semua kata-kata kerry, membuat Flitz semakin bangga padanya.


* Astaga Tuhan, aku sangat bangga padanya, aku akan sangat diberkati jika suatu saat aku memiliki seorang anak yang lahir dari rahim gadis yang berdiri di depanku yang adalah istriku. Baiklah mari kita pulang istri dan anakku, Ajak Flitz


** Baiklah suamiku balas Kerry.


- Setibanya mereka di rumah, seperti biasa Kerry akan mengantar rutger untuk tidur dan Flitz segera menyalakan tv untuk menonton berita ekonomi, setelah menidurkan rutger.


- Kerry pun keluar dari kamar Rutger dan melihat Flitz yang duduk di ruang tamu sambil menonton tv, kerry pun berjalan menuju Flitz.


- Melihat Kerry yabg berjalan mendekatinya, Flitz pun mengetahui maksudnya.


* Hhmmm, pasti istriku ingin meminta ijin untuk minum, Gumam


** Suamiku, Flitz, aku sangat ingin minum, bolehkan aku minum beberapa gelas Flitz? Ucap Kerry


* Baiklah ayo kita minum, Balas Flitz


- Flitz pun menarik tangan kerry dan menuju mini bar milik mereka.


** Istriku silahkan, Ucap Flitz sambil mendorong gelas kecil kepada kerry.


** Terimakasih suamiku, Kerry pun dengan segera meminumnya, sambil tersenyum.


* Haishhh kau benar-benar membuatku gila kerry, kau bisa menjadi istri dan juga sahabat di saat yang bersamaan, Imbuh Flitz

__ADS_1


** heehhh Apa maksudmu suamiku? Tanya Kerry


* Ya kamu adalah istri yang sangat baik dan juga sahabat yang sangat baik, Jawab Flitz


** hhhmmmm, Jawab Kerry.


* Aku akan mempertahankan apa yang menjadi milikku(Gumam Flitz), Baiklah mari kita tidur, Ajak Flitz


- Mendengar itu kerry pun merengek ingin Flitz untuk tetap memberikannya minum.


** Suamiku ini namanya kau menggantung diriku, Ucap Kerry


* Apanya yang menggantung? tanya Flitz.


** Iya karena engkau hanya memberiku minum, dua gelas saja dan itu tak cukup, sangat menggantung, Jawab Kerry


** Apa Katamu Fliyz? tanya kerry


- Belum terjawab pertanyaannya, Flitz pun menggendong kerry dan mengangkatnya ke kamar.


** Suamiku apakah kita akan workout malam ini? Tanya Kerry


- Flitz yang mendengar pertanyaannya itu seolah dimabuk cinta dan sangat terpesona dengan Kerry.


* Kamu ingin workout istriku? Tanya Flitz


** Mengapa kau bertanya seperti itu? kau adalah pelatihku bukan? Balas Kerry.


- Tanpa menunggu lama, Flitz pun segera menciumi bibir kerry yang merah merona dan mendorongnya ke atas ranjang, Kerry hanya pasrah dan mempercayai suaminya dan malam panjang pun dihabiskan dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


----- Keesokan Harinya


* Kerry ayo bangun, ayah ada disini, Ucap Flitz


Mendengar apa kata Flitz, Kerry pun segera mandi dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera turun untuk menemui ayah Goldwyn.


** Ayah,panggil Kerry.


○ Maafkan ayah nak, menggangu waktu istirahat kalian balas Kevin.


** Kata siapa ayah menggangu? kami senang mendapatkan kunjungan darimu ayah, jawab kerry


○ Baiklah ada yang ingin ayah sampaikan pada kalian berdua, Ucap Kevin


* Apa itu ayah tanya Flitz.


○ Ini mengenai Rutger, Ujar Kevin


** katakalah ayah ,paksa Kerry.


○ Apakalah kalian mengetahui alasan mengapa Olive meninggal? itu karena dia mengidap penyakit langkah yang belum memiliki obatnya, Ucap Kevin


- Mendengar perkataan Kevin, mata Kerry pun berkaca-kaca.


* Lalu apa, katakan ayah? desak Flitz.


○ Menurut hasil pemeriksaan dokter penderitanya harus tetap berada di dalam rumah dan tidak boleh terkena udara di luar rumah, Jawab Kevin


- Kerry yang tak kuasa mendengar segalanya pun memandang Flitz dengan matanya yang dipenuhi air mata.

__ADS_1


__ADS_2