Suami Idamanku

Suami Idamanku
Terimakasih, Kau Memang Yang Terbaik


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam, Kerry membantu membersihkan meja makan, lalu mengajak Agnes ke dalam kamar untuk menemaninya tidur.


Kerry sangat mengkhawatirkan keadaan Rutger, tetapi berusaha ia untuk tidak menunjukkannya di depan Agnes.


Setelah membujuk Agnes, Kerry pun terduduk diam di ujung ranjang dengan terdiam.


Flitz yg mencarinya terhenti di depan pintu dan tak ingin menggangunya.


" Oh mijn Heer, ik hoop alles goed met mijn Zon, ik weet het niet mij leven zonder hem ( Tuhanku, aku berharap semuanya baik² saja dengan putraku, aku tak tahu bagaimana hidupku tanpanya ) " Ucap Kerry sembari menghapus air mata di pipinya.


Flitz yg mendengarkan ucapan Kerry, sama sekali tak memahami maksudnya tetapi dengan melihat air matanya Flitz dapat mengetahuinya.


Flitz pin berjalan mendekati Kerry " Istriku, apa yg kau pikirkan, berdirilah kita akan menemani ayah di ruang Tv " Ucap Flitz sembari memapah tubuh Kerry berdiri dari ranjang.


" Suamiku, aku sangat mengkhawatirkan anak kita " Ucap Kerry kepada Flitz sembari berjalan keluar.


Flitz sangat mengenal istrinya, sehingga di saat seperti ini jika Flitz tak dapat menenangkannya, maka salah satu caranya adalah memberinya minuman.


" Istriku, ambillah ini " Ucap Flitz sembari memberikan gelas kaca berisi minuman


" Terimakasih, kau memang yg terbaik " Sahut Kerry lalu mengambil gelas itu dari genggaman Flitz


" Nak, ayah harap kau jangan terlalu cemas, karena kau juga memiliki seorang putri yg harus kau perhatikan, biarkan ayah dan Flitz yg akan mengurus dan mencari Rutger " Ucap Kevin memberikan semangat kepada Kerry.


" Iya ayah, aku mengerti! Maafkan aku ayah " Balas Kerry, sambil sesekali meneguk minuman miliknya.


Entah telah berapa banyak minuman yg telah diminumnya, Flitz pun tak berani menolak permintaan istrinya. Hingha akhirnya Kerry pun tertidur.

__ADS_1


Flitz pun menggedong tubuh istrinya dan merebahkanya di ranjang.


" Aku mengambil keuntungan dari keadaan ini, namun waktunya kurang tepat, kali ini kau boleh bebas istriku, tapi aku takkan pernah melepaskanmu " Gumam Flitz lalu berjalan keluar dari kamar


*******


" Nes, Agnes! Bangunlah sayang, kau harus bersekolah " Ucap Kerry


" Malas ma, Agnes ga mau sekolah kalau gada kaka rutger " Jawab Agnes


" Siapa yg ngajarin kamu ngomong gitu sama mama? " Tanya Kerry


" Mama, pokoknya kembalikan dulu kakaku baru aku mau sekolah " Jawab Agnes lalu kembali tertidur.


" Sayang, kalau kaka kamu tahu kamu kayak gini, dia bakal marah sama mama, karena membiarkanmu tak bersekolah " Ucap Kerry sembari mencoba membangunkan Agnes


" Ahhh baiklah mama " Sahut Agnes sembari terbangun dari ranjang dan berjalan pergi untuk mandi


Setelah membantu Agnes, Kerry dan Agnes berjalan menuju meja makan untuk sarapan.


" Selamat pagi cucu kakek, udah siap sekolah " Tanya Kevin kepada Agnes


" Tentu kakek, apa kakek yg akan mengantarku " Ucap Agnes


Kerry dan Flitz hanya saling pandang, mendengar pertanyaan Agnes itu.


" Apa kau merasa bosan diantar papa dan mama " tanya Flitz

__ADS_1


" Tentu tidak papa, hanya saja kan kita lagi di rumah kakek, jadi aku maunya di antar kakek " Ucap Agnes sambil merengek pada kakeknya.


" Baiklah jika itu maumu, maka akan kakek lakukan " Jawab Kevin


Setelah menyelesaikan sarapan, Kevin pun mengantar Agnes ke sekolah.


Hari ini Flitz tak bekerja dan memutuskan untuk mencari keberadaan Rutger.


Setelah tiba di halaman parkiran sekolah, dari jauh Kevin melihat Chris, dengan segera Kevin melepas Agnes ke dalam sekolahnya dan berjalan mendekati Chris.


" Ternyata kau masih punya nyali, setelah apa yg kau lakukan pada putriku dulu ya, cepat kembalikan cucuku, jika tidak kau akan tahu akibatnya " Ucap Kevin mengancam Chris.


" Ahahahhaha ayah mertua, jangan bermimpi! sebelum kau menyusahkanku, aku akan mengakhiri hidup cucumu " Balas Chris sembari tertawa


" Kau ini, bukan manusia melainkan iblis! Untung saja dulu tak ku berikan cucuku padamu, jika tidak aku tak tahu bagaimana nasibnya " Ucap Kevin geram


" Aku bisa saja membunuhnya dan mengirimkan mayatnya ke hadapan kalian, Jika kalian tidak " Gumam Chris


Kevin yg mendengar ucapannya berhenti di kata tidak membuatnya semakin emosi " Jika tidak apa, katakan dengan jelas keparat " Teriak kevin kepada Chris


" Jika kalian tidak memberiku uang sebanyak 2M, malam ini " Jawab Chris


" Apa katamu, apa kau memerasku " tanya Kevin dengan nada bentakan emosi karena tak bisa menahan emosinya lagi.


" 2M bagimu tak ada nilainya kan ayah mertua, ini demi cucumu juga kan " Ucap Chris dengan nada sinis.


" Baiklah beritahu dimana tempatnya dan jam berapa, akan kami antar uangnya kesana " Balas kevin

__ADS_1


" Kami? Cukup hanya kau saja! " Jawab Chris


" Baiklah terserah kau saja " Gumam Kevin lalu kembali menaiki mobilnya menuju rumah dan memberitahu segalanya kepada Flitz dan Kerry


__ADS_2