Suami Idamanku

Suami Idamanku
Aku Tak Ingin Kehilangan Segalanya.


__ADS_3

- Keadaan rumah yang terasa hangat tersebut, dikagetkan dengan rutger yang tiba-tiba batuk dan sesak napas, Flitz dan Kerry pun mulai panik dan meminta tolong kepada pelayan untuk menghubungi ambulans. Setelah ambulans tiba, dengan segera mereka mengangkat rutger dan membawanya ke rumah sakit. Suasana yang tadinya bahagia, berubah menjadi suasana yang sangat mencekam. Kerry terlihat begitu panik hingga wajahnya terlihat begitu pucat.


- Setibanya mereka di rumah sakit, petugas memindahkan rutger ke ruang tindakan untuk diperiksa oleh dokter.


- Kerry yang cemas hanya terduduk diam, seakan tak berdaya. Flitz yang melihatnya berjalan ke hadapan kerry dan memegang pundak seakan memberi isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja.


* Kerry kamu harus kuat ya, ingat kamu tidak boleh lemah karena sekarang kamu tak sendiri, kamu masih memiliki seseorang untuk di jaga di dalam perutmu.


** Maafkan aku Flitz, aku hanya takut sesuatu yang buruk terjadi pada anak kita rutger. Aku tidak ingin kehilangannya Flitz, bagaimana ini?


* Berdoa dan serahkan semuanya pada Tuhan ya, hanya itu yang bisa kita perbuat ker, ucap Flitz sambil memeluk Kerry.


- Terlihat lampu ruang tindakan telah padam, dokter pun keluar dan menanyakan keĺuarga pasien.


* Kami disini dok jawab Flitz.


° Ah iya, Apakah kalian telah mengetahui keadaan anak kalian?


* Sudah dok, kami telah mengetahuinya jawab Flitz.

__ADS_1


° Ya, untuk saat ini aku tidak bisa berkata bahwa dia baik-baik saja, namun tetap saja dia akan dirawat untuk mendapatkan layanan intensif.


** Lakukan apa saja dok, yang penting nyawa anak saya baik-baik saja ucap Kerry.


° Baiklah nyonya, kami akan mengupayakan yang terbaik dan untuk saat ini pasien belum bisa dijenguk setelah dipindahkan barulah bisa. Permisi.


** Baiklah, Terimakasih dokter.


- Kerry hanya terdiam dan memandangi wajah Kerry dengan mata berkaca- kaca. Flitz hanya terdiam mengkhawatirkan keadaan istrinya yang sedang hamil dan juga rutger yang merupakan tanggung jawab yang diberikan oleh kakaknya. Rasanya kepalaku ingin pecah pikir Flitz.


** Flitz apa kau baik-baik saja?


* Tidak, aku sedang tidak baik. Aku mengkhawatirkan dirimu dan janin yang ada padamu, aku takut melihat keadaan rutger.


* Apamu yang tidakpapa kerry. Kata dokter kau tak boleh lemah, karena itu akan sangat berpengaruh pada kondisimu dan aku tidak mau kehilangan anakku begitu juga rutger, sehingga aku minta padamu agar jangan pikiran dan tolong pulanglah istirahat. Aku akan menjaga dan mengurus rutger disini.


** Flitz mengapa kau begitu marah?


* Ya aku marah, karena aku tak ingin kehilangan segalanya.

__ADS_1


** Flitz, semua akan baik-baik saja.


* Baik? Lihatlah dirimu? Apakah kau terlihat baik saja? Jawab aku Kerry.


- Kerry yang binggung karena tidak pernah melihat Flitz yang begitu khawatir seperti ini.


* Kalau boleh, Kamu pulanglah dan tidurlah Kerry, aku akan menghubungi supir untuk mengantarmu Pulang.


- Kerry tak ingin membuat Flitz semakin khawatir sehingga dia pun mengiyakan perkataan Flitz dan langsung pulang.


** Flitz jika ada apa-apa tolong kabari aku ya. Aku pulang.


* Baiklah pulanglah dan ingat kau harus istirahat Ker.


- Flitz yang melihat Kerry telah pulang pun merasakan kelegaan. Tiba-tiba seorang perawat datang mendekatinya.


° Permisi Tuan, apakah anda adalah keluarga dari pasien bernama Rutger?


* Ah Iya benar saya ayahnya, balas Flitz.

__ADS_1


° iya, pasien akan segera kami pindahkan ke ruang VIP mohon bantuannya untuk mengurus prosedurnya.


* Baik, Terimakasih.


__ADS_2