
- Mendengar Flitz yang berkata demikian Kerry pun mendorongnya ke ranjang.
**.Awas kau Tuan CEO, anakku tersakiti.
- Flitz yang mendengar kata-kata itu membuat bulu kuduk seluruh tubuhnya pun berdiri.
* Mengapa, kau begitu menggoda istriku, Aku akan memakanmu sekarang juga, aku telah meminta ijin pada anakku kan istriku.
** Oh tidak bisa Tuan CEO, kita harus istirahat agar besok kau kerja.
* Maaf istriku, aku masih libur.
** Ah iya benar, kamu masih libur. Baiklah Flitz mari kita tidur, aku sangat capek.
- Flitz yang mengerti pun segera memeluk Kerry dari punggungnya dan mengusap-usap perut kerry.
* Hari yang melelahkan ya, ada bahagia juga ada sedih.
** Benar Flitz. namun kita telah melewatinya.
- Kerry dan Flitz bercerita hingga mereka tertidur.
**** Keesokan Paginya.
- Flitz yang telah bangun memandang wajah kerry yang terkena cahaya mentari pagi. Cantik sekali jika dia sedang tertidur, Ah apalah daya istriku sedang hamil aku tak boleh sembarangan. Jika sedang termenung, kadang Flitz pun heran pada dirinya sendiri, mengapa dia begitu memperhatikan apapun tentang kerry, seperti kerry adalah nafasnya, Apakah ini yang dimaksud cinta? tanya Flitz dalam hatinya lalu bangkit berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu turun ke lantai bawah.
- Flitz yang setiap paginya akan membuat sarapan, kali ini tidak, karena mereka telah memiliki 4 orang pelayan yang siap menyediakan apapun yang dibutuhkan oleh mereka. Flitz yang berjalan turun melihat ayahnya dan Nick sedang meminum kopi sambil menonton berita ekonomi.
* Selamat pagi Ayah.
__ADS_1
* Selamat Pagi Nick.
○ Hey, Flitz selamat pagi nak.
▪︎ Selamat pagi Tuan.
* Lanjutan minum kopinya, aku akan menengok rutger.
- Ternyata rutger pun telah bangun.
* Selamat pagi Rutger
*** Selamat pagi papa.
* Kau terlihat segar pagi ini. Ayo kita sarapan.
*** Baik papa. Papa dimana mama?
*** Benar begitu ayah? Kalau begitu Rutger harus memberitahu adek supaya memberi ijin mama untuk sarapan dulu.
* Ahahahahha kau ini rutger bisa saja, nanti papa akan panggil mama, kamu sabarlah.
- Flitz pun memanggil seorang pelayan dan memintanya untuk memanggil Kerry.
□ Selamat pagi Nyonya, permisi.
** Pagi, jawab kerry sambil bangkit dari ranjang
□ Tuan muda mencari anda nyonya.
__ADS_1
** Rutger?
□ Benar Nyonya!
** Baik, kau turunlah, aku akan turun. Oh iya Terimakasih ya!
- Seperti biasa, perlakuan Kerry membuat para pelayan di rumah mereka, merasa terberkati setiap hari. Kerry pun segera turun.
** Aku mendengar bahwa ada seseorang mencariku. Apakah itu benar?
- Rutger yang mendengar itu menutup mulutnya sambil tersenyum.
** Apakah benar dia mencariku? Jika tidak ada yang menjawab maka aku akan kembali untuk tidur.
*** Benar mama, itu ada rutger balas rutger menjawab pertanyaan Kerry.
** Ah that's my boy ucap kerry
- Ayah Flitz yang melihat keadaan ini berkata dalam hatinya bahwa, inilah moment yang membuat mengapa Rutger begitu mencintai Kerry, cara kerry memperlakukan rutger layaknya seorang ibu kandung.
** Aku lapar aku ingin makan.
*** Makanlah mama, adek juga pasti lapar.
** Kamu benar, adek juga pasti lapar.
*** Ayo makan mama, aku akan sedih jika adek lapar.
- Semua orang dalam ruangan tersebut pun tersenyum mendengar celotehan rutger yang sangat lucu namun sangat benar.
__ADS_1
*** Papa, ambilkan susu untuk mama dong....
* Baiklah, Tuan kecil, akan kulakukan untukmu dan mamamu