Suami Idamanku

Suami Idamanku
Selamat Flitz


__ADS_3

Saat sedang menemani istrinya datanglah dokter dan perawat memasuki ruangan itu untuk memulai proses


pembedahan persalinan.


“ Tuan kami mohon tunggulah di luar “ Seru dokter


“ Flitz, apapun yang terjadi itu untuk kebaikan kita, tolong jangan sesali segalanya “ Ucap Kerry lalu mencium punggung tangan Flitz dan melepaskannya.


“ Ini sungguh menyakitkan dari apa yang ku kira “ Bathin Flitz


“ Ker, aku tak meminta banyak aku hanya ingin kau selalu berada disisiku, hanya itu “ Balas Flitz, kemudian mencium pucuk kepala Kerry dan Flitz pun berjalan keluar meninggalkan ruang operasi itu.


Saat keluar Flitz di kagetkan oleh Kevin dan juga Nick, yang sedang menunggunya.


“ Nak, apa semuanya baik? “ Tanya Kevin yang melihat kemurungan di wajah Flitz.


“ Ayah, aku tak tahu dosa apa yang pernah aku lakukan hingga istriku selalu harus menderita “ Jawab Flitz sambil mengusap air matanya.


“ Nak, ayah tahu kalian adalah pasangan yang sangat saling mencintai dan itu sudah terbukti “ Ucap Kevin

__ADS_1


“ Tapi ayah, tadi dokter memberiku lembar persetujuan yang menyatakan bahwa jika mereka hanya bisa menyelamatkan satu dari antara mereka, oleh sebab itu mereka memeinta persetujuanku “ Balas Flitz


“ Apa? “ Tanya Kevin terkejut


“ Ya ayah, aku sangat sedih! Aku sangat egois ayah, aku tak ingin kehilangan satu dari antara mereka ayah “ Jawab Flitz


“ Kuatkanlah hatimu nak, hanya Tuhan yang akhir dari cerita cinta kalian ini “ Sahut Kevin sambil menepuk pundak Flitz memncoba memberinya kekuatan untuk menghadapi semuanya ini.


Flitz hanya menundukkan wajahnya, tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam


“ Ayah, anakku sudah datang ke dunia yah “ Seru Flitz lalu memeluk ayahnya dan Nick


“ Selamat Tuan “ Ucap Nick


“ Terimakasih semuanya, aku sangat bahagia “ Balas Flitz


Ketika sedang berada dalam situasi bahagia, wajah Flitz berubah menjadi khawatir setelah melihat seorang dokter keluar dari ruang opersi.


“ Dok, bagaimana keadaan istriku “ Tanya Flitz panik

__ADS_1


“ Tuan untuk sementara, biarkan kami melakukan tanggung jawab kami tuan, berdoa dan bersabarlah “ Jawab Dokter itu


Flitz tak bisa mengatakan apapun selain terduduk diam, Flitz sangat memahami betu maksud dari ucapan dokter itu.


“ Aku tidak bisa membiarkannya meninggalkanku dan anak-anak kami “ Gumam Flitz.


“ Apa yang kau bicarakan Flitz, beum tentu hal itu yang kan terjadi! Berpikirlah positif dan berdoalah minta kesembuhan padanya, jangan hanya mengeluh nak “ Seru Kevin kepada Flitz


“ Ayah, ayah kan tahu selama ini aku terbiasa terbangun di dalam pelukan istriku! Bagaimana mungkin aku bisa memulai sesuatu tanpa dirinya disampingku “ Balas Flitz


“ Benar nak, Ayah mengerti tentang itu tapi apa kau akan menunjukkan wajah sedihmu ini di hadapan Kerry, ketika dia telah memberimu hadiah terbaik ini ? “ Tanya Kevin


“ Maaf ayah aku hanya belum siap untuk kehilangan istriku “ Jawab Flitz


“ Ya sudah, kuatkanlah hatimu nak, ayah akan selalu mendukungmu “ Balas Kevin


Flitz pun memeluk tubuh Kevin dengan sangat erat untuk melegakan segala beban pikirannya, membuat Flitz menangis dengan sangat histeris di dalam pelukan ayahnya. Flitz tak dapat membayangkan betapa hancur hidupnya jika ia benar-benar akan kehilangan istrinya.


Nick assisten pribadi Flitz pun tak tinggal diam, ia mengurus segalanya agar Flitz hanya fokus kepada Kerry yang hingga kini belum diketahui kondisinya yang pasti, karena dokter yang menanganinya pun belum kunjung memberikan keterangan tentang kondisi kesehatan Kerry.

__ADS_1


__ADS_2